web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Antisipasi Macet, Delman di Jabar Diliburkan saat Arus Mudik

Selasa, 21 Mei 2019 16:53 WIB M. Naufal Hafizh

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari (kiri) pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan Tema Arus Mudik 2019, di Gedung Sate Bandung, Selasa (21/5/2019). (Dok ASJ)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menginstruksikan dinas perhubungan tingkat kabupaten/kota agar mengeluarkan imbauan gar angkutan tradisional delman diliburkan selama arus mudik dan balik Idulfitri 1440 Hijriah/Lebaran 2019 berlangsung.

"Kemudian juga terkait upaya mengurangi kemacetan, para pengendara (kusir) delman untuk tidak beroperasi selama tujuh hari sebelum dan sesudah Lebaran," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari, pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan tema “Arus Mudik 2019”, di Gedung Sate Bandung, Selasa (21/5/2019).

AYO BACA : Bangunan Sejarah di Cimahi: Hoefmidschool, Sekolah Perawat Kuda Zaman Hindia-Belanda

Menurut dia, delman dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalur yang digunakan untuk arus mudik dan balik selain keberadaan pasar tumpah.

Dia mengatakan, salah satu daerah di Jawa Barat yang jumlah delmannya cukup banyak ialah Kabupaten Garut.

AYO BACA : Bandung Baheula: Pesta di Lapang Tegallega, Dulunya Tempat Pacuan Kuda

"Untuk aturan delman diliburkan itu akan dikoordinir oleh kabupaten kota. Itu seperti di Limbangan, Leles dan Kadungora Garut. Kita perluas ke kota kabupaten yang lain,” ujarnya.

Selama diliburkan, kata Hery, para kusir delman akan diberikan uang kompensasi sebesar Rp75.000 per hari dan dana tersebut disiapkan oleh anggaran dari dinas perhubungan kabupaten/kota.

"Sehingga selama diliburkan selama arus mudik dan balik berlangsung, para kusir delman akan memperoleh Rp525.000. Selama ini Garut sudah mengalokasikan anggaran untuk delman ini dan mudah-mudahan daerah lain bisa menyontoh Garut," kata dia.

AYO BACA : Ngabuburit Sambil Menunggang Kuda Poni di Taman Safari Indonesia

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers