web analytics
  

LPSK Sebut Angka Kekerasan Seksual Anak Meningkat 100% Setiap Tahun

Kamis, 25 Juli 2019 06:57 WIB Fira Nursyabani
Umum - Nasional, LPSK Sebut Angka Kekerasan Seksual Anak Meningkat 100% Setiap Tahun, LPSK, kekerasan seksual anak, kekerasan terhadap anak

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu menjelaskan data LPSK mengenai kekerasan seksual pada anak Indonesia, di kantor LPSK, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2019) (ANTARA News/Pamela Sakina)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang masuk ke LPSK meningkat 100% setiap tahunnya sejak 2016.

“Tahun 2019 ini juga angkanya lebih besar dari 2018,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

AYO BACA : Siswa di Kabupaten Bogor Dibiarkan Belajar Beralas Lantai Bertahun-tahun

Dari laporan itu, 80,23% pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah orang terdekat atau yang dikenal oleh korban. Sedangkan 19,77 persen sisanya adalah orang yang tidak dikenal.

“Sebagian besar pelaku adalah orang yang dikenal oleh korban, bahkan 32 persen (dari 80,23 persen) pelaku adalah keluarga inti dari korban, baik bapaknya, bapak tiri, kakek, kakak, atau adiknya. Ini menjadi keprihatinan kami,” tambah dia.

AYO BACA : PR Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Hari Anak Nasional 2019

Edwin mengatakan, ada beragam motif peristiwa kekerasan seksual terhadap anak, seperti tingkat ekonomi rendah, penyimpangan seksual, serta tontonan video porno.

“Orang dengan ekonomi rendah kebanyakan kalau di rumah yang sederhana mereka tidak ada ruang privat, satu keluarga bercampur satu ruangan, jadi apa saja yang terjadi di ruangan itu semuanya sama-sama melihat,” ujar Edwin.

Mengatasi hal ini, Edwin mengatakan LPSK akan bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk melakukan edukasi pengenalan bagian tubuh kepada anak usia dini tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).

“Penting untuk dikedepankan anak-anak harus diperkenalkan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain, karena memang anak-anak ini rentan karena tidak punya pengetahuan dan kendali terhadap dirinya sendiri,” ucap Edwin.

Edwin menyarankan para orang tua juga harus berperan, salah satunya dengan mengendalikan anak dalam penggunaan internet melalui ponsel. Selain itu, Edwin mengatakan LPSK juga menyarankan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk lebih gencar melakukan pemblokiran situs-situs porno di Indonesia.

AYO BACA : 58 Anak di LPKA Bandung Diusulkan Dapat Remisi HAN

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers