web analytics
  

Harga Gabah Makin Turun, Petani di Indramayu Menjerit

Sabtu, 18 Mei 2019 17:32 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Harga Gabah Makin Turun, Petani di Indramayu Menjerit, petani,padi,indramayu

Ilustrasi petani memanen padi.(Ayobandung)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM--Para petani di Kabupaten Indramayu kesulitan menjual gabah, meski harga di tingkat petani semakin turun. Mereka memerlukan biaya untuk musim tanam berikutnya.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang menyebutkan, setidaknya sepekan lalu harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani berkisar Rp4.800/kg. Saat ini, harga GKG hanya berkisar Rp4.300-Rp 4.700 per kilogram tergantung kualitasnya.

"Penurunan harga lumayan jauh," katanya.

Penurunan harga gabah diprediksi terjadi akibat panen raya masih berlangsung. Kondisi itu membuat stok gabah di tingkat petani masih berlimpah. Bahkan, gabah tampak menumpuk di setiap pabrik penggilingan padi.

Sayang, sekalipun harga gabah turun, petani kesulitan menjual gabah. Dia mengungkapkan, para tengkulak yang biasanya membeli gabah petani kebanyakan beralasan tak memiliki uang karena telah membeli banyak gabah petani sebelumnya.

Namun, ada pula tengkulak yang membeli gabah petani dengan cara berutang. Tengkulak mengangkut lebih dulu gabah milik petani dibawa terlebih dulu dan membayarnya belakangan.

Dia menyebut, situasi saat ini merugikan petani mengingat mereka memerlukan biaya untuk musim tanam gadu 2019. Meski harga gabah turun, dengan pertimbangan kebutuhan musim tanam gadu, para petani pun terpaksa menjual gabah dengan harga murah.

"Mau bagaimana lagi, daripada tak bisa mengolah lahan untuk musim tanam berikutnya," keluhnya mewakili para petani.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers