web analytics
  

Sasak Cirahong, Saksi Bisu Penjajahan Belanda di Tasikmalaya

Minggu, 23 Juni 2019 09:46 WIB Netizen Netizen
Netizen, Sasak Cirahong, Saksi Bisu Penjajahan Belanda di Tasikmalaya, Tasikmalaya, Delhi van java, Jembatan Cirahong Tasikmalaya

Jembatan Cirahong di Tasikmalaya. (Siska H).

Tasikmalaya, atau Delhi van Java menyimpan banyak potensi wisata. Tidak hanya wisata alam seperti Gunung Galunggung atau wisata kuliner seperti  baso Tasik. Tapi juga wisata sejarah seperti Sasak (Jembatan, bahasa Sunda) Cirahong.

Terletak di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di Manonjaya dan Kabupaten Ciamis (Panyingkiran), jembatan ini dibangun pertama kali pada tahun 1893 dan merupakan sisa dari pembangunan rel kereta api jalur selatan pulau Jawa oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Jembatan dengan panjang 202 meter ini memiliki dwi fungsi. Bagian atas merupakan jalur rel kereta api, dan bagian bawah (dalam) digunakan untuk melintas kendaraan bermotor. Namun karena jembatan ini hanya muat untuk satu jalur, maka kendaraan yang melintas harus antri bergantian melintasinya.

Melintasi jembatan Cirahong bukan hanya sekedar untuk flashback pada sejarah masa lalu, tapi jugadapat  memacu adrenalin anda. Karena meski dibangun dengan konstruksi baja yang rapat, bagian yang dilalui oleh kendaraan bermotor hanya dilapisi dengan papan. Bahkan beberapa papan terlihat bolong di sana-sini. Beberapa kisah horor tentang bunuh diri di jembatan ini pun menjadi tambahan saat melintasi jembatan ini di malam hari.  Tapi tenang, jembatan ini aman untuk dilewati.

Untuk melintasi jembatan ini, biasanya pengendara kendaraan membayar iuran seikhlasnya sebagai biaya perawatan jembatan. Biasanya pengendara sepeda motor membayar Rp 2.000,- dan mobil Rp 5.000,-

Jika anda ingin ke jembatan Cirahong, disarankan untuk datang di sore hari karena pada sore hari di sini banyak warga yang berkumpul untuk sekedar bersantai dan berfoto selfie. (Siska H)

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers