web analytics
  

Kronologis Penangkapan Bupati Talaud oleh KPK

Rabu, 1 Mei 2019 06:17 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Kronologis Penangkapan Bupati Talaud oleh KPK, Ott kpk, bupati talaud

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.

AYO BACA : Polling: 4 Lokasi Calon Pengganti Ibu Kota Jakarta, Apa Pilihan Kamu?

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi kasus Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan barang/jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2019.

"Secara keseluruhan, KPK mengamankan total enam orang di dua kota berbeda yaitu di Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Selain Sri Wahyumi, KPK telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Benhur Lalenoh (BNL) seorang tim sukses dari Bupati dan juga pengusaha dan Bernard Hanafi Kalalo (BHK) seorang pengusaha.

Enam orang yang diamankan itu, yakni Sri Wahyumi, Benhur Lalenoh, Bernard Hanafi Kalalo, Ketua Pokja Ariston Sasoeng (ASO), anak dari Bernard, dan sopir dari Benhur.

Basaria menjelaskan bahwa pada Minggu (28/4) malam diketahui Bernard bersama anaknya membeli barang barang mewah berupa dua tas, satu jam tangan, dan seperangkat perhiasan berlian dengan total nilai Rp463.855.000 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

"Karena dibutuhkan pengukuran yang pas ukuran tangan bupati, maka jam baru dapat diambil pada esok harinya 29 April 2019," kata Basaria.

Selanjutnya, terjadi komunikasi antara plhak-pihak terkait bahwa barang akan diantar ke Bupati Talaud yang direncanakan akan diberikan saat ulang tahun Bupati Talaud.

"Sebelum barang barang tersebut dibawa ke Talaud, pada 29 April malam, sekitar pukul 22.00 WIB, tim mengamankan BNL, BHK, dan sopir BNL di sebuah hotel di Jakarta dan langsung membawa empat orang tersebut ke kantor KPK. Pada saat itu diamankan sejumlah barang yang diduga merupakan "fee" proyek," ungkap Basaria.

Tim KPK kemudian mengamankan anak dari Bernard pada pukul 04.00 WIB di salah satu apartemen di Jakarta.

"Di Manado, tim mengamankan ASO sekitar pukul 08.55 WITA dan mengamankan uang Rp50 juta. Terakhir tim mengamankan SWM di kantor Bupati pada pukul 11.35 WITA. Melalui Jalur udara, ASO dan SWM diterbangkan ke Jakarta oleh tim terpisah," kata Basaria.

Kemudian, tim yang membawa Bupati Talaud mendarat di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 18.30 WIB dan dibawa ke gedung KPK untuk proses lebih lanjut.

KPK mengidentifikasi adanya komunikasi yang aktif antara Bupati Talaud dengan Benhur atau pihak lain, misalnya pembicaraan proyek di Talaud dan komunikasi terkait dengan pemilihan merk tas dan ukuran jam yang diminta.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Mantan Kepala Bank Jatim Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 23:02 WIB

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menahan empat orang tersangka dugaan kasus korupsi Bank Jatim Cabang Kepanjen...

Umum - Nasional, Mantan Kepala Bank Jatim Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Korupsi Bank Jatim,Bank Jatim,Kejati Jatim,Kredit Bank Jatim

Sekolah Tatap Muka Juli, IDI: Belum Tentu

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 22:26 WIB

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai belum tentu semua sekolah di Indonesia bisa memulai pembelajaran...

Umum - Nasional, Sekolah Tatap Muka Juli, IDI: Belum Tentu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI),Sekolah Tatap Muka,Sekolah Tatap Muka Mulai Juli,Pembelajaran Tatap Muka

CEK FAKTA: Benarkah Wapres Maruf Amin Perbolehkan Jual Miras untuk Kas...

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 21:08 WIB

Viral kabar Wapres Marif Amin memperbolehkan menjual miras untuk kas negara.

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Benarkah Wapres Maruf Amin Perbolehkan Jual Miras untuk Kas Negara?, Hoaks Wapres Maruf Amin Perbolehkan Jual Miras,Cek Fakta,maruf amin miras,maruf amin jual miras,Hoaks,wapres,Investasi Miras

CEK FAKTA: Pemilik e-KTP Dapat Bantuan Rp3,5 Juta dari Pemerintah?

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 20:39 WIB

CEK FAKTA: Pemilik e-KTP Dapat Bantuan Rp3,5 Juta dari Pemerintah?

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Pemilik e-KTP Dapat Bantuan Rp3,5 Juta dari Pemerintah?, bantuan pkh,hoaks bantuan ektp,PKH,blt,BLT PKH 2021,Cek Fakta,Hoaks,Bantuan Rp3,5 juta,Program Keluarga Harapan (PKH)

Polri Kirim Peringatan ke Akun Medsos Penyebar SARA

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 20:34 WIB

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliadi mengatakan, pihaknya sudah memberikan 21 kali peringa...

Umum - Nasional, Polri Kirim Peringatan ke Akun Medsos Penyebar SARA, Polri,Virtual Police,Akun Medsos Penyebar SARA

PWNU Jatim Komentari Kontroversi Legalisasi Minuman Keras

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 14:55 WIB

Alasan dipilihnya beberapa wilayah tersebut lantaran telah ada sejumlah industri miras lokal.

Umum - Nasional, PWNU Jatim Komentari Kontroversi Legalisasi Minuman Keras, Minuman Keras (Miras),Ketua Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) K.H. Marzuki Mustamar,PWNU Jatim

Artidjo Alkotsar, Inspirasi Mahfud MD Jadi Aktivis Hukum

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 14:28 WIB

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), Artidjo Alkotsar (72) tutup usia pada Minggu (28/2/2021) kemari...

Umum - Nasional, Artidjo Alkotsar, Inspirasi Mahfud MD Jadi Aktivis Hukum, Artijo Alkotsar,Artijo alkotsar meninggal,Mahfud MD,Dewas KPK

Diskon Listrik PLN 50-100% Maret 2021!

Nasional Senin, 1 Maret 2021 | 14:23 WIB

Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan diskon listrik khusus beberapa pelanggan dengan kriteria yang sesuai dengan s...

Umum - Nasional, Diskon Listrik PLN 50-100% Maret 2021! , Diskon PLN,Diskon PLN Maret 2021,PLN,Token listrik gratis,Cara dapat token listrik gratis
dewanpers