web analytics
  

Suka Duka Anggota Basarnas, Idulfitri Hanya Bisa Video Call

Jumat, 31 Mei 2019 18:42 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Suka Duka Anggota Basarnas, Idulfitri Hanya Bisa Video Call, Suka Duka, Anggota, Basarnas, Idulfitri, Video Call,

Tiga anggota Badan SAR yang harus merelakan kepentingan pribadi demi misi sosial. (Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)

NAGREG, AYOBANDUNG.COM—Menjadi petugas penyelamat membuat anggota Badan SAR harus merelakan kepentingan pribadi demi tugas.

Momen Idulftiri yang dimanfaatkan banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga harus dilewatkan oleh sebagian anggota Basarnas.

Selama musim mudik mulai dari H-7 sampai H+7 Idulfitri, kantor SAR di seluruh Indonesia tidak libur. Mereka harus tetap menjalankan tugas.

"Tahun ini, saya kebetulan masuk dalam tim yang lepas piket saat Lebaran. Jadi, masih bisa kumpul dengan keluarga," ujar Itsna Tsania, petugas kantor SAR Bandung kepada Ayobandung.com di Nagreg, Jumat (31/5/2019).

Itsna menjelaskan, Kantor SAR memang tidak libur selama musim mudik. Namun, untuk menjaga kondisi petugas, piket tetap dilakukan. 

AYO BACA : Suka Duka Petugas Mudik: Kangen Masak dengan Keluarga

"Pembagian jadwal piketnya dikocok (diundi), jadi fair. Yang kebagian piket (saat Idulfitri) tidak bisa nolak," ujar perempuan berkerudung tersebut.

Walaupun Idulfitri tahun ini dia masih bisa berkumpul dengan keluarga, namun Itsna pernah merasakan harus jauh dari keluarga saat Idulfitri karena mendapat tugas.

"Pasti sedih, tidak bisa kumpul dengan keluarga, tapi bagaimana lagi, ini tugas. Masih bisa video call dengan keluarga kok, sekarang teknologi sudah canggih," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Yudhi Eka. Panggilan tugas harus dilaksanakan oleh semua petugas Basarnas kapan dan di mana pun dibutuhkan, termasuk saat Idulfitri.

Yudhi, yang sejak 2005 menjadi anggota Basarnas, mengaku, sudah tidak terhitung berapa banyak Idulfitri yang dia lalui jauh dari keluarga.

AYO BACA : Menkes: Sedetik Tertidur Saat Mengemudi Bisa Sebabkan Kecelakaan

"Malah jarang sekali Idulfitri bersama keluarga. Tapi ini tugas, kami harus selalu ada saat dibutuhkan," ujarnya.

Sebagai manusia, kata Yudhi, kesedihan muncul ketika menjalani momen Idulfitri tanpa keluarga. Namun, berstatus sebagai penolong tetap harus diutamakan.

"Istri juga kadang suka ngeluh, ingin seperti orang lain. Tapi saya bilang, kenapa harus memilih suami basarnas (yang harus selalu siaga jika dibutuhkan). Lama-lama istri jadi terbiasa juga," katanya.

Walaupun tahun ini Yudhi lepas piket saat Lebaran, namun dia tetap harus selalu siaga. Panggilan bisa datang kapan saja.

"Memang lepas piket, tapi kalau tenaga dibutuhkan harus siap. Harus on call 24 jam. Kecuali kalau cuti, itu juga jika dalam keadaan darurat tetap harus terjun jika dibutuhkan," ujarnya.

Momen bersama keluarga memang sering dilewatkan oleh petugas basarnas. Mereka juga harus memendam rasa rindu dengan keluarga.

"Kadang kalau Lebaran sedang piket. Keluarga dari kampung datang ke sini," imbuh Billy Bochem anggota basarnas lainnya.

AYO BACA : Intip Suka Duka Travel Blogger Kartuposinsta Kenny Santana

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers