web analytics
  

3 Tempat yang Patut Dikunjungi di Jalur Mudik Alternatif Selatan Jabar

Senin, 27 Mei 2019 13:53 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, 3 Tempat yang Patut Dikunjungi di Jalur Mudik Alternatif Selatan Jabar, Obyek Wisata, Jalur Mudik Alternatif Selatan Jabar

Kampung Naga di jalur Garut - Tasikmalaya via Singaparna. (_bambangwijaya_/instagram)

TASIK, AYOBANDUNG.COM -- Jalur mudik selatan Garut - Tasikmalaya via Singaparna bisa menjadi jalur mudik alternatif masyarakat yang hendak menuju Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar hingga Jawa Tengah. 

Meski sarana dan prasarana di jalur alternatif tersebut masih kurang, namun di jalur ini juga hanyak tempat wisata baik wisata budaya maupun kuliner.

Dari pantauan Ayotasik.com jalur Garut - Tasikmalaya via Singaparna, ada beberapa tempat wisata atau rest area yang bisa menjadi persinggahan sementara pemudik. 

1. Rumah Makan Kujang
Rumah makan kujang berada di desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu. Dari arah Garut menuju Tasikmalaya, rumah makan ini berada di sebelah kiri sebelum jalan turunan Tenjowaringin. 

Di rumah makan yang sederhana ini, berbagai aneka masakan khas sunda disediakan. Mulai dari pepes ayam, pepes ikan, berbagai macam sayuran dan menu lainnya. Uniknya lagi, di rumah makan Kujang ini disediakan dua jenis nasi sesuai pilihan dan selera. Yakni nasi putih dan nasi merah.

Selain menu makanan yang beragam, rumah makan yang sudah ada sejak tahun 1990an ini juga menyuguhkan pemandangan khas pedesaan. Yakni hamparan sawah dan aliran sungai yang berada dibawah rumah makan. 

2. Kampung Adat Naga
Kampung Naga bisa menjadi pilihan lain berwisata saat melewati jalut Garut - Tasikmalaya via Singaparna. Kampung Naga berada di Desa Neglasari Kecamatan Salawu. Disini, pemudik bisa merasakan langsung kehidupan pedesaan yang masih menjungjung tinggi adat. 

3. Kupat Tahu Mangunreja
Warung Kupat Tahu Mangunreja yang berada di Toblongan Desa dan Kecamatan Mangunreja. Kupat tahu Mangunreja merupakan makanan khas dari Tasikmalaya. Kupat tahu yang memiliki rasa pedas dan tekstur bumbu kacang yang kasar ini sudah ada sejak 1955. Kupat tahu Mangunreja ini bisa menjadi alternatif wisata Kuliner bagi pemudik.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers