web analytics
  

850 Petugas Gabungan Siap Tegakkan Perda Selama Ramadan

Jumat, 3 Mei 2019 23:14 WIB Anya Dellanita
Bandung Raya - Bandung, 850 Petugas Gabungan Siap Tegakkan Perda Selama Ramadan, Satpol PP Kota Bandung, Ramadan, Operasi Praja Wibawa dan Cipta Kondisi,

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyematkan tanda kepada petugas Satpol PP Kota Bandung. (Dok Humas Pemkot Bandung)

DALEM KAUM, AYOBANDUNG.COM--Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Praja Wibawa dan Cipta Kondisi. Apel gabungan ini sebagai persiapan menghadapi Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah.

"Kita siapkan 850 personel dibantu TNI, Polri, dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait seperti Damkar dan Dishub untuk menjaga Kota Bandung kondusif selama Ramadan," ucap Plt. Kepala Satpol PP Kota Bandung, Tantan Surya Santana, usai apel di Jalan Dalem Kaum, Bandung, Jumat (3/5/2019).

Menurut Tantan, sejumlah pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) yang kerap muncul di Ramadan di antaranya maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Mobil Toko (Moko). Keberadaan PKL dan Moko ini menyalahi Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan.

AYO BACA : Banyak Pelanggaran, Satpol PP Kota Bandung Tertibkan Ribuan APK

Lalu merunut Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial,  pada Ramadan diprediksi bermunculan pengemis musiman. Serta pencegahan pelanggaran Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan oleh para pelaku hiburan malam saat Ramadan.

"Sudah ada peraturannya, tempat hiburan malam, spa, karoke, diskotik, diskotik nanti tanggal 4 (Mei) malam dilarang beroperasi. Buka lagi tanggl 7 Juni. Nanti kita akan terus monitoring setiap hari, tim juga akan berpatroli. Spotnya sudah kita petakan," ujarnya.

Khusus untuk PKL, sambung Tantan, kerap muncul pedagang musiman baik dari dalam maupun luar Kota Bandung.

AYO BACA : Satpol PP Bakal Tertibkan APK di Malam Hari

"Yang dikhawatirkan PKL yang baru tidak tahu tempat berjualan ada zona merah di Kota Bandung, ada zona kuning dan zona hijau. Jadi mereka berjualan di tempat mana saja asal ada tempat yang kosong, padahal kosong itu dilarang," ulasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta agar aparat kewilayahan ikut berperan aktif dalam rangka menjaga kondusifitas selama bulan ramadan. Karena beberapa titik baru pelanggaran disinyalir bisa bermunculan.

"Saya tetap minta aparat di kewilayahan menertibkan PKL sebelum menjadi lebuh banyak," pintanya.

Lebih lanjut Yana juga mengingatkan, dalam Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan PKL sanksi yang diterapkan bukan hanya untuk pedagang saja, tetap pembeli pun ikut terkena sanksi.

"Kalau di zona merah itu sanksi tidak hanya pedagang, tapi juga pembelinya. Jadi masyarakat juga harus membantu Pemkot Bandung," tuturnya.

AYO BACA : Besok, Satpol PP Sikat Habis Alat Peraga Kampanye di Kota Bandung

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers