web analytics
  

Perawatan GBLA Terkendala Wanprestasi dan Pengalihan Aset

Sabtu, 20 Juli 2019 13:49 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Perawatan GBLA Terkendala Wanprestasi dan Pengalihan Aset,  Perawatan GBLA, Wanprestasi, Pengalihan Aset

25 komunitas binaan Dispora maupun komunitas yang peduli terhadap GBLA melakukan bebersih stadion dengan ikhlas tanpa dibayar, Sabtu (20/7/2019). (Eneng Reni/ayobandung)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan masyarakat dari berbagai komunitas menggelar aksi bebersih di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (20/7/2019). Aksi sukarela ini digagas masyarakat untuk membabat rumput liar akibat terbengkalainya stadion kebanggaan Kota Bandung itu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandung, Edi Marwoto mengatakan pihaknya sebagai penanggung jawab atas terbengkalainya Stadion GBLA, mengapresiasi perhatian seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Ini bukti kepedulian masyarakat Kota Bandung yang cinta Kota Bandung, cinta bola, cinta GBLA, dan cinta Persib tentunya. Kami sebagai leading sector, Dispora, menyambut baik. Tentunya Kita membantu sesuai dengan kemampuan yang ada pada kami," ungkap Edi di sela kegiatan bebersih GBLA.

Edi mengatakan dalam kegiatan tersebut ada sekitar 25 komunitas yang tediri atas komunitas binaan Dispora maupun komunitas yang peduli terhadap GBLA. Mereka, kata Edi, melakukan bebersih stadion dengan ikhlas tanpa dibayar.

AYO BACA : Viral Terbengkalai, Warga Bandung Kompak Bebersih GBLA

"Yang penting kita berbuat bagaimana berkarya nyata agar GBLA ini menjadi stadion kebanggaan kita yang asri, indah, aman, nyaman, karena memang disinyalir di rumput ilalang ini ditakutkan ada ular, atau lainnya kita juga tidak ingin warga sekitar menjadi korban. Kami juga mengucapkan terima kasih tentunya Insyaallah ini akan secara rutin," katanya.

Disinggung soal titik awal permasalahan terbengkalainya stadion, Edi menyebut, pihaknya terkendala dalam biaya anggaran untuk perawatan GBLA. Apalagi, kata dia, saat ini GBLA belum sepenuhnya menjadi aset Pemerintah Kota Bandung karena terkendala wanprestasi serah terima dari pihak PT Adhi Karya. Untuk diketahui, perawatan selama setahun GBLA ini, kata Edi, dibutuhkan anggaran dana sebesar Rp1,2 miliar untuk biaya listrik stadion, dan perawatan lainnya.

"Kemarin juga ada defisit di APBD Kota Bandung, sehingga ada beberapa hal krusial yang perlu saya sampaikan kepada masyarakat, yang kemarin itu viral adalah di tahap tiga dan dua yang memang belum diserahkan ke pemkot Bandung yang dalam hal ini Dispora sehingga kita tidak bisa mengganggarkan itu karena itu belum aset milik kita karena belum diserahkan ke pemkot," katanya.

Dengan demikian, ia mengatakan akan berkoordinasi sesegera mungkin dengan pihak PT Adhi Karya untuk mencari solusi terkait penyerahan seluruhnya aset GBLA. Akan tetapi ia belum memastikan target kapan penyerahan aset tersebut bisa dilakukan.

"Pemkot akan ferus berkomunikasi supaay terua kita jemput bola lah, supaya ada akselesari dalam. proses ini sehingga tidak akan ada kendalan dlaam pengelolaannya. Keinginan kita tidak ada target ya, memang target itu harus akhir tahun. Tapi kita akan progres lebih cepat, kita fokus kesana apalagi kita sudah beberapa kali rapat khusus untuk GBLA, sehingga  tentunya ada  progres dan evaluasi, mana yang perlu kita selesaikan, dsn dipersiapkan secara administrasi untuk apakah kedepan akan dikerjasamakan atau tidak," kata Edi.
 

AYO BACA : Yana: GBLA Tak Terawat Karena Anggaran Terbatas

Editor: Andres Fatubun
dewanpers