web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cirebon dan 6 Daerah Lain Berpotensi Kekeringan

Rabu, 12 Juni 2019 08:28 WIB Erika Lia

Seorang anak mengambil air bersih di kelik (endapan air dari tanah) kali menyawak Desa Penujah, Kabupaten Tegal, Jateng, Kamis (30/8). (FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor mengeluarkan peringatan dini kekeringan sejumlah daerah di Jawa Barat. Cirebon menjadi salah satunya.

Selain Cirebon, daerah lain se-Jabar yang diperingatkan ihwal ancaman musim kemarau ini yakni Majalengka, Indramayu selatan, Bekasi utara, Garut utara, Sukabumi selatan, dan Karawang utara.

BMKG Stasiun Klimatologi Bogor menyatakan, potensi kekeringan terjadi di tujuh daerah ini akibat ketiadaan hujan berturut-turut 31-60 hari.

"Dalam peringatan dini kekeringan yang disampaikan BMKG Stasiun Klimatologi Bogor per 10 Juni 2019 disebutkan, sejumlah daerah tidak hujan berturut-turut 31-60 hari yang berpotensi kekeringan. Daerah itu Bekasi utara, Karawang utara, Indramayu selatan,  Cirebon, Majalengka, Garut utara, dan Sukabumi selatan," beber prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn.

Khusus untuk Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, potensi kekeringan tersebar di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Cirebon, potensi kekeringan tersebar di Gegesik, Bunder, Luwung Kencana, Tukmudal, Setu Patok selatan, Sindang Laut, Sedong, Wanasaba Kidul, Sindang Jawa, Cangkol, Walahar, Klangenan, Penpen, Mundu Mesigit, Pamengkang, Cibuluh, Karang Asem, dan Kepuh.

Di Kabupaten Indramayu, kekeringan berpotensi terjadi di Gantar, Indramayu, Sukadana, Bondan, Bantar Huni, Jatibarang, Cikedung, Tugu, Terisi, Ujung Garis, dan Tamiang. Sejauh ini, diketahui kekeringan telah melanda areal pertanian di Kecamatan Kandanghaur dan Losarang.

Potensi kekeringan di Majalengka sendiri terjadi di Rentang, Banjaran, Rawa, Sunia, Leuweunggede, Talaga, Cikijing, Majalengka, Werasari, Cirenang, Maja, Bpp Kertajati, Raja Galuh, PG Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, dan Bpp Jatiwangi.

"Berdasarkan peta prakiraan curah hujan Dasarian II Juni 2019, pada umumnya curah hujan di Jabar terkategori rendah," tuturnya.

Hujan berkategori rendah berarti curah hujan yang terjadi 0-50 mm. Sementara, curah hujan kriteria menengah 50-150 mm diprakirakan masih terjadi di sebagian kecil wilayah Bogor barat.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers