web analytics
  

Main Petasan dan Balap Liar Kerap Ganggu Kekondusifan Ramadan

Kamis, 9 Mei 2019 06:12 WIB Fira Nursyabani

Wakil Bupati (Wabup) Bandung, Gun Gun Gunawan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Dalam Rangka Menjaga Kesucian Bulan Ramadan 1440 H di Wilayah Kabupaten Bandung yang berlangsung di ruang Monitoring Polres Bandung, Soreang, Rabu (8/5/2019). (Dok Humas Pemkab Bandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pada Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengimbau seluruh masyarakat agar dapat menjaga kondusifitas wilayah untuk menjaga kekhusuan saat melaksanakan ibadah puasa. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bandung, Gun Gun Gunawan, pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Dalam Rangka Menjaga Kesucian Bulan Ramadan 1440 H di Wilayah Kabupaten Bandung yang berlangsung di ruang Monitoring Polres Bandung, Soreang, Rabu (8/5/2019).

Menurut Gun Gun, ada beberapa hal yang kerap mengganggu kondusifitas di bulan Ramadan dan dapat memicu terjadi konflik di masyarakat. Misalnya petasan, balapan liar, tempat hiburan yang membandel, peredaran minuman beralkohol (Minol), dan hal lainnya.

AYO BACA : Main Petasan dan Balap Liar Kerap Ganggu Kondusifitas Ramadan

Untuk memelihara kenyamanan dan keamanan wilayah, kata Gun Gun pihaknya secara rutin memberikan surat edaran setiap tahunnya ke tingkat kewilayahan kecamatan untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

"Dalam menjaga kondusifitas ini, tetap diperlukan keterlibatan masyarakat untuk ikut menghindari aktifitas yang dapat menggangu ketenangan dan keamanan selama beribadah," ucap Gun Gun.

Terkait himbauan tempat makan yang tidak diperbolehkan berjualan di siang hari, dirinya menegaskan jika hal itu bukan untuk menghambat perekonomian pedagang melainkan untuk menjaga toleransi sehingga terhindar dari konflik dengan kelompok-kelompok yang tidak menyukai hal tersebut.

AYO BACA : Polisi Geledah Gudang Petasan dan Warung yang Buka Siang Hari

"Namun kita tidak melarang hak bagi non muslim yang sedang wisata atau yang sedang melakukan safar," ujarnya.

Ia menambahkan jika hal itu sudah diatur di jam-jam tertentu dan telah dilakukan edukasi kepada para pengusaha makanan dan warung-warung makan agar bisa memahaminya.

“Untuk tempat makan, ada jam tertentu saat berjualan selama bulan Ramadan ini. Yakni dari pukul dua siang hingga menjelang sahur. Selain itu mohon untuk disesuaikan dengan aturan agar tidak menarik perhatian karena apabila terjadi pelanggaran akan mendapat penindakan dari aparat setempat karena hal ini sudah kita sepakati,” tegasnya pula.

Ia juga menghimbau untuk menghentikan peredaran penjualan petasan di bulan suci Ramadan karena dapat mengganggu kondusifitas, melanggar ketertiban dan dapat menyebabkan kecelakaan. Dan hal itu pun sudah disepakati dengan pihak berwajib dan bagi yang melanggar akan mendapat penindakan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang dengan sengaja memfasilitasi untuk penggunaan petasan untuk segera menghentikan aktifitasnya tersebut sebelum nanti akan ada aparat yang menindak," ungkapnya.

AYO BACA : Dari Cabe Rawit Hingga Kentut, Ini Jenis Petasan yang Populer Saat Ramadan

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers