web analytics
  

Penembak Korban Tewas Aksi 22 Mei Gunakan Senjata Nonorganik

Jumat, 5 Juli 2019 20:10 WIB Dadi Haryadi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) bersama Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kanan) memberikan keterangan saat rilis pengembangan hasil penyidikan perkara kerusuhan tanggal 21-23 Mei 2019 di Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7/2019). Hingga kini polisi telah mengamankan sebanyak 447 tersangka terkait perkara kerusuhan tanggal 21-23 Mei 2019. (ANTARA)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Penembak korban tewas dalam kericuhan 22 Mei, Harun Al Rasyid, yang hingga kini belum tertangkap menggunakan senjata nonorganik atau senjata bukan untuk keperluan militer.

"Harun Al Rasyid itu sudah dilakukan autopsi dan memang ditemukan adanya proyektil peluru yaitu 9x17 milimeter atau 0380 automatic yang diduga ini adalah senjata dari nonorganik Polri," tutur Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (5/7/2019).

AYO BACA : Polisi: 2 Korban Tewas Aksi 22 Mei Tertembak dari Jarak Dekat

Polisi telah melakukan uji balistik terhadap dua proyektil yang ditemukan di badan saat autopsi, yakni proyektil dalam tubuh Harun Al Rasyid berkaliber 9,17 mm dan Abdul Aziz berkaliber 5,56 mm.

Sementara untuk penembak Harun Al Rasyid, polisi telah mengantongi ciri-cirinya, yakni tinggi badan 175 cm, berbadan kecil dan berkulit muka gelap.

AYO BACA : Korban Aksi 22 Mei Capai 737 Orang, 8 Meninggal

Dari penyelidikan diketahui arah tembakan pelaku miring sejauh 11 meter sebelah kanan korban sehingga tembakan mengenai lengan kiri menembus dada Harun Al Rasyid.

Sementara posisi personel kepolisian yang melakukan pengamanan massa saat Aksi 22 Mei berada di depan dengan jarak sekitar 100 meter.

Untuk diketahui, Harun Al Rasyid (15) warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah terlibat kericuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam.

Harun, meninggal setelah nyawanya tak tertolong ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat.

AYO BACA : Empat Korban Kerusuhan 22 Mei Dipastikan Tewas Karena Peluru Tajam

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers