web analytics
  

Sandal Tarumpah Tasikmalaya yang Masih Eksis Meski Tertatih

Selasa, 30 April 2019 14:42 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Sandal Tarumpah Tasikmalaya yang Masih Eksis Meski Tertatih, sandal bandung, sendal bandung, sendal khas bandung, Sandal, Tarumpah, sandal tarumpah, Eksis, sandal, sendal lebaran, Tertatih,

Beberapa model sandal tarumpah yang diproduksi oleh Yani di kampung Sukagenah, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayobandung.com)

MANGKUBUMI,  AYOBANDUNG.COM—Sandal tarumpah menjadi salah satu alas kaki yang tren tahun 1990-an di Tasikmalaya. Tidak sedikit kalangan muda maupun tua percaya diri saat menggunakannya untuk kegiatan resmi maupun sehari-hari. 

Namun, seiring perkembangan zaman dan banyaknya sandal model baru, eksistensi sandal tarumpah menurun. Alhasil, banyak tempat produksi sandal khas Tasikmalaya ini gulung tikar.

Cerita itu diterima Ayotasik.com dari Yani Nurdiantini (48), salah satu pengusaha sandal tarumpah yang masih eksis hingga kini.

Dengan merek dagang Bido, Yani yang dibantu suaminya Anda Supriatna (50) terus memproduksi sandal tarumpah di kampung Sukagenah, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. 

AYO BACA : 7 Makanan Khas Bandung yang Hits dan Paling Dicari Wisatawan

"Sandal tarumpah sudah ada sejak zaman kolonial sepertinya, karena seingat saya di kampung sini (Sambongjaya) banyak pengrajin Sandal Tarumpah.  Tapi, sekarang mulai berkurang," kata Yani yang ditemui di rumahnya, Selasa (30/4/2019).

Yani mengakui, saat ini eksistensi sandal tarumpah menurun dengan banyaknya model sandal baru. Peminat sandal tarumpah pun menjadi sangat terbatas, hanya kalangan tua yang masih setia memakai sandal berbahan dasar kulit sapi berpadu karet ini. 

"Kalau kalangan milenial sepertinya jarang yang pakai tarumpah. Kebanyakan itu generasi 80 sampai 90-an. Jadi, dikatakan mati tidak sandal tarumpah itu, dikatakan hidup juga tidak. Jadi pamornya itu berada di pertengahan," ujarnya.

Yani menambahkan, ia mulai meneruskan usaha keluarga memproduksi sandal tarumpah sejak 1996.

AYO BACA : 8 Tempat Wisata Belanja Bandung Favorit Pelancong

Saat ini, Yani tetap mempertahankan produksi sandal tarumpah karena masih ada permintaan dari beberapa kota di Jawa Barat,  di antaranya Bandung, Jakarta, dan wilayah Priangan Timur Jawa Barat. 

"Seminggu paling kami produksi 12 kodi. Karena keterbatasan tenaga ahli jadi sedikit produksinya. Dikirim ke beberapa kota di Jawa Barat kebanyakan. Masa keemasannya itu sekitar tahun 1990-an. Itu banyak ditemukan pemakai tarumpah," ungkap Yani. 

Model sandal tarumpah sendiri tidak banyak perubahan dari tahun ke tahun. Yani sengaja mempertahankan model tarumpah yang terlihat sangat sederhana. Alas kaki berbahan kulit sapi ini diberi sedikit ukiran bunga. Sementara itu, di bagian bawah, memakai bahan karet dengan kualitas bagus. 

"Kalau modelnya ya begini, tidak banyak berubah. Mungkin juga itu penyebab eksistensi tarumpah tergeser dengan model-model sandal lainnya. Tapi kalau berbicara kualitas, sandal tarumpah justru sangat kuat," papar Yani. 

Selain itu, harga yang dipatok juga memengaruhi eksistensi sandal tarumpah. Karena saat ini  masyarakat cenderung lebih memilih harga murah meski kualitas sangat rendah. 

"Harga juga cukup mahal ya, di sini saya jual sekitar Rp150.000 sampai Rp250.000 tergantung model. Tapi kualitas berani bersaing dengan model lain," tambah Yani. 

Dalam upaya meningkatkan eksistensi sandal tarumpah dan memudahkan penjualan, Yani dibantu dua anaknya, mulai memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Hal ini dilakukan agar keberadaan tarumpah tidak mati.

AYO BACA : Tips Jitu Belanja di Pasar Kaget Gasibu

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Dites Antigen, Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-1...

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 06:51 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran melakukan uji cepat (rapid test) antigen Covid-19 kepada para pelaku usaha wisata....

Umum - Regional, Dites Antigen, Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-19, pelaku wisata Pangandaran positif Covid-19,Wisata Pangandaran,Pangandaran,Pantai Pangandaran,Wisata Pangandaran ditutup,Pangandaran dibuka

25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditut...

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 05:55 WIB

25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditutup

Umum - Regional, 25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditutup, griya melati bogor,covid bogor,Bima Arya,COVID-19

Tersisa Dua Pos Penyekatan Arus Balik di Cirebon, Mana Saja?

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 05:15 WIB

dari 15 pos pengamanan yang didirikan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, 2 pos pam dibiarkan tetap berdiri.

Umum - Regional, Tersisa Dua Pos Penyekatan Arus Balik di Cirebon, Mana Saja?, pos penyekatan Cirebon,Cirebon,larangan mudik Cirebon,Operasi Ketupat Lodaya 2021

Dinsos Cianjur Validasi dan Verifikasi Data Penerima Bansos

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:49 WIB

Sebanyak 170 ribu jiwa tercatat sebagai penerima bantuan sosial berbasis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Kab...

Umum - Regional, Dinsos Cianjur Validasi dan Verifikasi Data Penerima Bansos, Bansos Cianjur,Dinsos Cianjur,Pemkab Cianjur,DTKS Cianjur

Halalbihalal Keraton Cirebon, Ngalap Barokah saat Pandemi Covid-19

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:44 WIB

Halalbihalal tetap digelar Keraton Kanoman Cirebon, Selasa, 18 Mei 2021 di tengah pandemi Covid-19. Sebagian orang meman...

Umum - Regional, Halalbihalal Keraton Cirebon, Ngalap Barokah saat Pandemi Covid-19, Keraton Kanoman Cirebon,Halalbihalal Keraton Cirebon,Ngalap Barokah

Dipengaruhi Obat-obatan, Seorang Pemuda Rusak dan Curi Barang Masjid d...

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:33 WIB

Seorang pemuda berinisial AS (24) mabuk obat-obatan merusak dan mencoba mencuri barang di dalam Masjid Nurul Iman di Kam...

Umum - Regional, Dipengaruhi Obat-obatan, Seorang Pemuda Rusak dan Curi Barang Masjid di Cianjur, Pemuda Curi Barang Masjid,Pencurian di Cianjur,Polsek Warungkondang Cianjur,Pencurian di Masjid,Pengrusakan Masjid

Ini Tantangan Bupati dan Wabup Cianjur saat Anggaran Pusat Terkikis

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:09 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dan TB Mulyana yang baru saja dilantik memiliki tantangan membangun Cian...

Umum - Regional, Ini Tantangan Bupati dan Wabup Cianjur saat Anggaran Pusat Terkikis, Pemkab Cianjur,Anggaran Terkikis Pandemi,Bupati Cianjur Herman Suherman

25 Warga Positif Covid-19, Perumahan di Bogor Dijaga Ketat

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 19:20 WIB

Sebanyak 25 orang Perumahan Griya Melati Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor positif covid-19 hasil rapid antigen. Alhasil,...

Umum - Regional, 25 Warga Positif Covid-19, Perumahan di Bogor Dijaga Ketat, Warga Perumahan Positif Covid-19,Perumahan Griya Melati Bubulak Bogor,Covid-19 Kota Bogor

artikel terkait

dewanpers