web analytics
  

Dibutuhkan Pasar, Sertifikasi Pesawat N-219 Harus Segera Rampung

Senin, 24 Juni 2019 19:58 WIB Nur Khansa Ranawati
Bisnis - Finansial, Dibutuhkan Pasar, Sertifikasi Pesawat N-219 Harus Segera Rampung, PT DI, Pesawat N219,

Pesawat N219. (Nurtanio/ Wikipedia)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Pesawat penumpang yang didesain untuk penerbangan ke pedalaman buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), N-219 saat ini masih berada pada tahap perampungan sertifikasi. Pesawat dengan kapasitas 19-20 orang tersebut ditargetkan dapat selesai melewati serangkaian tahap sertifikasi pada tahun ini.

N-219 yang dinamai 'Nurtanio' oleh Presiden Joko Widodo tersebut dibuat dengan kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Kepala Lapan Thomas Djamaluddin berharap sertifikasi pesawat tersebut dapat segera selesai agar dapat segera masuk ke tahap produksi.

"Pesawat N219 ditargetkan tahun ini selesai sertifikasinya, supaya tahun depan bisa masuk produksi. Jam terbang yang ditargetkan sekitar 340 jam, saat ini sebagian sudah dilakukan. Mudah-mudahan target itu bisa tercapai," ungkapnya sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (24/6/2019).

Sementara itu, pada pertengahan tahun 2019 ini, pesawat tersebut masih berprogres menuju sertifikasi. Dana digadang-gadang menjadi hal yang tengah dibutuhkan PTDI dan LAPAN untuk meneruskan proses sertifikasi.

AYO BACA : PT Dirgantara Indonesia Targetkan Sertifikasi Pesawat N219 Maret 2019

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada awal tahun ini mengatakan pihaknya telah mendiskusikan kebutuhan anggaran tambahan untuk melangsungkan test flight dan investasi bagi perluasan kapasitas pabrik N219.

"2019 ini tambahan anggaran untuk test flight sama upaya mencari investasi untuk perluasan kapasitas pabrik di N219 sendiri. Kalau yang test 50 miliar. Kalau yang pengembangan ada lah hitungan berapa ratus miliar. Nanti kita cari," jelasnya di Jakarta sebagaimana dilansir Liputan6.com.

Menanggapi hal tersebut, salah satu akademisi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) kelompok keahlian Desain, Operasi dan Perawatan Pesawat Terbang, Mahardi Sardono mengatakan dirinya berharap proses sertifikasi tersebut segera rampung.

Pasalnya, dia mengatakan, kebutuhan pasar terhadap pesawat tersebut cukup besar. Pesawat dengan kapasitas dan spesifikasi serupa yang saat ini tersedia di pasaran memiliki harga yang jauh lebih tinggi.

AYO BACA : N219 Lebih Unggul Dibanding Twin Otter? Ini Penjelasannya

"Kebutuhan pasar cukup besar. Untuk kebutuhan 20 penumpang saat ini hanya ada Twin Otter yang hargaya jauh lebih tinggi dibanding N219," jelasnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Senin (24/6/2019).

Dia mengatakan, N219 memiliki kemampuan untuk menghubungkan bandara-bandara kecil di kabupaten. Hal ini dapat meningkatkan konektivias antar daerah di Indonesia.

"Pesawat ini akan dapat menghubungkan ke bandara-bandara kecil kabupaten terutama di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Juga beberapa di Sumatera. Nanti juga ada varian high elevation di pegunungan tinggi dan versi amphibi yang dapat beroperasi di landasan air water base," jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini perampungan proyek tersebut masih terkendala sertifikasi. Dirinya berharap, selain dapat segera tersertifikasi, N219 Nurtanio juga dapat segera diproduksi dan dijual.

"Sekarang kan masalah masih di sertifikasi. Dana-nya tidak cukup. Saya berharap bisa segera selesai secara teknis, tersertifikasi, dan laku minimal 50 pesawat," ungkapnya.

AYO BACA : Pesawat N219 Diminati Dunia

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers