web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Lipkhas KPPS: Penyakit Bawaan dan Kelelahan Merenggut Ratusan Nyawa

Rabu, 15 Mei 2019 16:37 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Seorang kerabat berdoa di depan makam Ketua KPPS 10 Desa Kaliwedi Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kaelani, Senin (22/4/2019), yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan selama bertugas dalam momen Pemilu 2019. (Erika Lia/Ayo Media Network)

UJUNGBERUNG, AYOBANDUNG.COM—Selama Pemilu 2019, tercatat 469 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara meninggal dunia per Jumat (10/5/2019). Petugas KPPS yang dilaporkan sakit berjumlah 4.602 orang. Totalnya, petugas yang sakit dan meninggal sebanyak 5.071 orang. 

Kementerian Kesehatan RI menemukan 13 jenis penyakit penyebab meninggalnya petugas KPPS di 15 provinsi. Penyakit tersebut di antaranya infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, strok, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain disebabkan 13 jenis penyakit itu, ada kasus meninggalnya petugas KPPS karena kecelakaan. Sebelumnya, pihak Kemenkes melakukan investigasi atas kasus tersebut. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan di 15 provinsi, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal di rentang usia 50-59 tahun.

Jumlah korban meninggal di DKI Jakarta 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu tujuh jiwa, Kepulauan Riau tiga jiwa, Bali dua jiwa, Kalimantan Selatan delapan jiwa. Kemudian, Kalimantan Tengah tiga jiwa, Kalimantan Timur tujuh jiwa, Sulawesi Tenggara enam jiwa, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara dua jiwa.

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Pembuluh Darah Petugas Pemilu Pecah Sebelum Pencoblosan

Dari 24 provinsi, diketahui lokasi meninggalnya petugas Pemilu di rumah sakit sebanyak 61 jiwa, sedangkan di luar rumah sakit sebanyak 95 jiwa. Jawa Barat sendiri menjadi daerah terbanyak yang memakan korban jiwa selama gelaran Pemilu serentak 2019.

Teranyar, seorang petugas KPPS TPS 40, RT 01 RW 12, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Cepul Supriatna, meninggal dunia, Selasa (14/5/2019) dini hari. Hal ini menambah catatan hitam pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia.

Ketua KPPS TPS 40, RT 01/12, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Ayi tohir mengatakan, almarhum Cepul sebelum meninggal sempat beberapa hari dirawat di rumah sakit. Korban pun sempat dua kali bolak-balik rumah sakit selama tiga hari. 

Namun, penyakit yang diderita korban kembali kambuh sehingga almarhum dibawa kembali ke Rumah Sakit dan meninggal.

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Syarat Kesehatan Jangan Hanya di Atas Kertas

Masuk Rumah sakit tanggal 26 (April). Sempet pulang tanggal 2 Mei. Tapi di rumah kurang lebih tiga hari, sesudah itu masuk lagi ke rumah sakit sampai kemarin Selasa meninggal, tutur Ayi saat berbincang dengan Ayobandung.com, Rabu (15/5/2019).

Berdasarkan tupoksi, deretan tanggung jawab petugas KPPS saat mengawal pemilu yakni melamar menjadi KPPS dengan persyaratan yang sesuai UU Pemilu dan PKPU. Praktiknya di lapangan pun harus direkrut dan diminta tanpa mengabaikan syarat yang ada. 

Setelah diterima dan dilantik, para petugas KPSS menjalankan tugas yang dimandatkan,  di antaranya menerima dan memeriksa DPT, DPTb, DPK terdata, menerima C6, menulis C6 dan membagikan C6, membuat dan men-setting lokasi TPS, kordiansi dengan saksi, PTPS, dan pihak terkait, menerima logistik, hingga pelaksanaan pungut hitung suara.

Dengan serangkaian tugas yang panjang serta didesak waktu yang singkat, para petugas KPPS saat hari pencoblosan hingga penghitungan suara harus bekerja 24 jam. Alhasil, Ayi juga menduga kematian korban disinyalir kelelahan yang diperparah riwayat penyakit yang diderita.

Memang sebelumnya udah punya penyakit tapi biasa bekerja. Tapi, katanya suka muntah-muntah darah kalau kambuh. Denger dari pihak rumah sakit katanya penyakit liver, ungkap Ayi.

Di sisi lain, dengan angka kematian petugas KPSS di wilayahnya, Ayi menyebut, pihaknya sudah melaporkan kepada pihak KPU Kota Bandung terkait petugas KPPS meninggal dunia di Ujungberung. Sudah dilaporkan dan laporan sudah masuk ke KPU Kota Bandung, katanya.

Ayi menyebut semua pengeluaran biaya almarhum Cepul selama di rumah sakit sudah ditanggung melalui BPJS.

AYO BACA : Kemenkes Ungkap 13 Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers