web analytics
  

Sekda Jabar: LRT Tegalluar-Stasiun Bandung Tuntas Mei 2021

Senin, 22 Juli 2019 21:44 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Sekda Jabar: LRT Tegalluar-Stasiun Bandung Tuntas Mei 2021, Sekda Jabar, Iwa Karniwa, LRT Bandung Raya, Tegalluar-Stasiun Bandung,

Sekda Jabar Iwa Karniwa memimpin Rapat Pembahasan Rencana Pembangunan Kereta Api Perkotaan Trase Tegal Luar-Stasiun Bandung dan rencana reaktivasi jalur Kereta Api Garut-Cikajang, di Gedung Sate, Senin (22/7/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa memimpin rapat terkait pembangunan Kereta Api Perkotaan Trase Tegalluar-Stasiun Bandung dan reaktivasi empat jalur kerata api Jawa Barat di Ruang Rapat Ciremai Gedung Sate, Senin (22/7/19).

Dalam rapat tersebut, Iwa mengatakan kereta api Tegalluar-Bandung akan melayani empat stasiun yakni Stasiun Tegalluar, Stasiun Laswi, Stasiun Aljabbar dan Stasiun Bandung dengan jarak tempuh total sejauh 16,2 km.

Terdiri dari empat rangkaian, kapasitas angkut per hari bisa mencapai 16 ribu penumpang dari dua arah. Nantinya, jalur tersebut terkoneksi dengan jalur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan Stasiun Tegalluar sebagai stasiun transitnya.

“Berkecepatan operasional 70 km/jam (Bandung-Cimekar) dan 55 km/jam (Cimekar-Tegalluar), sehingga rata-rata kecepatan 65 km/jam. Waktu tempuhnya 27 menit dan waktu naik turunya penumpang 5 menit, rencana investasi totalnya Rp3,96 triliun,” kata Iwa.

Iwa mengatakan rapat teknis, khususnya dengan Jasa Marga, akan dilakukan lebih lanjut untuk sinkronisasi masterplan jalan tol dalam kota maupun jalan tol jaringan Bandung Raya.

AYO BACA : Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 15 Persen

Namun, lanjut Iwa, ada beberapa hal yang menjadi catatan, di antaranya taraf banding dengan KCIC, kajian fly over atau underpass di persimpangan jalan raya, hingga penambahan implan semen di Stasiun Laswi dan Aljabbar.

“Harapan kami untuk Tegalluar-Stasiun Bandung itu bisa selesai di bulan Mei 2021, artinya selesai satu bulan sebelum selesainya kereta api cepat di bulan Juni 2021,” ujar Iwa.

Adapun terkait reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang, Tahap I meliputi rute Cibatu-Garut sepanjang 19,3 km. Mapping dan sosialisasi rute ini telah dilakukan pada Agustus 2018 dengan total investasi sebesar Rp469,13 miliar.

Proses penertiban lahan 911 kepala keluarga (KK) pun telah rampung 100 persen, sementara tambahan delapan KK masih dalam proses. Pembangunan stasiun serta Masjid Cibatu dan Garut memasuki proses lelang untuk desain dan pembangunan.

Reaktivasi Cibatu-Garut yang pendanaannya masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) investasi pengembangan PT KAI tahun 2019 ini ditargetkan selesai di akhir tahun.

AYO BACA : Iwa Karniwa Sebut Trase 1 LRT Bandung Raya Rp4,1 Triliun

“Dan Tahap II-nya Garut-Cikajang sepanjang 28,2 km yang akan mulai dibangun sekitar 2020-2021. Total investasinya sekitar Rp600-an miliar," tutur Iwa.

“Sedangkan untuk Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 km targetnya 2020-2021, estimasi biaya Rp1,11 triliun. Pra FS (studi kelayakan) selesai, mapping lahan 100 persen juga telah diadakan rapat koordinasi. Pendanaan dalam proses usulan PMN (Penyertaan Modal Negara),” imbuhnya.

Untuk rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 km, proses reaktivasi berlangsung pada 2020-2022 dengan estimasi investasi Rp2,39 triliun. Saat ini, tahap Pra FS sudah selesai dengan mapping lahan 50 persen dan pendanaan dalam proses usulan PMN.

Terakhir, reaktivasi rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km berlangsung pada 2020-2022 dengan jumlah investasi Rp2,712 triliun. Setelah Pra FS selesai di 2017, saat ini progres mapping lahan menjejak 50 persen. 

Untuk rute ini serta Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Bandung, pendanaan bisa melalui tawaran pinjaman dalam rupiah dari Brithish Konsorsium atau proses usulan PMN.

Totalnya, reaktivasi keempat jalur yakni Cibatu-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran-Cijulang, serta Bandung-Ciwidey meliputi jalur sepanjang 178,8 km dengan estimasi biaya Rp7,273 triliun dan ditargetkan rampung seluruhnya di 2022.

Sementara itu, Kepala PT. KAI DAOP II, Saridal, megatakan tujuan reaktivasi jalur kereta api dilakukan karena Jawa Barat mempunyai rute yang strategis. Harapannya, tempat wisata yang dilewati menjadi potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata. Selain itu, reaktivasi kereta juga bisa diharapkan mengatasi kemacetan di kawasan Bandung Raya.

AYO BACA : Pemprov Jabar Akan Sinkronisasi Kereta Cepat dengan LRT Bandung Raya

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Plt Bupati Cianjur: Suplaier Nakal BPNT, Ganti Saja

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 18:47 WIB

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan untuk mengganti suplaier nakal pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT...

Umum - Regional, Plt Bupati Cianjur: Suplaier Nakal BPNT, Ganti Saja, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Suplaier Nakal BPNT,BPNT Kemensos,BPNT di Cianjur

Warga Batulawang Cianjur Terdampak Pergeseran Tanah Siap Direlokasi, A...

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 16:25 WIB

Sebanyak 80 kepala keluarga terdampak pergeseran tanah di Kampung Lengis Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cia...

Umum - Regional, Warga Batulawang Cianjur Terdampak Pergeseran Tanah Siap Direlokasi, Asalkan..., Warga Batulawang Cianjur,Pergeseran Tanah di Cianjur,Relokasi Warga Terdampak Pergeseran Tanah

Kota Tasik Mulai Vaksinasi Covid-19 Pelayan Publik Besok

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 14:51 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk pelayanan publik selain tenaga kesehatan (nakes) di Kota Tasikmalaya rencana dilaksanakan pada...

Umum - Regional, Kota Tasik Mulai Vaksinasi Covid-19 Pelayan Publik Besok, tasikmalaya,Vaksinasi Covid-19,vaksinasi pelayan publik

Pemkab Cianjur Cari Lahan Relokasi untuk 800 KK Terdampak Longsor

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 14:40 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur masih mencari lahan untuk merelokasi sekitar 800 kepala keluarga yang menjadi korban perger...

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Cari Lahan Relokasi untuk 800 KK Terdampak Longsor, cianjur,cipanas,Longsor Cianjur,Pergerakan Tanah Cianjur,Herman Suherman

Mama Koko Wafat, Warga Nahdiyin Cianjur Kehilangan Sosok Ulama Besar

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 14:21 WIB

Rois Syuriah PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur, KH Koko Abdul Qodir Rozy bin KH Fakhruk Rozy meninggal dunia di usia...

Umum - Regional, Mama Koko Wafat, Warga Nahdiyin Cianjur Kehilangan Sosok Ulama Besar, cianjur,Nahdlatul Ulama (NU),Mama Koko,ulama wafat,ulama cianjur,Nahdliyin

Kasus Selesai, Santri Pesantren Persis 67 Benda Tasik Bebas Covid-19

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 13:09 WIB

Klaster Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya sudah selesai. Kini semua santri dan pengajar yang terkonfirmasi posi...

Umum - Regional, Kasus Selesai, Santri Pesantren Persis 67 Benda Tasik Bebas Covid-19, persatuan islam (persis),Covid-19 di pondok pesantren Persis 67 Benda,tasikmalaya,santri terinfeksi covid-19,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya

Puluhan Miras Diduga Milik Tukang Parkir Diamankan Polisi

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 11:47 WIB

Polsek Tawang Polresta Tasikmalaya mengamankan puluhan plastik bening minuman keras (miras) jenis tuak dari halaman gedu...

Umum - Regional, Puluhan Miras Diduga Milik Tukang Parkir Diamankan Polisi, miras,Miras Tasikmalaya,tasikmalaya,polsek tawang,alun-alun kota tasikmalaya

Jawa Barat Sudah Punya 26 Pengurus Cabang Esport

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 11:34 WIB

Tersisa satu pengcab esport di Jawa Barat yang belum diresmikan. Rencananya pekan depan.

Umum - Regional, Jawa Barat Sudah Punya 26 Pengurus Cabang Esport, esport,esport jawa barat,Priangan Timur,tasikmalaya,Garut,banjar,Pangandaran,ciamis,KONI,KNPI

artikel terkait

dewanpers