web analytics
  

Sebanyak 2 Owa Jawa Dilepasliarkan di Cagar Alam Patengan

Kamis, 25 Juli 2019 16:08 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Sebanyak 2 Owa Jawa Dilepasliarkan di Cagar Alam Patengan, owa jawa,situ patengan,bbksda

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat melepasliarkan dua ekor owa jawa di Cagar Alam Patengan Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019). (Kavin Faza/ayobandung.com)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM--Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat melepasliarkan dua ekor owa jawa di Cagar Alam Patengan Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019). 

Pelepasliaran satwa tersebut dilakukan atas kerja sama dengan pelbagai pihak, seperti Bali Zoo, The Spinall Foundation, dan lainnya.

Kepala BBKSDA Provinsi Jabar Ammy Nurwati mengatakan pelepasliaran owa jawa merupakan salah satu tugas dan fungsi BBKSDA dalam pengawetan dan perlindungan satwa liar dilindungi.

"Dari sisi aspek ekologi, memberikan penambahan jumlah populasi yang ada di kawasan ini," tutur Ammy.

Cagar Alam Patengan merupakan habitat owa jawa, pada awal 1980-an. Di sekitaran Situ Patengan terdapat kelompok primata dilindungi tersebut, namun kini keberadaannya sudah nyaris hilang.

Kepala Perawat Satwa The Aspinall Foundation Sigit Ibrahim mengatakan owa jawa yang dilepaskan berjenis kelamin jantan dan betina. 

Owa jawa jantan yang bernama Boris tersebut berasal dari Bali Zoo. Sementara owa betina bernama Inge merupakan hasil penegakan hukum BBKSDA Jabar.

"Boris dan Inge sudah direhabilitasi selama satu tahun," ujarnya.

Proses rehabilitasi merupakan tahapan satwa sebelum dilepasliarkan. Proses tersebut meliputi latihan satwa untuk bisa bertahan hidup di alam.

"Selama masa rehabilitasi, keduanya menunjukan tanda-tanda liar dan tidak mengidap penyakit berbahaya, sehingga bisa dilepasliarkan," ujarnya.

Proses pelepasliaran Boris dan Inge berlangsung kira-kira 30 menit. Sebelumnya keduanya ditempatkan dalam satu kandang berukuran besar, setelah siap, pintu dibuka oleh petugas dengan menggunakan seutas tali.

Inge berjalan keluar lebih dulu setelah pintu dibuka. Tanpa butuh waktu lama, owa betina tersebut langsung memanjat pohon. Sementara Boris membutuhkan waktu lebih lama, kira-kira 20 menit.

Owa jantan tersebut terlihat ragu-ragu dan ketakutan ketika keluar dari kandang.

Sigit mengatakan, Boris merupakan owa yang lahir dalam penangkaran Bali Zoo, sehingga kurang terbiasa dengan alam liar. Selain itu, saat dipindahkan, Boris dijebak dengan pola yang sama saat pelepasliaran.

"Ingatan owa cukup panjang, sehingga Boris sedikit trauma saat dipindahkan dulu, jadi ketika melihat pintu terbuka, dia merasa akan dijebak," katanya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers