web analytics

3 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Pengobatan Kanker Otak

clockJumat, 21 Juni 2019 10:58 WIB userAndres Fatubun
Gaya Hidup - Sehat, 3 Hal yang Dapat Dilakukan untuk Pengobatan Kanker Otak, Pengobatan Kanker Otak

Ilustrasi pengobatan kemoterapi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pengobatan kanker otak dilakukan berdasarkan beberapa faktor, yaitu usia dan kondisi kesehatan penderita secara umum, juga lokasi, ukuran, dan jenis tumor. Pilihan tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker otak, di antaranya adalah operasi, radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi.

Operasi

Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin dan meredakan gejala kanker otak. Umumnya, operasi dilakukan untuk membantu keberhasilan terapi lainnya. Terdapat beberapa metode operasi kanker otak, antara lain:

Kraniotomi. Dokter akan membelah tulang dari rangka kepala pada lokasi tumor yang diketahui dari pemindaian. Setelah tumor diangkat, potongan tulang akan dipasang kembali menggunakan pengaman berupa briket logam kecil.
Neuroendoskopi. Dalam prosedur ini, tumor akan diangkat melalui lubang kecil yang dibuat pada rangka kepala.

Operasi melalui hidung (transsphenoidal surgery). Operasi ini dilakukan untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituituri, tanpa melakukan pembedahan rangka kepala. Dalam, transsphenoidal surgery, dokter akan memasukkan selang berkamera melalui hidung pasien untuk memotong dan mengeluarkan tumor.

Kemoterapi

Dalam terapi ini, obat antikanker dimasukkan dalam tubuh untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat dilaksanakan pasca operasi untuk mencegah tumor muncul kembali, dan memperpanjang usia harapan hidup penderita. Dalam kemoterapi, obat yang dapat digunakan adalah temozolomide atau vincristine. Untuk pasien anak-anak, dapat diberikan obat cyclophosphamide, vincristine, cisplatin, etoposide, carboplatin, atau methotrexate. Obat-obatan tersebut dapat diberikan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan.

AYO BACA : Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Seks setelah Operasi Caesar

Kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk tablet atau kapsul yang diminum, suntikan pada cairan otak dan tulang belakang, serta suntikan pada pembuluh darah vena. Pelaksanaan kemoterapi dilakukan dalam suatu siklus yang terdiri dari pemberian obat dan masa istirahat. Tiap siklus biasanya berlangsung selama beberapa minggu. Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping berupa mual, muntah, sariawan, kehilangan selera makan, rambut rontok, kulit menjadi sensitif terhadap cahaya matahari, serta tubuh terasa lemah atau lelah. Selain itu, kemoterapi juga dapat meningkatkan risiko infeksi.

Radioterapi

Dalam radioterapi, sinar berenergi tinggi diarahkan pada lokasi tumor untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali. Radioterapi dilakukan untuk menghilangkan tumor yang tidak bisa diangkat dengan cara operasi, serta menurunkan risiko tumor muncul kembali. Radioterapi dilakukan dalam serangkaian terapi, selama 3-7 minggu.

Radioterapi bisa dilakukan dari luar (eksternal) yang ditujukan langsung pada tumor, atau menggunakan kapsul radioaktif yang ditempatkan dalam tumor (internal). Serupa dengan kemoterapi, radioterapi juga memiliki beberapa efek samping. Di antaranya rambut rontok, tubuh lelah, dan rasa tidak enak badan. Selain kedua radioterapi tersebut, terdapat teknik yang disebut stereotactic radiosurgery.

Dengan terapi ini, tumor dapat dihancurkan tanpa membedah rangka kepala. Dokter akan menggunakan bantuan CT scan atau MRI untuk menentukan posisi tumor. Selanjutnya, tumor dipotong dengan mengunakan pisau gamma atau pisau cyber. Radioterapi jenis ini memiliki lebih sedikit komplikasi dibanding operasi biasa, dengan waktu pemulihan yang juga lebih cepat.

Kanker otak dapat tumbuh di beberapa bagian otak yang mengendalikan kemampuan bergerak, bicara, penglihatan, atau proses berpikir. Oleh karena itu, pasca pengobatan diperlukan fisioterapi jika terjadi gangguan fungsi tubuh. Fisioterapi yang bisa dilakukan meliputi terapi fisik untuk mengembalikan fungsi bergerak atau kekuatan otot, terapi okupasi untuk membantu pasien melakukan kegiatan secara normal, serta terapi bicara bagi pasien yang memiliki gangguan bicara.

Peran keluarga dan teman sangat penting dalam membantu penyembuhan penderita. Selain teman dan keluarga, dukungan juga bisa didapat dari konselor, pekerja sosial, atau agamawan untuk membantu membahas apa yang dirasakan dan dikhawatirkan penderita.

 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Buah Ini Usir Hipertensi hingga Penyakit Kronis, Banyak Dijual dan Mur...

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 13:56 WIB

Buah kelengkeng memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, antivirus dan antibakteri yang berkontribusi pada banyak man...

Gaya Hidup - Sehat, Buah Ini Usir Hipertensi hingga Penyakit Kronis, Banyak Dijual dan Murah!, Kelengkeng,Manfaat Kelengkeng,Khasiat Kelengkeng,obat hipertensi,obat alami hipertensi,buah penderita hipertensi,obat darah tinggi,obat alami darah tinggi,buah obat darah tinggi,Daftar Buah Penurun Darah Tinggi,obat alami penyakit kronis,buah obat penyaki

Makanan Ini Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes hingga Kolesterol, Jara...

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 13:01 WIB

Bagi penderita diabetes, konsumsi nasi putih mungkin perlu dibatasi guna mencegah kenaikan gula darah. Untuk menghindari...

Gaya Hidup - Sehat, Makanan Ini Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes hingga Kolesterol, Jarang Disadari!, Nasi Dingin,Manfaat Nasi Dingin,Khasiat Nasi Dingin,Obat Diabetes,Obat Alami Diabetes,Makanan penderita diabetes,Obat Kolesterol,obat alami kolesterol,makanan penderita kolesterol,Tips Mengkonsumsi Nasi Dingin

Tanaman Herbal Ini Obat Nyeri Sendi hingga Diabetes, Jarang Diketahui!

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 12:16 WIB

Sebagian masyarakat Indonesia mungkin belum mengetahui tentang tanaman lempuyang. Padahal, manfaat lempuyang bagi keseha...

Gaya Hidup - Sehat, Tanaman Herbal Ini Obat Nyeri Sendi hingga Diabetes, Jarang Diketahui!, Lempuyang,Manfaat Lempuyang,Khasiat Lempuyang,Obat Diabetes,Obat Alami Diabetes,herbal obat diabetes,obat penderita diabetes,obat nyeri sendi,Obat alami Nyeri Sendi,herbal obat nyeri sendi,obat antikanker,obat alami antikanker

Mau Tingkatkan Imunitas Anak Saat Pandemi? Ayo Lakukan Cara Ini

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 12:14 WIB

Hingga hari ini, total kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 542.236 kasus dan menjadi yang tertinggi keempat di d...

Gaya Hidup - Sehat, Mau Tingkatkan Imunitas Anak Saat Pandemi? Ayo Lakukan Cara Ini, manfaat protein,tingkatkan imunitas anak,cara tingkatkan imunitas anak,cara meningkatkan imunitas anak

Kacang Ini Obat Kolesterol Jahat hingga Diabetes, Bisa Langsung Dikons...

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 11:06 WIB

Meski masih cenderung jarang, hazelnut bisa ditemukan di beberapa supermarket di Indonesia. Kacang bebentuk bulat ini bi...

Gaya Hidup - Sehat, Kacang Ini Obat Kolesterol Jahat hingga Diabetes, Bisa Langsung Dikonsumsi!, Hazelnut,Manfaat Hazelnut,Khasiat Hazelnut,Obat Diabetes,Obat Alami Diabetes,Makanan penderita diabetes,Obat Kolesterol,obat alami kolesterol,makanan penderita kolesterol,Obat Alami Kanker

4 Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh, Jangan Dilakukan!

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 10:35 WIB

Meningkatkan kekebalan tubuh kini menjadi fokus banyak orang di tengah pandemi. Entah itu dengan cara menjaga kebersihan...

Gaya Hidup - Sehat, 4 Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh, Jangan Dilakukan!, Kekebalan Tubuh,cara meningkatkan kekebalan tubuh,kebiasaan penurun Kekebalan Tubuh,kebiasaan buruk penurun sistem imun,penyebab kekebalan tubuh turun

Perlu Dipantau, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal Pasien Covid-19?

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 08:44 WIB

Saturasi oksigen perlu dipantau mengingat sebagian orang yang terkena Covid-19 berisiko mengalami hipoksia tanpa merasak...

Gaya Hidup - Sehat, Perlu Dipantau, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal Pasien Covid-19?, Saturasi Oksigen,Saturasi Oksigen Pasien Covid-19,Cara Membaca Saturasi Oksigen,Cara Mengetahui Saturasi Oksigen,saturasi oksigen normal,Saturasi Oksigen normal pasien covid-19,Isolasi Mandiri,Isolasi mandiri pasien covid-19,Panduan isolasi mandiri

Infeksi Norovirus vs Covid-19, Mana yang Lebih Mematikan?

Sehat Jumat, 23 Juli 2021 | 08:19 WIB

Belum selesai dengan virus penyebab pandemi Covid-19, virus lain mulai muncul mewabah. Salah satunya adalah wabah Norovi...

Gaya Hidup - Sehat, Infeksi Norovirus vs Covid-19, Mana yang Lebih Mematikan?, Norovirus,Bahaya Norovirus,Potensi Kematian Norovirus,Gejala Norovirus,Tanda terinfeksi Norovirus,Norovirus adalah,Perbedaan Norovirus vs Covid-19,Norovirus vs Covid-19,Gejala  Covid-19,tanda infeksi  Covid-19,gelaja umum  Covid-19,obat covid-19,COVID-19
dewanpers
arrow-up