web analytics
  

Mendengarkan Musik Dapat Mengasah Otak Bayi Prematur

Senin, 24 Juni 2019 09:53 WIB Andres Fatubun

Ilustrasi bayi prematur. (kixi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bayi prematur memiliki risiko terkena gangguan neuropsikologis tertentu. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan ketika bayi mendengarkan musik, jaringan saraf mereka akan berkembang lebih baik.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa ketika bayi mendengarkan musik jaringan saraf yang berfungsi pada sensorik dan kognitif akan berkembang jauh lebih baik. 

Unit Perawatan Intensif Neonatal di HUG menampung sekitar 80 anak dalam setahun yang lahir antara 24 dan 32 minggu kehamilan. Sebagian besar bayi tersebut berkondisi baik dan sebagian lain mengalami gangguan perkembangan saraf seperti sulit belajar dan gangguan emosi.

Musik adalah pilihan efektif untuk melatih pendengaran bayi yang sudah aktif mendengar sejak dini. Menurut penelitian, bayi prematur memiliki tingkat konektifitas yang lebih rendah dari bayi pada umumnya. 

Lara Lordier berkata bahwa musik yang mampu menenangkan bayi bahkan sampai tertidur lelap adalah suara musik seruling India (punji). Seruling yang konon menjadi pemikat ular ini dapat membantu bayi yang sedang gelisah menjadi tenang seketika. 

Sebuah penelitian juga berhasl membuktikan bahwa seorang bayi prematur yang tidak diperdengarkan musik akan memiliki konektivitas dan fungsi otak yang kurang baik dibandingkan bayi yang lahir dengan usia kehamilan normal. (Sofa Marwati)

Editor: Andres Fatubun
dewanpers