web analytics
  

Curhat Ojol Bandung di Bulan Puasa: Godaan Mengantar Pesanan Makanan

Jumat, 10 Mei 2019 09:07 WIB Faqih Rohman Syafei
Bandung Raya - Bandung, Curhat Ojol Bandung di Bulan Puasa: Godaan Mengantar Pesanan Makanan, Curhat Ojol Bandung, Bulan Puasa, Godaan, Pesanan Makanan

Ilustrasi pengemudi ojek online.

CIMAHI TENGAH, AYOBANDUNG.COM -- Menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan tidak menghalangi umat muslim untuk mencari rezeki. Tentunya ini tidak mudah untuk sebagian kalangan yang bekerja di lapangan.

Seperti halnya profesi ojek online yang harus bergelut di tengah cuaca panas sambil menahan lapar dan dahaga. Selain itu, mereka pun harus sigap menerjang kemacetan demi mengantarkan penumpang sampai tujuan. 

AYO BACA : Curhat Sopir Ojol di Bulan Puasa: Mudah-mudahan Jadi Ibadah

Salah seorang pengemudi ojek online di Kota Cimahi, Koswara (52) mengakui cukup berat menjalankan profesi sebagai ojek online sambil menjalankan ibadah puasa. Dirinya harus bisa menahan rasa lapar dan dahaga apabila mendapatkan orderan untuk mengantarkan makanan sebelum jam berbuka puasa.

Sambungnya, bahkan terkadang teman-teman satu profesinya ada yang terpaksa tidak berpuasa karena beratnya tantangan cuaca dan godaan di lapangan. Namun, yang terberat menurutnya yakni menjaga pandangan. 

AYO BACA : Ojol Cantik di Bandung: Pengemudi Ojek yang Sambi Ngajar

"Godaan ketika mengantar makanan, tergantung orangnya. Kalau saya alhamdulillah hingga sekarang masih kuat," ujarnya kepada ayobandung.com, Rabu (8/5/2019).

Dia menjelaskan orderan mengantar makanan banyak dipesan dari orang yang tidak menjalankan ibadah puasa atau non Islam. Terkadang, dalam satu hari dirinya bisa lebih dari satu kali orderan. 

"Nganter makanan pakai aplikasi send untuk anak sekolah yang non Islam. Ke sekolah cuma nganter aja, lagian kalau go food bulan puasa mah kurang," sebutnya.

Koswara mengaku mendapatkan berkah pada setiap bulan Ramadan, yakni banyaknya orderan mengantar penumpang. Dia pun berharap semoga rezekinya pada Ramadan ini lancar hingga hari Lebaran.

"Sukanya orderan lancar, nganter penumpang dapat lagi. Gak jauh-jauh dari penumpang sebelumnya, dan terus nyambung," pungkasnya.
 

AYO BACA : Pemerintah Harus Awasi Persaingan Tarif Ojol yang Kian tak Sehat

Editor: Andres Fatubun
dewanpers