web analytics
  

Jaksa Tolak Pledoi Bahar bin Smith

Senin, 24 Juni 2019 19:44 WIB Anya Dellanita
Bandung Raya - Bandung, Jaksa Tolak Pledoi Bahar bin Smith, Sidang, Habib Bahar bin Smith, Jaksa,

Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan beragenda replik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, Senin (24/6/2019). (Anya Dellanita/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Jaksa penuntut umum (JPU) menolak nota pembelaan Bahar bin Smith. Hal tersebut diutarakan dalam sidang lanjutan beragenda replik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, Senin (24/6/2019).

Alasan jaksa menolak nota pembelaan tersebut karena perbuatan Bahar adalah tindak pidana. Karena itu, jaksa tetap mempertahankan tuntunannya. 

Kami dengan tegas menolak nota pembelaan. Kami menyatakan tetap pada surat tuntutan dengan harapan majelis mempertimbangkan surat tuntutan kami, ujar jaksa dalam ruangan sidang.

Jaksa juga mengatakan tim telah mempelajari semua materi pleidoi. Mereka juga mengatakan kalau tim penasihat hukum Bahar yang kurang cermat dalam menguraikan tuntutan jaksa. 

AYO BACA : CAJ Akui Pura-pura jadi Bahar bin Smith Karena \'Nge-fans\'

Materi yang diuraikan dalam pleidoi telah kami pelajari dan sudah terjawab di surat tuntutan. Mungkin tim penasihat hukum kurang cermat terhadap apa yang kami uraikan dalam tuntutan, ujar jaksa.

Jaksa lalu menjelaskan beberapa hal terkait tuntutan jaksa yang dianggap sudah seusai dengan fakta-fakta persidangan yang ada. Misalnya, uraian tentang perbuatan Bahar pada kedua korban, CAJ dan MKU.  

Saksi korban sudah membenarkan keterangan yang sudah disampaikan di BAP penyidik. Hal itu oleh saksi korban terungkap di persidangan. Fakta itu sudah kami tuangkan di analisa yuridis, kata jaksa.

Sehingga keliru kalau mengatakan fakta hukum yang disampaikan tidak sesuai. Penuntut umum konsisten, serius dan fair mengungkap fakta persidangan dalam surat tuntutan pidana, tambahnya.

AYO BACA : Jaksa Kejati Anggap Hukuman 6 Tahun Sesuai untuk Bahar bin Smith

Poin kedua adalah tentang 4 saksi meringankan yang dihadirkan kuasa hukum Bahar. Menurut jaksa, 4 saksi tersebut bukanlah saksi yang melihat langsung kejadian di Bogor, mereka hanya menjelaskan tentang kejadian di Bali. Karena itu, mereka tidak dapat menghapus pebuatan Bahar.

Poin terakhir adalah perihal usia salah satu korban, MKU yang dianggap sudah dewasa. Jaksa mengungkapkan mereka berpegang pada Pasal 1 angka (1) Undang-undang 35 tentang perlindungan anak yang menjelaskan batas usia anak adalah 18 tahun.

Bahwa apabila tim penasihat hukum berpendapat tidak ada bukti formil akta kelahiran itu tidak beralasan. Bukti surat kartu keluarga yang disampaikan Disdukcapil bahwa korban lahir 13 Desember 2001 dan kejadian 1 Desember 2018. Sesuai pendapat ahli, setelah pengecekan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) didapat saksi korban MKU adalah anak dan belum mencapai 18 tahun, ujar jaksa.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Bahar bin Smith ditangkap karena melakukan penganiayaan terhadap 2 remaja, CAJ dan MKU. Bahar mengaku menganiaya kedua korban lantaran kesal mereka mengaku sebagai dirinya.

Atas perbutannya, Bahar dituntut hukuman penjara selama 6 tahun dipotong masa tahanan. Selain itu, Bahar juga didenda Rp50 juta subsidar 3 bulan kurungan.

AYO BACA : Sidang Bahar bin Smith: Singgung Jokowi, Hakim Potong Keterangan Saksi

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 23:19 WIB

Memasuki PPKM Mikro tahap ketujuh 4-17 Mei 2021, Jawa Barat memiliki dua zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Ko...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus Covid, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Kasus Covid-19 di Jabar,Zona merah di Jawa Barat,KBB Zona Merah,Kota Tasikmalaya Zona Merah

Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad mempetahankan status smart city yang telah dipegangnya. Bahkan Pemkot Bandung...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia, Pemkot Bandung,Smart City,Eden Strategy Institute

Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalik...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:04 WIB

Selama dua hari penyekatan pada masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, petugas gabungan kabupaten/kota berhasil memutar ba...

Bandung Raya - Bandung, Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalikkan , Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Hari Kedua Larangan Mudik,Kendaraan Diputarbalikkan,Larangan Mudik di Jabar,Mudik Aglomerasi Dilarang,mudik lokal dilarang

Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 21:53 WIB

Pemerintah Kota Bandung memberikan penghargaan kepada camat dan lurah berprestasi dalam pemungutan pembayaran Pajak Bumi...

Bandung Raya - Bandung, Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga, Pemkot Bandung,PAD Kota Bandung,pajak kota bandung,PBB Kota Bandung

Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:44 WIB

Ketua Umum Sundawani Wirabuana, Robby Maulana Zulkarnaen, mengimbau kepada masyarakat Sunda di Indonesia untuk beradapta...

Bandung Raya - Bandung, Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu, Sunda Nusantara,Romantisme Masa Lalu,Sundawani Wirabuana,Orang Sunda,masyarakat Sunda

Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:35 WIB

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin), Elly Wasliah memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung mal k...

Bandung Raya - Bandung, Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes, Kings Shopping Center,Pengunjung Memadati Kings,Kings Ramai Pengunjung

Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 16:39 WIB

Menurut Robby, kasus fenomena Sunda Nusantara kurang-lebih memiliki persamaan dengan Sunda Empire yang sempat menggegerk...

Bandung Raya - Bandung, Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,kekaisaran sunda nusantara,Sunda Empire

Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteu...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 14:51 WIB

Di antara kendaraan dengan pelat nomor selain D yang lolos pemeriksaan, kendaraan dengan pelat nomor B adalah yang palin...

Bandung Raya - Bandung, Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteur, pos penyekatan Pasteur,pos penyekatan Bandung,Larangan Mudik Lebaran 2021,larangan mudik Bandung,pemudik masuk Bandung,Bandung

artikel terkait

dewanpers