web analytics
  

23 Tahun Otda, Emil: Jabar Butuh Pemekaran Wilayah

Kamis, 25 April 2019 15:56 WIB Nur Khansa Ranawati

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Selama kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merasa Pemerintah Provinsi Jabar masih belum dapat hadir secara maksimal melayani 50-an juta jiwa warganya. Dia mengatakan, hal tersebut salah satunya karena jumlah daerah kabupaten/kota di Jabar yang terlampau sedikit.

Hal tersebut disampaikan Emil, sapaan akrabnya, selepas didapuk menjadi inspektur upacara pada apel peringatan Ulang Tahun ke-23 Otonomi Daerah (Otda) di halaman depan Gedung Sate, Kamis (25/4/2019). Menurutnya, pemekaran wilayah merupakan solusi.

AYO BACA : Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Ikut Permendikbud

"Di Jabar, Otda kita rasakan sangat bermanfaat, tapi masih kurang. Itulah kenapa wacana pemekaran wilayah harus dimaksimalkan," jelasnya.

Emil membandingkan ketimpangan jumlah daerah yang ada di Jabar dengan Jawa Timur. Saat ini, Jatim memiliki 38 daerah dengan total jumlah penduduk yang berada di bawah Jabar.

AYO BACA : Gandeng STP, Pemprov Akan Jadikan Jabar Provinsi Wisata

"Kalau teorinya adalah pelayanan publik, publik kita masih repot dengan 27 daerah melayani 50 juta manusia. Sementara di Jatim, 40 juta dilayani oleh 38 daerah. Jadi, ada ketimpangan," ungkapnya. 

Hal tersebut otomatis berpengaruh pada besaran Dana Alokasi Umum (DAU). Saat ini, DAU Jatim lebih tinggi Rp10 triliun dibanding DAU Jabar.

"Akibatnya DAU kita beda, Rp10 triliun lebih banyak Jatim. Penduduknya lebih sedikit tetapi DAU lebih banyak. Jadi, ini ada ketidakadilan bila ditafsir dari pelayanan publik," jelas Emil.

Emil mengusulkan, idealnya Jabar berada dalam rasio 1 juta penduduk per satu daerah. Dengan begitu, total Jabar membutuhkan sekitar 40 daerah otonom untuk dapat hadir secara maksimal di kehidupan warga.

"Idealnya satu jutaan itu satu daerah. Kalau kita pakai rasio satu jutaan koma, ya di Jabar itu di atas 40 daerah lah," pungkasnya. 

AYO BACA : Bangun Pusat Data, Amazon Investasi Belasan Triliun di Jabar

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers