web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Gunung Tangkuban Parahu: Sejarah Terbentuk dan Letusannya

Jumat, 26 Juli 2019 19:14 WIB Rahim Asyik

Petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan pengamatan di Kawah Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). (Irfan Alfaritfi/ayobandung.com) ( (Irfan Alfaritfi/ayobandung.com))

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Gunung Tangkubanparahu lahir 90.000 tahun lalu. Gunung ini, menurut T Bachtiar dan Dewi Syafriani dalam buku Bandung Purba, lebih muda dari Gunung Burangrang. Gunung Burangrang yang berada di sisi barat Tangkubanparahu lahir sekitar 210.000-105.000 tahun lalu. Gunung Burangrang ini sezaman dengan Gunung Sunda.

Menurut T Bachtiar, Gunung Tangkubanparahu lahir setelah terjadinya Patahan Lembang. Ketika Gunung Tangkubanparahu meletus, sebagian material alirannya yang mengarah ke selatan tertahan di kaki patahan.

Sepanjang sejarahnya, aktivitas yang terjadi di Gunung Tangkubanparahu telah membentuk 13 kawah. Tiga kawah di antaranya populer dijadikan destinasi wisata, yakni Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

AYO BACA : Gunung Tangkuban Parahu Erupsi Jumat Sore

Sementara perincian 13 kawah lengkapnya sebagai berikut. Kawah Upas terdiri dari Kawah Upas (termuda), Kawah Upas (muda), dan Kawah Upas (tua). Kawah Ratu juga ada Kawah Ratu (1920), Kawah Ratu (muda), dan Kawah Ratu (tua). Kemudian ada Kawah Baru, Kawah Pangguyanganbadak, Kawah Badak, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, dan Kawah Domas. 

Gunung Tangkubanparahu sempat meletus beberapa kali. Orang yang sempat mencatat letusan pertamanya adalah botanis sekaligus geologis bernama Franz Wilhelm Junghuhn. Berdasarkan catatan yang dibuuat Junghuhn tahun 1853, catatan pertama tentang letusan Gunung Tangkubanparahu adalah tahun 1829. Tak ada data tentang letusan sebelumnya.

Setelah itu, gunung beristirahat selama 17 tahun. Letusan berikutnya terjadi tahun 1846. Setelah itu gunung tercatat aktif berturut-turut tahun 1862 dan 1887. Letusan besar berikutnya terjadi tahun 1896 setelah gunung mengalami masa istirahat 50 tahun.

AYO BACA : Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu Ditutup Sementara

Aktivitas atau letusan kemudian terjadi tahun 1910, 1929, 1935, 1946, 1947, 1950, 1952, 1957, 1961, 1965, 1967, 1969, 1971, 1983, 1992, 1994, dan 2004. Menurut T. Bachtiar, masa istirahat antar letusan Gunung Tangkubanparahu berlangsung antara 30-70 tahun.

Bagaimana kalau Gunung Tangkubanparahu meletus? Pada tahun 2005, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Daerah sudah membuat Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Tangkubanparahu. Daerah-daerah yang rawan bencana dibagi ke dalam tiga kategori.

Masing-masing Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III. Ada yang berada dalam radius 1 kilometer dari letusan, 5 kilometer dari letusan, dan yang berpotensi terkena terjangan lahar dan hujan abu atau lontaran batu pijar.

Dalam buku Bandung Purba disebutkan, lembah yang berpotensi dilanda lahar meliputi Ciasem, Cimuja, Cikole, Cibogo, Cikapundung, Cihideung, Cibeureum, dan Cimahi.

AYO BACA : Liputan Khas Gunung Api: Sejarah Letusan Gunung Api di Jawa Barat

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers