web analytics
  

Akibat Kekeringan, Pemerintah Namibia Lelang 1.000 Hewan Liar

Senin, 17 Juni 2019 13:35 WIB Andres Fatubun
Umum - Internasional, Akibat Kekeringan, Pemerintah Namibia Lelang 1.000 Hewan Liar, Kekeringan. Pemerintah Namibia, Hewan Liar

Ilustrasi hewan liar di Namibia.

WINDHOEK, AYOBANDUNG.COM -- Republik Namibia adalah sebuah negara di Afrika bagian barat daya tepatnya di pesisir Atlantik. Namibia yang dilanda kekeringan akan menjual sedikitnya 1.000 hewan liar, termasuk jerapah, dan gajah untuk mengurangi korban jiwa akibat kekeringan yang membuat kerugian sekitar US$1,1 juta setara Rp15,7 miliar.

"Mengingat tahun ini adalah tahun kekeringan, kementerian lingkungan ingin menjual berbagai jenis spesies hewan dari berbagai kawasan lindung untuk melindungi penggembalaan dan pada saat yang sama juga menghasilkan dana yang sangat dibutuhkan untuk pengelolaan taman dan satwa liar,” jelas Juru bicara kementerian lingkungan hidup, Romeo Muyunda.

Pihak berwenang menyatakan bencana nasional bulan lalu, dan layanan meteorologi di negara Afrika selatan memperkirakan bahwa saat ini di beberapa bagian negara itu menghadapi kekeringan paling mematikan dalam 90 tahun terakhir.

Pemanasan global menyebabkan lebih banyak wilayah mendapat kekeringan di Afrika.

"Kondisi penggembalaan di sebagian besar taman kami sangat buruk dan jika kami tidak mengurangi jumlah hewan, ini akan menyebabkan hilangnya hewan karena kelaparan," kata Muyunda.

Pada bulan April, sebuah laporan kementerian pertanian mengatakan 63.700 hewan mati pada tahun 2018 karena memburuknya kondisi penggembalaan yang disebabkan oleh cuaca kering.

Kabinet Namibia mengumumkan minggu ini bahwa pemerintah akan menjual sekitar 1.000 hewan liar. Mereka termasuk 600 kerbau bebas penyakit, 150 springbok, 65 oryx, 60 jerapah, 35 elang, 28 gajah, 20 impala, dan 16 kudus - semuanya dari taman nasional.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan $1,1 juta setara Rp15,7 miliar yang akan digunakan untuk Dana Perwalian Produk Game milik negara untuk konservasi satwa liar dan pengelolaan taman.

Pemerintah mengatakan saat ini ada sekitar 960 kerbau di taman nasionalnya, 2.000 springbok, 780 oryx, dan 6.400 gajah.

Lelang diiklankan di koran lokal mulai Jumat.

Namibia, negara berpenduduk 2,4 juta orang, sebelumnya telah meminta bantuan untuk keadaan darurat kekeringan yang telah mempengaruhi lebih dari 500.000 orang.

Pada bulan April pemerintah mengumumkan bahwa mereka akan menghabiskan sekitar US$39.400 untuk bantuan kekeringan tahun ini untuk membeli makanan, menyediakan tanker air dan memberikan subsidi kepada petani.(Yuliana Nadiah Hamdan)

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Selundupkan Narkoba ke Lapas, Kucing Ini Ditangkap Polisi

Internasional Senin, 19 April 2021 | 15:03 WIB

Seekor kucing putih ditangkap kepolisian Panama. Kucing tersebut diamankan setelah mencoba menyeludupkan narkoba ke dala...

Umum - Internasional, Selundupkan Narkoba ke Lapas, Kucing Ini Ditangkap Polisi, narkoba,kucing selundupkan narkoba,kucing pengedar narkoba,kucing selundupkan narkoba ke lapas

India Alami Krisis Covid-19, RS Penuh Hingga Oksigen Langka

Internasional Senin, 19 April 2021 | 11:25 WIB

Kementerian Kesehatan India mengatakan akan ada lebih banyak tempat tidur di rumah sakit yang diprioritaskan bagi pasien...

Umum - Internasional, India Alami Krisis Covid-19, RS Penuh Hingga Oksigen Langka, covid-19,covid-19 india,india krisis Covid-19,India

11 Orang Tewas Akibat Kereta Anjlok di Mesir

Internasional Senin, 19 April 2021 | 08:40 WIB

Kereta yang melintas di desa Sandahour, Provinsi Qalyubiya, Mesir, anjlok pada Ahad, 18 April 2021. Akibatnya 11 orang d...

Umum - Internasional, 11 Orang Tewas Akibat Kereta Anjlok di Mesir, Kereta anjlok Mesir,Kereta Anjlok,Kecelakaan Kereta,kecelakaan kereta di mesir

Kematian Covid-19 Global Tembus 3 Juta Jiwa

Internasional Minggu, 18 April 2021 | 07:30 WIB

Amerika Serikat (AS) menempati posisi pertama sebagai negara yang mencatatkan kematian terbanyak, yakni mencapai 566.863...

Umum - Internasional, Kematian Covid-19 Global Tembus 3 Juta Jiwa, Kematian Covid-19,Angka kematian Covid-19,Jumlah kematian Covid-19,kematian Covid-19 dunia,COVID-19

Kerajaan Inggris Gelar Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Internasional Minggu, 18 April 2021 | 06:00 WIB

Ratu duduk terpisah dari anggota keluarga pada upacara sederhana namun suram di Kastil Windsor, sesuai dengan aturan jar...

Umum - Internasional, Kerajaan Inggris Gelar Prosesi Pemakaman Pangeran Philip, Pangeran Philip meninggal,Pangeran Philip dimakamkan,Ratu Elizabeth II,Kerajaan Inggris

Syekh Yusuf Al-Qardhawi Positif Covid-19

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 21:48 WIB

Ulama kenamaan Syekh Yusuf al-Qardhawi dikabarkan terpapar Covid-19. Lewat jejaring sosial twitter resmi. Pendiri Persat...

Umum - Internasional, Syekh Yusuf Al-Qardhawi Positif Covid-19, Yusuf Alqardhawi,Yusuf Alqardhawi positif covid,COVID-19,corona

Proses Pemakaman Pangeran Philip Tertutup dan Terapkan Prokes

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 14:16 WIB

Ratu Elizabeth II akan mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada suaminya, Pangeran Philip, pada upacara pemakaman pad...

Umum - Internasional, Proses Pemakaman Pangeran Philip Tertutup dan Terapkan Prokes, Pangeran Philip,Pemakaman Pangeran Philip,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Pangeran Philip dimakamkan

Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet 

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 08:07 WIB

Mereka mengembangkan embrio monyet yang mengandung sel manusia di laboratorium. 

Umum - Internasional, Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet , embrio,manusia,monyet,Penelitian
dewanpers