web analytics
  

Industri Makanan Diproyeksikan Tumbuh 9 Persen

Minggu, 21 April 2019 14:34 WIB Dadi Haryadi
Bisnis - Finansial, Industri Makanan Diproyeksikan Tumbuh 9 Persen, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Industri Makanan,

Industri makanan. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9 persen pada 2019 karena mendapatkan tambahan investasi.

“Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/4/2019).

Tahun ini, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menanamkan modalnya total sebesar Rp79 triliun. Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp63 triliun, naik 11 persen dari 2018.

Kemudian industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp2,8 triliun dan Rp14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

AYO BACA : Rendahnya Hambatan Perdagangan Pangan Tingkatkan Nutrisi

Pemerintah menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan menufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan.

Pada 2018, ekspor nonmigas tercatat di angka 130 miliar dolar AS atau naik sebesar 3,98 persen dibanding 2017.

“Pada 2018, kontribusinya mencapai 72,25 persen. Selama ini memang industri menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, artinya bahwa produk-produk industri manufaktur dalam negeri sudah banyak berbicara di level global,” tuturnya.

Kemenperin juga mencatat, investasi di sektor industri manufaktur terus tumbuh signifikan.

AYO BACA : Pengembangan Industri 4.0 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Pada 2014, penanaman modal masuk sebesar Rp195,74 triliun, kemudian naik mencapai Rp222,3 triliun di 2018.

Peningkatan investasi ini mendongkrak penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang di 2018, yang berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional.

“Dari 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019 seiring adanya realisasi investasi,” ungkap Menperin.

Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4 persen.

Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

AYO BACA : Industri Lokal Butuh Perhatian

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Konsumsi Nasional Selama Kuartal II Diperkirakan Terus Meningkat

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 13:23 WIB

Konsumsi masyarakat diperkirakan akan terus meningkat pada kuartal kedua tahun 2021. Peningkatan konsumsi ini disebabkan...

Bisnis - Finansial, Konsumsi Nasional Selama Kuartal II Diperkirakan Terus Meningkat, konsumsi nasional,ekonomi nasional,Ramadan 2021,Ekonomi & Bisnis,Ekonomi Indonesia,Pemulihan Ekonomi

Harga Emas Antam 23 April Turun Rp5.000 per Gram

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 11:35 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp935.000 per gram pada Jumat, 23 April 2021, atau turun Rp...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam 23 April Turun Rp5.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Harga Emas Hari ini,Emas

Bertabur Hadiah, bjb Amazing Sureprize Berikan Mobil Bagi Nasabah

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, bjb Amazing Sureprize Berikan Mobil Bagi Nasabah

Bisnis - Finansial, Bertabur Hadiah, bjb Amazing Sureprize Berikan Mobil Bagi Nasabah, bjb Amazing Sureprize,bank bjb,Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto,Nasabah bank bjb

Pakar Keuangan: Jangan Habiskan THR

Finansial Jumat, 23 April 2021 | 01:45 WIB

Mike Sutikno, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi menyarankan kepada masyarakat supaya tidak menghabiskan uang...

Bisnis - Finansial, Pakar Keuangan: Jangan Habiskan THR, Pakar Keuangan,Perencanaan Keuangan,Tunjangan Hari Raya (THR),Mengelola THR

Melesat Naik, Harga Emas Antam Kini Rp940.000 per Gram

Finansial Kamis, 22 April 2021 | 10:00 WIB

Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Antam di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung.

Bisnis - Finansial, Melesat Naik, Harga Emas Antam Kini Rp940.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga Emas Hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

DJP dan 84 Pemda Sepakat Dalam Pemungutan Pajak

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 22:44 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perim...

Bisnis - Finansial, DJP dan 84 Pemda Sepakat Dalam Pemungutan Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Pemungutan Pajak,Pemerintah Daerah (Pemda)

Resilien Sepanjang 2020, bank bjb Targetkan Tumbuh Positif di 2021

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 19:13 WIB

bank bjb merupakan salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang mencatatkan performa baik di masa pandemi...

Bisnis - Finansial, Resilien Sepanjang 2020, bank bjb Targetkan Tumbuh Positif di 2021, bank bjb,Direktur Keungan bank bjb Nia Kania,bank bjb Tumbuh Positif,bank bjb Target Pertumbuhan 2021,Resilience Bank

DJP Tata Ulang Tempat Terdaftar dan Pelaporan Usaha Wajib Pajak

Finansial Rabu, 21 April 2021 | 19:09 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan melakukan reorganisasi beberapa kantor pajak di Indonesia. Agenda ini tertuang dala...

Bisnis - Finansial, DJP Tata Ulang Tempat Terdaftar dan Pelaporan Usaha Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Reorganisasi Kantor Pajak,Perdirjen Pajak,KPP Pratama,KPP Madya

artikel terkait

dewanpers