web analytics
  

KPK Tetapkan Wali Kota Tasikmalaya Sebagai Tersangka Suap

Kamis, 25 April 2019 10:21 WIB Fira Nursyabani
Umum - Regional, KPK Tetapkan Wali Kota Tasikmalaya Sebagai Tersangka Suap, Wali Kota Tasikmalaya ditangkap KPK, kasus suap Wali Kota Tasikmalaya

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar ruangan seusai melakukan penggeledahan di ruang kerja Wali kota Tasikmalaya Budi Budiman di Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (24/4/2019). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya.

AYO BACA : Budi Budiman Irit Bicara Saat Tinggalkan Balekota Tasikmalaya

"Ya benar," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/4/2019).

AYO BACA : 10 Jam Geledah Ruangan Budi Budiman, KPK Sita Berkas

Basaria juga membenarkan bahwa penetapan Budi sebagai tersangka terkait pengembangan dari kasus korupsi mantan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. "Iya," ujar Basaria.

Sebelumnya, KPK telah menyita dokumen-dokumen terkait pembahasan anggaran dari penggeledahan yang dilakukan di kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman di Bale Kota, Tasikmalaya, Rabu (24/4).

"Memang ada proses penggeledahan di kantor Wali Kota Tasikmalaya, itu dilakukan tadi pagi dan siang. Tim menyita sejumlah dokumen-dokumen terkait dengan pembahasan anggaran," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/4).

Nama Budi Budiman muncul dalam fakta persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sebagai pemberi suap kepada terdakwa bekas pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

Budi diketahui memberikan suap Rp700 juta kepada Yaya Purnomo.

Yaya pun telah divonis 6,5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider satu bulan dan 15 hari kurungan karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) di sembilan kabupaten.

Menurut hakim, Yaya terbukti dalam dua dakwaan yaitu dakwaan pertama Yaya terbukti menerima suap Rp300 juta dari bagian Rp3,1 miliar dari Bupati Lampung Tengah Mustafa melalui Taufik Rahman yang diperuntukkan untuk anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Amin Santono untuk pengurusan DAK dan DID.

Yaya Purnomo adalah mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Dalam dakwaan kedua, Yaya Purnomo dan Rifa Surya menerima gratifikasi uang sejumlah Rp6,529 miliar, 55 ribu dolar AS dan 325 ribu dolar Singapura karena mengurus DAK dan DID di sembilan kabupaten, salah satunya di Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya mendapat DAK TA 2018 DInas Kesehatan sebesar Rp29,989 miliar, DAK Prioritas Daerah Rp19,924 miliar serta DAK Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebesar Rp47,79 miliar.

AYO BACA : Penggeledahan Ruang Wali Kota Tasik Diduga Terkait Suap DAK

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Wagub Jabar Imbau Warga Jabar Tidak Mudik Lebaran

Regional Selasa, 20 April 2021 | 22:00 WIB

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengimbau masyarakat Jabar untuk tidak mudik lebaran. Tujuann...

Umum - Regional, Wagub Jabar Imbau Warga Jabar Tidak Mudik Lebaran, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum,Warga Jabar,Dilarang Mudik,Larangan Mudik,Mudik 2021

Pesantren Amanah Muhammadiyah di Tasikmalaya, Siapkan Ulama Masa Depan

Regional Selasa, 20 April 2021 | 21:40 WIB

Pesantren Amanah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya adalah salah satu lembaga pendidikan yang dimiliki Persarikatan Muhammadi...

Umum - Regional, Pesantren Amanah Muhammadiyah di Tasikmalaya, Siapkan Ulama Masa Depan, Pesantren Amanah Muhammadiyah,Pesantren di Tasik,Ulama Masa Depan,Profil Pesantren Pesantren Amanah Muhammadiyah

Perang Sarung, Polres Cianjur Amankan 9 Remaja

Regional Selasa, 20 April 2021 | 21:19 WIB

Polres Cianjur bereaksi cepat beredarnya video viral perang sarung di depan Gedung Generasi Muda Kampung Panembong Kecam...

Umum - Regional, Perang Sarung, Polres Cianjur Amankan 9 Remaja, Perang Sarung,Polres Cianjur,Tawuran Sarung,Perang Sarung Cianjur

Cerita Mantan Napi di Tasikmalaya Belajar Baca Alquran

Regional Selasa, 20 April 2021 | 20:53 WIB

Niat untuk menjadi pribadi yang baik, Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix) tak malu untuk belajar memperbaiki diri.

Umum - Regional, Cerita Mantan Napi di Tasikmalaya Belajar Baca Alquran, Mantan Narapidana Tasikmalaya (Manasix),Belajar Baca Alquran,Napi Belajar Baca Alquran,Napi Tasik

Disnakertrans Cianjur Bingung Beri Sanksi Perusahaan Tak Bayar THR

Regional Selasa, 20 April 2021 | 20:47 WIB

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, kebingungan jenis sanksi kepada perusahaan yang t...

Umum - Regional, Disnakertrans Cianjur Bingung Beri Sanksi Perusahaan Tak Bayar THR, Disnakertrans Cianjur,THR Cianjur,Bayar THR,Sanksi Telat Bayar THR

47 Napi Lapas Tasik Masih Positif Covid-19

Regional Selasa, 20 April 2021 | 20:09 WIB

Kasus Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tasikmalaya terus dipantau pihak Dinas Kesehatan Kota Tasikmal...

Umum - Regional, 47 Napi Lapas Tasik Masih Positif Covid-19, Napi Lapas Tasik,Napi Positif Covid-19,Lapas Tasikmalaya

Satgas Cianjur Khawatir Peningkatan Covid-19 Saat Mudik

Regional Selasa, 20 April 2021 | 18:37 WIB

Diharapkan masyarakat bisa mengurangi mobilitas serta tetap mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan bersama.

Umum - Regional, Satgas Cianjur Khawatir Peningkatan Covid-19 Saat Mudik, Peningkatan Covid-19 Saat Mudik,Larangan Mudik 2021,Kabupaten Cianjur,Kasus Covid-19,Ramadan,Lebaran,Idulfitri

Kapten Amerika Suntik Kakek Berumur 104 Tahun

Regional Selasa, 20 April 2021 | 16:17 WIB

Wirjawan Hardjamulia kembali mendapatkan vaksinasi dosis kedua di Rumah Sakit (RS) Vania Kota Bogor, Selasa 20 April 202...

Umum - Regional, Kapten Amerika Suntik Kakek Berumur 104 Tahun, Kapten Amerika,Wirjawan Hardjamulia,Rumah Sakit (RS) Vania,Kota Bogor,Vaksin Covid-19
dewanpers