web analytics
  

Suhanan Jadikan Drum Bekas Menjadi Furnitur Bernilai Guna Tinggi

Sabtu, 13 Juli 2019 16:52 WIB Erika Lia
Umum - Unik, Suhanan Jadikan Drum Bekas Menjadi Furnitur Bernilai Guna Tinggi, Suhanan, Drum Bekas, daur ulang, sampah, kursi, Tinggi, guna,

Hasil karya Suhanan, warga Blok Karang Desa RT 07 RW 02, Desa Cengkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang meningkatkan nilai guna drum bekas, salah satunya sebagai meja dan kursi dengan warna yang cantik. (Erika Lia/Ayo Media Network)

DUKUPUNTANG, AYOBANDUNG.COM—Seorang pria bernama Suhanan (42), warga Blok Karang Desa RT 07 RW 02, Desa Cengkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengubah drum bekas menjadi sejumlah benda bernilai guna lebih tinggi.

Selama tiga tahun terakhir, pria yang akrab disapa Enon ini menyulap drum bekas menjadi kursi, meja, lampu, rak buku, wastafel, tempat sampah, alat bakar sampah sederhana, dan lain-lain. Sebuah representasi dari karya-karyanya dia wujudkan dengan mendirikan galeri bernama Usaha Kreatif Tongtong Enon.

"Semula saya hanya coba-coba beli drum bekas yang dibuat kursi untuk diri sendiri. Tapi lama-lama banyak orang yang tahu dan minta, saya pun kepikiran memasarkannya," kata pria beranak tiga ini kepada Ayocirebon.com (Ayo Media Network), Sabtu (13/7/2019).

AYO BACA : Pria Palestina Ini Mendaur Ulang Bom Menjadi Pot Bunga dan Tasbih

Enon kemudian merekrut tiga karyawan yang membantunya mengubah drum-drum bekas tersebut. Semula, Enon hanya mengubah drum bekas menjadi sejumlah furnitur seperti meja, kursi, maupun rak.

Pembuatan satu set meja dan kursi memakan waktu sekitar sepekan. Saat ini, tak hanya rumah tangga, pesanan meja dan kursi dari drum bekas pun datang dari para pemilik kafe, perkantoran, taman, hingga pengelola obyek wisata.

"Pesanan sekarang tak hanya dari Cirebon dan sekitarnya saja, tapi ada juga dari Bandung, Bekasi, Jakarta, dan Bali," cetusnya.

AYO BACA : Futurecraft.Loop, Sepatu yang Bisa Didaur Ulang 100%

Enon mengaku tak kesulitan memperoleh bahan baku drum bekas. Menurutnya, limbah dari pabrik-pabrik di Cirebon masih sangat banyak dan kurang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat pada umumnya.

Selama ini, dia membebaskan pelanggannya memilih bentuk dan warna pesanan dari drum bekas. Kebebasan itu membuatnya tak jarang menerima pesanan dengan bentuk yang 'langka'.

"Tapi saya tidak bisa menolak pelanggan yang ingin membentuk drum bekas dengan model yang belum pernah saya buat kan. Saya malah semangat mengulik cara untuk memenuhi kepuasan selera pembeli," tuturnya.

Untuk ini, dia kerap menjadikan internet sebagai bahan referensi. Harga kursi dan meja Tongtong Enon sendiri bervariasi. Satu paket kursi meja ukuran sedang dibanderol Rp850.000, sedangkan satu paket ukuran besar berkisar Rp2 juta-Rp3,5 juta.

"Banyak juga yang memesan kursinya saja, seharga sekitar Rp125.000-Rp850.000. Tergantung ukuran dan bentuk," tandasnya.

AYO BACA : Mahasiswa Unpad Daur Ulang Kulit Jeruk Jadi Pembasmi Jentik

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers