web analytics
  

Dulu Pura Hindu, Sekarang Menjadi Masjid

Rabu, 8 Mei 2019 09:08 WIB Netizen Netizen
Netizen, Dulu Pura Hindu, Sekarang Menjadi Masjid, Pura Hindu, Masjid Laweyan, Surakarta

Masjid Laweyan ini didirikan pada tahun 1546. (Djoko Subinarto)

Selain dikenal sebagai sentra penghasil kain batik, kawasan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, juga dikenal sebagai salah satu saksi sejarah bagi pertumbuhan dan perkembangan Islam di Karesidenan Surakarta. Di Laweyan pula berdiri masjid pertama untuk wilayah Surakarta.

Bangunan masjid yang hingga sekarang dikenal sebagai Masjid Laweyan ini didirikan pada tahun 1546, saat Sultan Hadiwijaya berkuasa di Kerajaan Pajang -- kerajaan yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram.

Salah satu kekhasan Masjid Laweyan yakni dulunya masjid ini adalah sebuah pura Hindu. Menurut catatan sejarah, pada masa Kerajaan Pajang, seorang pemeluk Hindu bernama Ki Beluk sempat tinggal dan membangun sebuah pura di pinggir Sungai Kabanaran, sungai yang dulu digunakan sebagai sarana lalu-lintas perdagangan para sudagar batik.

AYO BACA : Bangunan Masjid Unik di Cimahi Ini Menyerupai Kapal Laut

Ki Beluk menjalin persahabatan dengan Ki Ageng Henis, orang kepercayaan Sultan Hadiwijaya, sekaligus tokoh yang mengenalkan dan mengajarkan teknik-teknik pembuatan batik kepada warga Laweyan -- sehingga dalam perkembangannya kemudian Laweyan dikenal sebagai Kampung Batik.

Di waktu senggangnya, Ki Beluk kerap menghabiskan waktu dengan berdiskusi seputar ajaran Islam bersama Ki Ageng Henis. Perlahan, Ki Beluk tertarik untuk lebih mendalami Islam dan pada akhirnya ia menetapkan hatinya memeluk Islam. Berbarengan dengan itu, ia pun lantas menyerahkan pura yang didirikannya ke warga sekitar untuk difungsikan sebagai sebuah masjid.

Sekarang ini, elemen-elemen Hindu memang tidak lagi kita temukan sebagai penghias masjid yang berlokasi di Jalan Liris 1, Pajang, Laweyan, Surakarta ini. Meskipun demikian, posisi masjid yang berada di atas bahu jalan dan tampak lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan di sekitarnya menujukkan salah satu karakteristik yang lazimnya dimiliki oleh pura-pura Hindu.

AYO BACA : Tradisi Ramadan: Tunggu Waktu Beduk, Warga Padati Stasiun Plered

Tata ruang Masjid Laweyan sendiri mengikuti tata ruang masjid Jawa pada umumnya. Ruang masjid dibagi menjadi tiga bagian, yakni ruang induk (utama), serambi kanan (untuk kaum perempuan) dan serambi kiri (bagian perluasan masjid untuk tempat shalat berjamaah).

Terdapat tiga buah lorong di bagian depan masjid sebagai jalur masuk ke dalam Masjid Laweyan. Tiga lorong itu merupakan simbol atau perlambang tiga jalan dalam upaya menuju tata kehidupan yang bijak yakni Islam, Iman dan Ihsan.

Kekhasan lain yang terkait dengan Masjid Laweyan adalah sebuah mata air sumur yang berada di kompleks masjid. Konon, mata air ini muncul dari injakan kaki Sunan Kalijaga. Air sumur ini tidak pernah kering meskipun sedang dalam musim kemarau panjang.

- Djoko Subinarto

 

AYO BACA : Tradisi Warga Kota Bandung Menyambut Ramadan di Tahun 1920-an

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:21 WIB

Obat memang bisa menjadi khasiat, ketika penggunaannya tepat. Namun, obat pun bisa menjadi racun ketika berlaku sebalikn...

Netizen, Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat, obat generik,khasiat obat,obat paten,komposisi yang terkandung dalam obat,dosis dan aturan pakai obat

Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:02 WIB

Sistem terpisah ini merupakan buah dari percobaan yang dilalukan Terburgh selama bertahun-tahun saat dia berdinas di Jaw...

Netizen, Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah, J. Th. Terburgh,vaksinasi cacar di Pulau Jawa,sistem sirkuler,riwayat hidup J. Th. Terburgh

Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 17:03 WIB

Makanan seperti seblak, nasi rames, sayur masak, mi tektek, milk bobba, thai thea, dan lain sebagainya ternyata begitu m...

Netizen, Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah, Kuliner gang di Kota Bandung,Kuliner di masa pandemi,Kuliner gang di Ciroyom Bandung,potensi bisnis kuliner gang di kota Bandung

Bukan Jalan Belakang Factory

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 11:41 WIB

Secara resmi, nama Jl Belakang Factory belum ditulis dalam buku Perubahan Nama Djalan-djalan di Bandung yang diterbitkan...

Netizen, Bukan Jalan Belakang Factory, Jl Belakang Factory,Sejarah Jl Belakang Factory.,Sejarah Jl Belakang Factory Kota Bandung,Sejarah Kota Bandung,T Bachtiar,Perubahan nama jalan di Bandung,Nama Jalan di Bandung Baheula

Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda

Netizen Rabu, 20 Januari 2021 | 15:21 WIB

Jalan Veteran Kota Bandung yang menyediakan berbagai macam sepeda dan segala perlengkapan pendukungnya.

Netizen, Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda, Jalan Veteran Bandung,Kawasan toko sepeda Jalan Veteran Bandung,Komunitas sepeda Jalan Veteran Bandung,toko sepeda di Bandung,Onderdil sepeda di Bandung

Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?

Netizen Selasa, 19 Januari 2021 | 12:47 WIB

Pemberian uang yang tidak terkonsep ini atau dapat dikatakan diberikan secara cuma-cuma, justru akan memberikan dampak y...

Netizen, Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?, Uang jajan dan dampaknya,Uang jajan,Makna uang jajan untuk anak,uang jajan sebagai imbalan,uang jajan sebagai hadiah,uang jajan sebagai kewajiban

Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata

Netizen Senin, 18 Januari 2021 | 09:59 WIB

Di kompleks situs prajurit Terakota,  di Xian, China terdapat satu bangunan permanen yang berwarna keabu-abuan.

Netizen, Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata, Toilet,pariwisata,sumber pendapatan

Asep, Euis, Ujang, Neneng Tetap Nama yang Keren

Netizen Minggu, 17 Januari 2021 | 13:31 WIB

Dalam khazanah Kesundaan khususnya warga Kota Bandung ada nama yang mengandung unsur tradisional tetapi memiliki kekhasa...

Netizen, Asep, Euis, Ujang, Neneng Tetap Nama yang Keren, asep,euis,nama sunda,nama khas Bandung,Sunda,Budaya Sunda,Paguyuban Asep Dunia,Kabar Netizen,Ayo Netizen
dewanpers