web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Rokok Jadi Penyebab Utama Munculnya Kanker Usus

Jumat, 14 Juni 2019 05:58 WIB Fira Nursyabani

Sejumlah warga saat berolahraga di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu (1/9/2018). (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari F Syam mengatakan rokok merupakan faktor risiko utama pada kanker usus. Perokok yang terancam kanker usus tidak hanya perokok aktif, tetapi juga perokok aktif.

"Bukan hanya perokok aktif tapi juga perokok pasif. Beberapa kasus kanker usus yang saya temukan bukan pada perokok tapi orang terdekat dan sekitarnya merokok sehingga mereka yang terkena kanker usus besar tersebut merupakan perokok pasif," ujar Ari, Kamis (13/6/2019).

AYO BACA : Kominfo Resmi Blokir Iklan Rokok di Media Sosial

Dia menambahkan, Indonesia masih menjadi surga perokok karena para perokok bebas merokok di mana saja. Di beberapa kota besar di negara maju sudah sulit untuk mencari tempat untuk merokok.

Faktor risiko kanker lainnya adalah kegemukan, kurang bergerak, dan peminum alkohol. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah, yaitu umur. Umur di atas 50 tahun menjadi batasan umur untuk memulai skrining.

AYO BACA : 6 Dampak Mematikan Rokok Elektrik

Faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis sebelumnya, riwayat penyakit kencing manis atau diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Penyakit kanker usus, awalnya tanpa gejala oleh karena itu buat masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kanker usus besar untuk kontrol ke dokter. Akan dilakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi secara dini penyakit ini.

Gejala yang timbul kalau kanker usus sudah terjadi antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas bahkan apabila teraba benjolan di perut merupakan gejala kanker usus besar.

Pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus ini, katanya. "Kenali faktor risiko, kontrol ke dokter jika mempunyai faktor risiko, kenali gejalanya dan segera berobat ke dokter. Selalu menjaga agar tetap melakukan gaya hidup sehat," ungkap dia.

Penyakit kanker usus besar bisa dicegah dan bisa diobati. Semakin dini ditemukan, semakin baik harapan hidup lima tahun ke depan untuk pasien.

AYO BACA : Pembatasan Iklan Rokok Pengaruhi Perilaku Merokok Masyarakat

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers