web analytics
  

Dewan Pers Siapkan Aturan Rangkul Media Lebih Luas

Rabu, 12 Juni 2019 22:30 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, Dewan Pers Siapkan Aturan Rangkul Media Lebih Luas, Dewan Pers, Media Massa,

Acara Pisah Sambut Anggota Dewan Pers Periode 2016-2019 dengan Periode 2019-2022 di Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019) malam. (ANTARA)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengatakan lembaga yang dipimpinnya berencana membuat aturan baru yang mendukung untuk merangkul media lebih luas, khususnya media daring yang terus bertambah.

Ini peradaban, 20 tahun lalu tidak ada. Seringkali kehadiran media daring, termasuk media sosial, belum masuk rumah besar Dewan Pers. Sekarang zaman berubah, pilihannya memperluas rumah Dewan Pers, tutur Mohammad Nuh dalam acara pisah sambut anggota Dewan Pers Periode 2016-2019 dengan Periode 2019-2022 di Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/6/2019) malam.

Dalam melakukan ekspansi agar dapat merangkul lebih banyak media daring, ia mengatakan tidak perlu sampai mengubah undang-undang yang sudah ada melainkan dengan membuat peraturan baru.

AYO BACA : Mohammad Nuh Terpilih jadi Ketua Dewan Pers 2019-2022

Ekspansi itu, dia sebut, perlu agar tidak ada media yang dinilai sebagai anak haram.

Tentu kalau ndak menjadi liar, padahal anak sendiri. Yang memerankan fungsi media, dalam perubahan peradaban teknologi kita harus menyesuaikan, tutur M Nuh.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan seluruh kegiatan pers harus bermuara untuk menyejahterakan publik melalui peran edukasi yang mencerdaskan.

AYO BACA : Bantu Sesama, PWI Luncurkan Program PWI Peduli

Pers, dia katakan, harus melakukan pemberdayaan terhadap pilar-pilar masyarakat dengan memberikan pencerahan serta mendinginkan suasana.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang turut hadir mengatakan perkembangan media daring dan media sosial sangat besar seiring perkembangan teknologi.

Pergerakan media online luar biasa, mulai cetak, elektronik. Online dan medsos susah ditangani, kata dia.

Dari sekitar 42 ribu media daring yang ada di Tanah Air, kata dia, tidak semuanya dapat dilakukan verifikasi faktual, apalagi jumlahnya masih dapat terus bertambah.

AYO BACA : Dewan Pers: Dalih Kepentingan Bisnis, Media Justru Perkosa Kebebasan Pers

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers