web analytics
  

Siswa di Kabupaten Bogor Dibiarkan Belajar Beralas Lantai Bertahun-tahun

Rabu, 24 Juli 2019 14:23 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Siswa di Kabupaten Bogor Dibiarkan Belajar Beralas Lantai Bertahun-tahun, dinas pendidikan kabupaten bogor, sdn kertajaya 2 bogor, siswa harus sekolah beralaskan lantai,

Kondisi siswa SDN Kertajaya 2 Bogor mengkhawatirkan karena belajar beralaskan lantai, Rabu (24/7/2019). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Kondisi memperihatinkan potret dunia pendidikan terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kertajaya 2, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Di sekolah ini, anak-anak yang mestinya bisa belajar dengan nyaman justru harus rela belajar tanpa menggunakan bangku sekolah.

Murid SDN Kertajaya 2 belajar dengan duduk beralaskan lantai. Meja belajar yang harusnya berdiri tegak ditelentangkan ke lantai agar dapat dijangkau oleh murid. Dalam satu meja digunakan oleh 2 hingga 3 murid.

AYO BACA : Hari Anak Nasional, Kementan Kenalkan Wisata Pertanian Kepada Anak-anak di Bogor

SDN Kertajaya 2 memiliki 6 ruang kelas dengan total jumlah murid sebanyak 267 orang. Dari keseluruhan ruang, kondisi kelas 5 menjadi yang paling mengkhawatirkan. Di kelas ini, bangku sekolah tak terlihat sama sekali sementara 5 kelas lainnya memiliki bangku dengan kondisi tak layak pakai.

Kepala sekolah SDN Kertajaya 2 Mulyana mengatakan, kondisi memprihatinkan di sekolahnya ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.

AYO BACA : Sekolah Ibu Sabet Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019

"Saya disini dari Februari tahun 2017, dari dulu sudah seperti ini kondisi sekolahnya, dari tahun 2015 gak ada kursinya. Bahkan waktu saya kesini itu acak-acakan semua, gak ada kursi dan meja yang layak pakai," katanya ditemui di ruang kepala sekolah, Rabu (24/7/2019).

Dia mengatakan, kondisi sekolah yang kekurangan kursi itu telah dilaporkan kepada pemerintah setempat. Pihak sekolah telah mengirim proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor namun hingga kini belum ada bantuan yang disalurkan.

"Kami sudah memberikan proposal ke Disdik Kabupaten Bogor pada Juli 2017 dan katanya mau direalisasikan Desember 2018 ternyata sampai sekarang belum ada," katanya.

Belum adanya bantuan dari pemerintah itu sempat membuat pihak sekolah mempertimbangkan untuk meminta sumbangan kepada orang tua murid di tahun ajaran baru. Namun akhirnya urung dilaksanakan karena pada akhirnya pihak sekolah tidak ingin memungut biaya ke wali murid.

"Ya, mudah-mudahan ada bantuan, dari mana aja kita terima agar proses belajar mengajar anak berjalan lancar," tutup Mulyana.

AYO BACA : Kunjungi Bogor, Putra Mahkota Abu Dhabi Tanam Pohon Bersama Presiden

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers