web analytics
  

Ini Alasan Mengapa Meski Puasa, Keuangan Justru Lebih Boros

Rabu, 15 Mei 2019 12:51 WIB Fira Nursyabani

Ilustrasi membeli takjil. (ANTARA FOTO/Rahmad)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pernahkah kita terpikir mengapa pengeluaran di bulan Ramadan justru lebih banyak dibandingkan dengan pengeluaran di bulan-bulan lainnya? Dengan tidak makan dan minum di siang hari, seharusnya pengeluaran kita bisa sedikit lebih irit di bulan puasa ini.

Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan keborosan tersebut. Berikut ulasannya yang telah dirangkum oleh ayobandung.com dari berbagai sumber.

 

Menghadiri buka bersama atau bukber

Rasanya acara yang satu ini tidak pernah absen di bulan puasa. Ajang berkumpul dengan sahabat dan orang terkasih tersebut menjadi agenda wajib dan tidak terlewatkan

Bahkan rencana buka puasa bersama atau bukber ini biasanya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tentu ada lebih dari satu acara bukber yang direncanakan, mulai dari bukber dengan teman kerja, hingga bukber dengan teman SD.

AYO BACA : Batasi Asupan Kalori Saat Puasa Mampu Cegah Penyakit Otak

Mengingat banyaknya acara bukber yang digelar di restoran, pasti kita harus menyediakan dana lebih banyak untuk membeli makanan dan minuman. Jika sekali bukber bisa menghabiskan Rp100.000, maka dalam 5 kali bukber kita bisa menghabiskan Rp500.000.

Bukber memang penting untuk menjalin silaturahmi. Agar kantong tak jebol saat berkumpul, kita bisa memilih tempat yang menyediakan menu makanan dan minuman yang harganya terjangkau. Kita juga bisa mengundang teman-teman untuk bukber di rumah dengan makanan yang dimasak sendiri, tentunya akan lebih hemat kan?

 

Menuruti hawa nafsu

Menahan lapar dan haus ketika siang hari tentu akan membuat metabolisme tubuh menurun. Hal itulah yang mendorong kita untuk makan beragam makanan saat berbuka dan sahur.

Terlebih lagi godaan takjil selalu berhasil menghipnotis kita agar membeli semua yang kita suka. Jika kita tak bisa menahan hawa nafsu, kita hanya akan menyia-nyiakan uang untuk membeli banyak makanan yang tidak akan seluruhnya habis kita makan. Selain boros, makanan yang sudah dibeli juga akan mubazir.

AYO BACA : Bolehkah Menyikat Gigi Saat Puasa?

 

Belanja yang berlebihan

Menjaga hawa nafsu tidak hanya perlu dilakukan terhadap makanan, tetapi juga pakaian. Di penghujung puasa, biasanya pusat-pusat perbelanjaan akan memberikan diskon besar-besaran bagi pengunjung yang hendak membeli perlengkapan Lebaran.

Diskon yang besar serta keinginan untuk memenuhi kebutuhan di saat Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu penyebab pengeluaran tidak terkontrol. Di sini kita perlu menghilangkan persepsi bahwa semua barang harus baru saat Lebaran, padahal masih banyak barang-barang lama yang masih bisa dipakai.

Kita bisa menentukan anggaran Lebaran dari dana Tunjangan Hari Raya (THR), dengan demikian pengeluaran tidak akan membengkak dan dana sisanya bisa digunakan untuk menabung atau membeli keperluan lain.

 

Membeli baju Lebaran

Mengenakan pakaian bagus dan indah ketika Lebaran memang disunahkan. Namun masih banyak yang salah paham mengenai sunah ini.

Membeli baju Lebaran sebenarnya bukanlah hal yang wajib. Meski demikian, kadang kita sering tergoda dengan model-model baju baru yang didiskon besar. Tanpa perencanaan yang matang, tanpa sadar kita akan menghabiskan uang banyak hanya untuk baju, padahal masih ada baju-baju lama yang bersih dan Indah.

AYO BACA : 5 Menu Buka Puasa yang Paling Diburu Urang Bandung

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers