web analytics
  

Ratusan Hiu dan Pari Terbelit Sampah Plastik yang Dibuang Manusia

Sabtu, 6 Juli 2019 06:41 WIB Andres Fatubun
Umum - Internasional, Ratusan Hiu dan Pari Terbelit Sampah Plastik yang Dibuang Manusia, Ratusan Hiu, Pari, Sampah Plastik

Ikan hiu dan hewan laut lainnya yang terjerat jaring.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah studi menemukan lebih dari 1000 ekor ikan hiu dan pari terjerat dalam puing-puing plastik yang akan mempengaruhi ekosistem

Para ilmuwan di University of Exeter menemukan laporan 1.116 makhluk laut yang terperangkap dalam sampah plastik di lautan, setelah menjelajahi studi yang ada dan media sosial.

Jumlah hewan yang terjerat kemungkinan akan terus meningkat, kata para peneliti. Puing-puing dari polusi darat dan membuang alat tangkap akan mendapat "ancaman yang sangat serius dan akan dilaporkan".

Para peneliti khawatir masalah ini kelewat batas oleh ancaman, seperti penangkapan ikan yang berlebihan.

"Karena ancaman penangkapan ikan hiu dan pari secara langsung, dan 'bycatch' (penangkapan tidak sengaja saat memancing untuk spesies lain), masalah keterikatan mungkin sedikit kelewat batas," kata Profesor Brendan Godley, koordinator dari The University's Marine Strategy.

"Kami bersiap untuk memperbaiki masalah ini. Penelitian ini menggunakan Twitter untuk mengumpulkan data, dan hasil dari situs media sosial mengungkapkan keterjeratan spesies  yang tercatat maupun yang tidak dicatat dalam makalah akademis."

Puluhan spesies yang terjerat yaitu hiu paus, hiu putih, hiu macan dan hiu jemur. Mayoritas keterjeratan ini karena adanya alat tangkap atau alat pancing yang ditinggalkan, hilang dan dibuang ke dalam laut.

Ada juga laporan tentang makhluk-makhluk yang digolongkan sebagai elasmobranch, terperangkap dalam sampah plastik, bekas kemasan, jaring dan pakaian.

Para ilmuwan mengakui bahwa keterikatan adalah "ancaman yang jauh lebih kecil" daripada penangkapan ikan komersial, tetapi mengatakan itu tetap menjadi "masalah kesejahteraan hewan utama".

Tulisan penelitian ini, yang diterbitkan dalam Endangered Species Research, "Jika elasmobranch rentan terhadap keterikatan pada puing-puing antropogenik, ini dapat memiliki implikasi negatif potensial pada populasi yang menurun dengan cepat.

"Keterikatan hewan laut dapat menyebabkan kelaparan, mati lemas, imobilisasi, dan pada akhirnya kematian, menjadikan ini benar-benar masalah kesejahteraan hewan, jika bukan dari relevansi konservasi."

Mereka mengatakan bahwa ada kekhawatiran untuk melihat laporan tentang keterikatan hiu paus yang dibuat di media sosial, dibandingkan dengan tidak ada dalam penelitian yang dipublikasikan.

Mereka menambahkan masalah ini menekankan bahwa keterjeratan berdampak pada jumlah spesies yang jauh lebih besar skalanya.

Para peneliti telah bekerja dengan Shark Trust, sebuah badan amal yang berbasis di Plymouth, untuk membuat formulir laporan online untuk mengumpulkan data tentang keterikatan. (Nadiah Hamdan)

Editor: Andres Fatubun
dewanpers