web analytics
  

Dua Buaya Liar Buat Panik Warga Permukiman Bogor

Selasa, 16 Juli 2019 13:47 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Dua Buaya Liar Buat Panik Warga Permukiman Bogor, buaya liar, buaya bogor,

Warga bersama petugas BPBD tengah mencari buaya yang berkeliaran di Kelurahan Loji, Bogor, Selasa (16/7/2019). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak dua ekor buaya resahkan warga Kota Bogor dikarenakan memasuki kawasan pemukiman warga di RT 001/ RW 001, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat.

Salah seorang warga, Daup mengaku melihat dua ekor buaya itu sejak sebelum bulan Ramadan atau pertengahan Mei 2019. Dia melihat buaya berkeliaran di aliran Kali Cibanten dan gorong-gorong saluran air depan cucian motor miliknya.

"Saya lihat sebelum bulan puasa, awalnya lihat yang ukuran kecil, udah lama di gorong-gorong itu sebelum bulan puasa. Makin kesini makin banyak orang tuh yang lihat. Setelah itu hampir setiap hari saya lihat, bahkan tadi saya lihat juga," katanya ditemui Ayobogor.com di Kelurahan Loji, Selasa (15/7/2019).

AYO BACA : Wali Kota Beberkan Prioritas Pembangunan Bogor 5 Tahun ke Depan

Dia mengatakan, seekor buaya telah berhasil ditangkap oleh warga namun buaya lainnya masih menghantui warga dan saat ini tengah diupayakan dicari oleh BPBD Kota Bogor bersama warga.

"Buaya yang satu lagi itu masih di selokan, tadi pagi saya lihat, biasanya kalau ada saya kasih tau sama orang-orang tapi kalau lihat orang dia lari," katanya.

Buaya yang masih dicari itu menurut Daup mempunyai panjang 70 sentimeter.

AYO BACA : Harga Tiket PS Tira Persikabo vs Persija Mahal, Jakmania Ancam Boikot!

Warga menurut Daup, tak mengetahui darimana datangnya buaya tersebut. Mereka hanya mengetahui tiba-tiba buaya muncul terlihat di saluran air.

"Lokasinya di sini aja, kalau semalem sempat keluar gorong-gorong  mungkin cari makan, tapi ujungnya balik lagi ke sini. Pas nongol kelihatan badannya nongol, perutnya di dalem air," katanya.

Warga, sambung Daup, telah lama mencari buaya itu untuk ditangkap agar merasa nyaman namun binatang itu tak kunjung tertangkap. Sejauh ini menurutnya tak ada korban termasuk ternak warga yang hilang namun mereka tetap resah dengan keberadaan binatang itu.

"Harapan warga ya, supaya da yang cepat bisa nanganin, ya supaya aman, kalo buaya kan makin lama besar ya. Bahaya anak kecil. Sekarang ya ada bantuan dari BPBD ikut nyari," tukasnya.

AYO BACA : Baranangsiang Jadi Stasiun Akhir LRT di Bogor

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Sukabumi Optimis Tak Ada Lagi Kebiasaan BAB Sembarangan

Regional Senin, 14 Juni 2021 | 06:02 WIB

Kabupaten Sukabumi optimis dapat meraih sertifikat 100% Open Defecation Free (ODF) artinya tidak ada BAB sembarangan.

Umum - Regional, Sukabumi Optimis Tak Ada Lagi Kebiasaan BAB Sembarangan, BAB sembarangan,Bebas BAB Sembarangan,Sukabumi,Sertifikan ODF,Sanitasi

BOR 7 Provinsi di Atas 50%

Regional Senin, 14 Juni 2021 | 05:50 WIB

Meningkatnya kasus Covid-19 usai libur lebaran membuat tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit naik. Ada tu...

Umum - Regional, BOR 7 Provinsi di Atas 50%, BOR Jabar,keterisiab Rumah Sakit,COVID-19,Covid-19 nasional,Covid-19 Jabar

1 Ton Sampah Diangkut dari Jalur Gede-Pangrango

Regional Senin, 14 Juni 2021 | 05:37 WIB

Satu ton lebih sampah diangkut dari dua jalur pendakian Gunung Gede-Pangrangoyang berada di wilayah Kabupaten Cianjur,...

Umum - Regional, 1 Ton Sampah Diangkut dari Jalur Gede-Pangrango, Gunung Gede Pangrango Cianjur,Taman Gunung Gede Pangrango,Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,Taman Gunung Gede Gede Pangrango,Gunung Gede Pangrango,sampah

Klaster Industri Sebabkan Kasus Covid-19 di Karawang Meningkat

Regional Senin, 14 Juni 2021 | 05:31 WIB

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang menyatakan kasus positif Covid-19 di kabupaten itu meningkat. Hal tersebut...

Umum - Regional,  Klaster Industri Sebabkan Kasus Covid-19 di Karawang Meningkat, COVID-19,Covid-19 Karawang,pemkab karawang,klaster industri,Klaster industri karawang

Gunung Ciremai Jadi PLTP, Pemerintah Mesti Tuntas Sosialisasikan Dampa...

Regional Minggu, 13 Juni 2021 | 21:00 WIB

Ketidaksepahaman antara pemerintah dan warga sering terjadi karena proses sosialisasi dan konsultasi publik tidak berjal...

Umum - Regional, Gunung Ciremai Jadi PLTP, Pemerintah Mesti Tuntas Sosialisasikan Dampaknya, Gunung Ciremai,PLTP,walhi,Kuningan

Pungli di Curug Bidadari Keterlaluan, Biaya Berlibur Jadi Mahal

Regional Minggu, 13 Juni 2021 | 20:30 WIB

 Kisaran biaya berlibur di Curug Bidadari sedang viral saat ini.

Umum - Regional, Pungli di Curug Bidadari Keterlaluan, Biaya Berlibur Jadi Mahal, Biaya Berlibur,Curug Bidadari,Pungli,Kabupaten Bogor,Kecamatan Babakan Madang

Berantas Premanisme dan Pekat, Patroli Kota Tasikmalaya Ditingkatkan

Regional Minggu, 13 Juni 2021 | 19:30 WIB

Selain mengantisipasi aksi premanisme, target atau sasaran dari patroli tersebut juga untuk meminimalisir aksi kriminali...

Umum - Regional, Berantas Premanisme dan Pekat, Patroli Kota Tasikmalaya Ditingkatkan, Premanisme,Pekat,Patroli,Kota Tasikmalaya,Polres Tasikmalaya Kota

Kadisdik Jabar Jamin Pelaksaan PPDB Berjalan Baik

Regional Jumat, 11 Juni 2021 | 18:27 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Jawa barat Barat, Dedi Supandi memantau langsung pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru alias...

Umum - Regional, Kadisdik Jabar Jamin Pelaksaan PPDB Berjalan Baik, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi,PPDB Jawa Barat,PPDB SMA SMK 2021

artikel terkait

dewanpers