web analytics
  

Mendikbud Nilai PPDB Zonasi Cegah Kecurangan

Senin, 8 Juli 2019 14:11 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Nasional, Mendikbud Nilai PPDB Zonasi Cegah Kecurangan, Mendikbud, PPDB, ppdb kota bandung, Zonasi, Kecurangan, licik, pelanggaran,

Dok. Calon siswa didampingi orang tua mengikuti hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 8 Bandung, Jalan Selontongan, Kota Bandung, Senin (17/6/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB berbasis zonasi mencegah terjadinya kecurangan di sekolah.

"PPDB ini salah satu cara mencegah kecurangan. Sama halnya seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada UN," ujar Mendikbud dalam seminar di Jakarta, Senin (8/7/2019).

AYO BACA : Kisruh PPDB SMA: Dosen Diduga Palsukan Alamat

Sebelum dilaksanakan UNBK, kata dia, kecurangan kerap terjadi. Mendikbud menyebut ada di suatu daerah yang soal ujiannya tidak sampai di sekolah, dan dikerjakan di kecamatan karena jarak ke sekolahnya mencapai empat jam dan beda pulau pula. Akhirnya, soal UN yang masih berbasis kertas itu dikerjakan selain siswanya.

"Begitu sekolah yang UN pakai kertas ganti ke UNBK nilainya langsung turun," kata dia.

AYO BACA : Puluhan Orang Tua Murid Aksi Soal Zonasi PPDB di Balai Kota Bandung

Ia menambahkan, memang kualitas pendidikan penting, namun apa artinya jika tidak jujur. Dengan nilai UN yang salah, langkah yang diambil untuk perbaikan pendidikan juga salah.

Oleh karena itu, katanya, hasil yang diraih dengan jujur menentukan langkah perbaikan apa yang diambil. Begitu juga dengan PPDB, yang sebelumnya banyak terjadi praktik kecurangan, namun dengan sistem zonasi hal itu tidak terjadi lagi.

"Banyak yang harus diselesaikan, seperti praktik curang pada PPDB, jual beli kursi, titipan pejabat hingga ada kepala sekolah yang sengaja membuka kelas tambahan padahal PPDB telah selesai," katanya.

AYO BACA : Ridwan Kamil: Pelanggar Aturan PPDB Akan Didiskualifikasi

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers