web analytics

Bahas HUT PKI di Video, Pria Ini Terancam 6 Tahun Penjara

clockSenin, 13 Mei 2019 13:41 WIB userErika Lia
Umum - Regional, Bahas HUT PKI di Video, Pria Ini Terancam 6 Tahun Penjara, ujaran kebencian, video viral, provokatif

Tersangka pembuat video bermateri ujaran kebencian dan provokatif, IAS (kiri). Polres Cirebon bersama Polda Jabar mengamankan IAS di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (13/5/2019) dini hari. (Istimewa)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pria di Kabupaten Cirebon terancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp500 juta setelah diduga membuat video berisi ujaran kebencian, bernada provokatif, dan menyebarkan informasi bohong (hoaks) di media sosial.

Setelah videonya beredar luas, pria yang berinisial IAS itu diamankan aparat gabungan Polres Cirebon dan Tim Resmob Dir Reskrimum Polda Jawa Barat, Senin (13/5/2019) dini hari. IAS diamankan di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto mengungkapkan, IAS diduga telah membuat dan memviralkan video bermateri ujaran kebencian dan provokatif. Isi video itu berpotensi membahayakan dan meresahkan khalayak ramai.

"Ada muatan yang berbahaya karena mengandung provokasi, ada adu domba antara TNI-Polri. Selain itu ada berita bohong, 22 Mei (disebut IAS) ulang tahun PKI, ini tidak benar," beber Suhermanto, Senin (13/5/2019).

Namun begitu, pihaknya belum dapat memastikan alasan IAS membuat video yang di dalamnya menyebut-nyebut TNI dan Kapolri tersebut. Sejauh ini, polisi baru mengetahui video yang cukup menghebohkan jagat maya itu didudga diposting pada Minggu (12/5/2019) atau sekitar selang sehari sebelum polisi mengamankannya.

AYO BACA : Polisi: Perempuan yang Rekam Video Penghina Presiden Bukan Guru Sukabumi

Dia meyakinkan, pemeriksaan intensif akan terus dilakukan terhadap IAS untuk mengetahui motivasi dan tujuan pembuatan video. Pihaknya juga mendalami kemungkinan keterlibatan orang lain.

"Saat ini status IAS sudah tersangka," ujarnya.

Atas perbuatannya, IAS dijerat Pasal 45 A ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Tersangka terancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp500 juta.

Video IAS yang mengenakan kemeja batik biru, cukup menyita perhatian publik. Dalam video itu, terdapat beberapa pernyataan IAS yang dinilai cukup meresahkan.

Berikut ini isi pernyataan lengkap IAS dalam video tersebut:

AYO BACA : Pemuda yang Ancam Presiden Terancam Hukuman Mati

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaaatuh...

Rekan-rekan yang dimuliakan Allah Subhanallahu Ta'ala, ayo terus berjuang. Jangan lemah semangat karena semakin hari semakin kita kuat," katanya.

Dia melanjutkan, "Jangan takut dengan ancaman kapolri dengan ditembak di tempat. Itu menjadikan lebih panas dan lebih marah rakyat itu. Itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang kapolri bicara seperti itu."

"Dan saya meyakini keluarga saya, TNI, siap, dan kalau ada korban, TNI akan tempur dengan Polri. Jangan main-main, tidak semuanya ikut panglima karena semua adalah kebenaran dan rakyat sudah marah," klaimnya.

"Insyaallah rakyat sudah siap mati, berjuang di jalan Allah Subhanallahu Ta'ala. Mudah-mudahan, kami semua teman-teman. Jangan tidak percaya, tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi, dari teman saya jenderal bahwa ternyata tanggal 22 itu hari ulang tahun PKI. Ini merupakan sebuah, ada surat dari seorang yang pemimpin PKI," bebernya lagi.

Belum selesai sampai di situ, dia menambahkan, "Insyaallah, semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22. Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno jadi presiden dan wakil presiden. Insyaallah, Allah tumbangkan satu per satu orang-orang yang sombong dan angkuh dan congkak. Jabatan itu titipan, saudaraku, harta itu titipan. Ingat Anda akan mati ditutup kain kafan, hanya selembar kain kafan menutup tubuh Anda, dan itu menjadikan peringatan buat Anda."

"Kalau sudah pensiun dan stroke, sakit, cuci darah, dan sebagainya, celaka buat kehidupan dunia akherat. Rakyat mendoakan hidup Anda sengsara dunia akherat. Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada saudaraku, seluruh Indonesia, ayo menangis, mengaku kepada Allah minta keadilan  Insyaallah, yang sombong dan cok karena jabatan, demi harta, tumbang satu per satu karena stroke. Tumbang, sakit parah, insyaallah...Bismillah... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh," ungkapnya.

AYO BACA : Pengancam Penggal Kepala Presiden, Ditangkap di Bogor

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

BOR RS untuk Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen Setelah S...

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 10:47 WIB

Ridwan Kamil: BOR RS untuk pasien di Jabar Turun ke 75,16 Persen Stelah sempat Sentuh Angka 90,6 Persen

Umum - Regional,  BOR RS untuk Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen Setelah Sempat Sentuh Angka 90,6 Persen, Bed Occupancy Rate (BOR),BOR RS di Bandung Barat,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Wakil Presiden Maruf Amin,COVID-19

Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masi...

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 21:00 WIB

Rata-rata tingkat ketirisian kamar bagi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit di Kabupaten Cianjur sudah mulai menurun.

Umum - Regional, Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masih Tinggi, Tingkat keterisian,Rumah Sakit,Cianjur,RSUD Sayang

Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 20:25 WIB

Syarat warga yang terpapar harus isolasi mandiri, di antarnya tidak bergejala, gejala ringan, dan lingkungan rumah harus...

Umum - Regional, Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19, Isoman,Isolasi Mandiri,Satgas Covid-19,Terpapar Covid-19

Pedagang Pasar Bisa Jualan Kembali, Asal Sudah Divaksin

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 17:29 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) berencana bakal melonggarkan secara bertahap, terhadap sejumlah sektor perekonomian di masa per...

Umum - Regional, Pedagang Pasar Bisa Jualan Kembali, Asal Sudah Divaksin, Vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19 Kota Bogor,Vaksin covid-19 pedagang,Pedagang Pasar,pemkot bogor

Obat Gratis Diprioritaskan untuk Pasien Isoman 40 Tahun ke Atas

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 14:10 WIB

Bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 terus di...

Umum - Regional, Obat Gratis Diprioritaskan untuk Pasien Isoman 40 Tahun ke Atas, Bantuan Covid-19,Bantuan Obat Gratis,Bantuan Obat Gratis di Tasik,Pemkot Tasikmalaya

Sempat Berteriak, Pemilik Warung Kopi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 13:46 WIB

Pemilik warung kopi berinisial NL ditemukan meninggal dunia di warung kopi miliknya di Jalan Abdullah bin Nuh Warga RT 0...

Umum - Regional, Sempat Berteriak, Pemilik Warung Kopi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Pemilik warung kopi tewas,Kriminal Bogor,Pembunuhan di Bogor,Pembunuhan di Bogor Barat,Polresta Bogor Kota

Program Karaos, Membangun Pertanian Cianjur di Tengah Pandemi

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 13:39 WIB

Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur gencar menanam kentang dan cabai dalam program Kawasan Pertanian Super Prioritas (KARA...

Umum - Regional, Program Karaos, Membangun Pertanian Cianjur di Tengah Pandemi, Program Karaos,Program Petani manjut,Pemkab Cianjur,Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin

Bantuan Beras 10 Kg dan Uang Rp600 Ribu Mulai Dikirim

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 11:35 WIB

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kem...

Umum - Regional, Bantuan Beras 10 Kg dan Uang Rp600 Ribu Mulai Dikirim , bantuan beras 10 kg,Bantuan uang Rp600 ribu,Bantuan Covid-19,bantuan covid-19 di Bogor,pemkot bogor
dewanpers
arrow-up