web analytics
  

Kawasan Wisata Tangkuban Parahu Mulai Dibersihkan dari Abu Vulkanik

Sabtu, 27 Juli 2019 18:53 WIB Faqih Rohman Syafei

Petugas mulai membersihkan Kawasan Wisata Alam Tangkuban Parahu dari abu vulkanik, Sabtu (27/7/2019). (Kavin Faza/ayobandung.com)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Abu vulkanik dari erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat (26/7/2019) sore mulai dibersihkan, Sabtu (27/7/2019). Sedikitnya 100 petugas diterjunkan pengelola dalam proses pembersihan itu.

"Untuk membersihkan ini paling tidak 100 orang yang kami turunkan, diharapkan ini besok pagi selesai," ujar Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu, Putra Kaban di Tangkuban Parahu, Sabtu (27/7/2019).

Kaban mengatakan pihaknya mengikuti arahan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriady yang menganjurkan untuk menutup kawasan TWA Gunung Tangkuban Parahu selama tiga hari. Namun, setelah tiga hari Gunung Tangkuban Parahu akan dibuka kembali untuk umum. 

"Saya tetap ikut rekomendasi dari kepala Badan Geologi. Tetap patokan saya ini karena ini badan yang membidangi dan mengeluarkan rekomendasi," katanya. 

Menurutnya, berdasarkan hasil rekomendasi tersebut, status Gunung Tangkuban Parahu diketahui masih berada di level 1 atau normal. Akan tetapi ia tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati pusat erupsi dengan radius 500 meter. 

"Kami juga nanti tetap pantau karena ini sudah dua kali kemarin keluar tiga hari yang lalu keluar tetap hasilnya adalah normal level 1. Sebagai pembanding ada beberapa tempat lain level 2 masih boleh masuk akan tetapi saya katakan ada kesepakatan ini kita harus patuhi supaya enak," terangnya.

Putra menambahkan, pihaknya akan tetapi tetap menunggu hasil pemantauan setelah tiga hari. Menurut dia, erupsi Tangkuban Parahu kali ini tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan erupsi pada 2013.

"Pengalaman kami tidak ada apa-apa dibandingkan dengan 2013 nggak apa-apa karena perlu teman-teman semua pahami tiga hari nggak ada apa-apa," katanya. 

Keputusan tersebut, kata dia lantaran ribuan orang pedagang di kawasan TWA Gunung Tangkuban Parahu menggantungkan hidupnya pada wisata ini. "Di atas ini ada ribuan orang cari makan dan perlu saya sampaikan di Tangkuban Perahu ini pukul 18.00 WIB paling lama sudah tutup di sini tidak ada orang nginep atau kemping," ungkapnya. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers