web analytics
  

BMKG Minta Warga di Wilayah Sesar Lembang Tak Panik

Sabtu, 27 Juli 2019 22:45 WIB Fira Nursyabani

Kepulan asap keluar dari Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan sesar gempa aktif seperti Sesar Lembang di Jawa Barat tidak perlu cemas dan takut. Meski demikian, warga harus meningkatkan mitigasi.

"Apakah dengan tempat tinggal kita dekat sesar aktif lantas kita selalu cemas dan takut? Tidak perlu, informasi potensi gempa harus direspon dengan langkah nyata dengan memperkuat mitigasi," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Sabtu (27/7/2019).

Ia menyampaikan hal tersebut terkait dengan erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat (26/7/2019) yang menimbulkan pertanyaan apakah akan memicu aktivitas Sesar Lembang. Seperti diketahui gempa tektonik lazimnya disebabkan oleh interaksi antar lempeng tektonik atau aktivitas sesar aktif, bukan karena erupsi freatik gunung api.

Belajar dari beberapa peristiwa gempa tektonik destruktif akibat sesar aktif, biasanya aktivitas sesar didahului gempa-gempa mikro sebagai gempa pendahuluan (foreshocks).

Seperti gempa Yogyakarta pada 2006 yang memiliki kekuatan 6,4 skala Richter (SR), gempa Lombok 2018 7,0 SR, gempa Palu 2018 7,5 SR, dan gempa Halmahera Selatan 7,2 SR, yang seluruhnya dipicu sesar aktif dan didahului aktivitas gempa pendahulan.

Lebih lanjut dia mengatakan, mitigasi yang harus ditingkatkan untuk masyarakat yang tinggal berdekatan dengan wilayah sesar aktif utamanya adalah mitigasi struktural yaitu membangun bangunan dengan struktur yang tahan gempa bumi.

"Dengan mewujudkan semua langkah mitigasi maka kita dapat meminimalkan dampak, sehingga kita tetap hidup aman dan nyaman meski di daerah rawan gempa," tambah dia.

:Peristiwa gempa bumi adalah keniscayaan di Indonesia karena wilayah Indonesia yang terletak di antara lempeng dan di kawasan cincin api, yang penting dan harus dibangun adalah mitigasi, kesiapsiagaan, kapasitas stakeholder, dan masyarakatnya, maupun infrastruktur untuk menghadapi gempa yang mungkin terjadi," tambah Daryono.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers