web analytics
  

Ridwan Kamil Membantah Lambang Illuminati

Senin, 10 Juni 2019 14:42 WIB Netizen Netizen
Netizen, Ridwan Kamil Membantah Lambang Illuminati, illumintai,masjid al safar,illuminati ridwan kamil,ridwan kamil,jasa marga

Masjid Al Safar.(Twitter Ridwan Kamil)

Illuminati didirikan Prof. Adam Weishaupt bersama empat rekannya yang menjadi anggota ini Bavaria, Jerman pada 1 Mei 1776. Illuminati awalnya lebih sering disebut sebagai ordo  yang  bertujuan melakukan pencerahan di kalangan masyarakat. Para anggotanya kebanyakan dari kelompok intelektual, politisi, ahli keuangan,  bangsawan dan sastrawan. Para anggota harus diambil sumpah dan menjalani ritus tertentu sebelum menjadi anggota.

Keanggotaannya dari kalangan Universitas Ingolstadt meluas hingga ke seluruh Eropa. Tidak mengherankan jika Illuminati mempunyai pengaruh yang besar dalam berbagai aspek kehidupan. Illuminati kemudian dilarang oleh penguasa Bavaria Karl Theodor pada 1777 yang tidak menyukai ada organisasi rahasia.

Setelah dinyatakan dibubarkan , Illuminati makin rahasia saja. Anggotanya ada dimana-mana, kemungkinan besar juga merambah negeri-negeri jajahan. Illuminati populer karena gagasannya untuk mencerahkan masyarakat bahkan mensatukan dunia.

Sebagai sebuah pemikiran dan gagasan, sepertinya Illuminati tak akan mati sebab ada saja penganutnya, sama seperti mereka yang menganut filsafat Hegel tentang kebebasan, negara dan integralistik serta negara dan hak inidividu.

Tambahan lagi, nama Illuminati semakin mendapat bobot karena dianggap mendalangi berbagai peristiwa besar dunia. Ironisnya, pembenarannya secara ilmiah dan empiris  sulit dibuktikan karena namanya saja organisasi rahasia. Dari sinilah populer istilah konspirasi atau persekongkolan .

 Pertanyaan penting lain, apakah apakah Illuminati yang ada saat ini,  kalaupun ada, punya kaitan moral atau ideologis dengan Illuminati-nya Adam Weishaupt?

Lambang Illuminati

Sejauh ini, wujud Illuminati hanya dapat diketahui dari wujud lambang-lambangnya yang berserak dimana-mana. Misalnya, tugu berbentuk obelisk seperti tugu Washington, monumen berbentuk api abadi seperti patung Liberty, mengangkat jari kelingking dan telunjuk saja atau segitiga satu mata.

Lambang segitiga satu mata itu kini menimbulkan kehebohan karena ada di Masjid Al Safar di Rest Area Km 88 B jalan tol Cipularang, Jawa Barat. Seorang penceramah, Ustaz Rahmat Baequni  dalam penjelasannya di You Tube dalam bagian 3 ..Dauroh Akhir Zaman atau ...Arti Illuminati pada Masjid Al Safar.

Ridwan Kamil yang merancang masjid tersebut mengatakan bahwa hal tersebut hanya ketidaksengajaan, bahkan ia menyebut tuduhan tersebut salah persepsi. Tidak pernah berniat membangun masjid dengan simbol-simbol yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Membantah

Ridwan Kamil mengutarakan hal itu dalam acara kajian dan silaturahminya bersama Ustaz Rahmat Baequni dan Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei di Pusdai Jabar, Senin (10/6/2019).

Arsitek yang juga Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta maaf kalau memang dianggap salah dalam mendesain sejumlah masjid. Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil dihadapan ribuan jamaah di Pusdai Jabar dalam acara Silaturahim dan Diskusi Publik pasca lebaran, Senin (10/6/2019).

"Tapi demi Allah tidak ada niat apapun dalam benak saya dalam mendesain masjid khususnya masjid As Safar, kecuali ingin mendatangkan lebih banyak jamaah yang salat di situ," ujarnya seperti dikutip situs resmi Pemprov Jabar.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil tuduhan bahwa dirinya agen yahudi, keturunan dajal dan lain-lain sungguh menyakitkan dan tidak berdasar.

"Di sini hadir ibunda Saya. Beliau menangis mendengar tuduhan itu. Tapi biarlah itu persepsi orang yang tidak tau duduk permasalahannya. Kenapa saya banyak mendesain masjid dalam dan luar negeri karena amanah bapak saya almarhum supaya lebih banyak mendesain masjid untuk kepentingan umat," papar Kang Emil.

Dalam twitternya pada 31 Mei 2019, Ridwan Kamil menyatakan Masjid Al Safar adalah eksperimentasi teori lipat Folding Architecture. "Jika eksperimentasi bentuk itu ditafsir, ya tentu tidak bisa dihindari. Tapi jika disimpulkan bahwa bentuk-bentuknya adalah menerjemahkan simbol iluminati dkk, saya kira itu tidak betul. Mari fokus saja ibadah kepada Allah," katanya.

PT Jasa Marga pun membantah tudingan desain Masjid Al-Safar sarat illmuniti. Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, desain masjid yang disiapkan Ridwan Kamil itu dirancang dengan konsep yang cocok untuk masjid di Rest Area KM 88 B. Pihaknya tidak memiliki maksud sedikitpun untuk menggambarkan simbol-simbol yang bertentangan dengan akidah agama di masjid Al-Safar tersebut. Proses pembuatan desaian masjid itu telah sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebelum melakukan pembangunan masjid, pihaknya telah melakukan proses beauty contest. Desain terbaik adalah yang dibuat Ridwan Kamil. Masjid yang diresmikan pada 2016 itu terbukti telah menarik pengguna jalan untuk dapat beribadah.

Farid Khalidi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam'

Netizen Senin, 12 April 2021 | 18:20 WIB

Suatu bangsa yang besar itu tidak akan melupakan tradisi, pun tidak lupa budaya sendirinya.

Netizen, Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam', Munggahan,Tradisi Munggahan,Munggahan Ramadan,Sunda,Islam

Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango

Netizen Senin, 12 April 2021 | 16:05 WIB

Akan jauh lebih baik membiarkan gunung itu dibalut sepi, tanpa kehadiran hiruk pikuk manusia.

Netizen, Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango, Taman Nasional Gede-Pangrango,Gunung Gede,Gunung Pangrango,Sampah,Pendaki

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 19:05 WIB

Bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup?

Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 09:20 WIB

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen, Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung, Penataan Poros Bandung,Jalan Poros Bandung,Kota Bandung,Jalan di Bandung

Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 16:10 WIB

Tidak akan ada impor beras jadi polemik karena cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis.

Netizen, Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden, Beras,impor beras,cadangan beras,Bulog,Presiden Joko Widodo,COVID-19

Menambah Penghasilan dari Budi Daya Tanaman Porang

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 15:50 WIB

Tanaman porang atau Amorphophallus oncophyllus menjadi salah satu alternatif tanaman yang bisa beradaptasi di semua jeni...

Netizen, Menambah Penghasilan dari Budi Daya Tanaman Porang, Tanaman Porang,Amorphophallus oncophyllus,Badan Pusat Statistik,Produk Domestik Broto (PBD)

Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19

Netizen Rabu, 7 April 2021 | 16:55 WIB

Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19

Netizen, Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19, raden kartawinata,kartawinata,Sunda,Bahasa Sunda

Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa

Netizen Selasa, 6 April 2021 | 14:35 WIB

Salah satu game charger yang dicanangkan pemerintah adalah intervensi dibidang kesehatan.

Netizen, Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa, Pemulihan Ekonomi Bangsa,vaksinasi massal,Pandemi Covid-19,Badan Pusat Statistik (BPS)

artikel terkait

dewanpers