web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Batu Mahpar Tasik Tawarkan Berbagai Curug yang Sejuk

Sabtu, 20 April 2019 16:25 WIB Irpan Wahab Muslim

Wisata Alam Batu Mahpar. (Irpan Wahab/Ayobandung.com)

LEUWISARI, AYOBANDUNG.COM—Jika menginginkan objek wisata yang berbeda dan lengkap, Anda wajib mengunjungi obek wisata Batu Mampar di Desa Sukamulih, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Selain bisa menikmati keindahan alam, di objek wisata yang baru dibuka tahun 2018 juga menawarkan wisata sejarah.

Jarak untuk tiba di objek wisata Batu Mahpar (BMP) ini berjarak lebih kurang 12 km dari Kecamatan Singaparna. Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa menuju wilayah Kecamatan Leuwisari dengan tujuan Desa Sukamulih. Tiba di lokasi, banyak lokasi parkir yang tersedia. 

Dari lokasi parkir, kita hanya perlu jalan kaki sekitar 100 meter menuju lokasi objek wisata.

Setibanya di lokasi, kita akan disuguhkan hamparan bebatuan yang memenuhi hampir setiap sudut sungai yang lebarnya lebih dari 10 meter tersebut. 

AYO BACA : 10 Destinasi Wisata Asyik di Bandung

"Bebatuan yang menghampar, makanya dinamakan batu mampar. Ini menghampar sekitar 25 km hingga menuju dinding ari Galunggung," papar pengelola Batu Mahpar Totong Muhammad Hidayat kepada Ayotasik.com, Sabtu (20/4/2019).

Batu yang menghampar itu merupakan endapan lava akibat letusan Gunung Galunggung. Namun belum dipastikan endapan itu akibat letusan yang terjadi pada tahun berapa. Keindahan batu yang terhampar itupun diabadikan melalui kamera ponsel oleh para pengunjung.

"Kalau diperkirakan itu mungkin ratusan atau jutaan tahun. Karena sudah membatu dan sangat keras. Keindahannya keliatan apalagi ada kilauan, jadi batunya berkilau, " papar Totong.

Selain keindahan batu yang terhampar sebagai wisata sejarah, di objek wisata yang mempunyai luas lebih dari dua hektare itu terdapat beberapa curug, di antaranya curug utama, curug niagara Sunda, curug mahkota, curug cena, dan curug kahuripan.

AYO BACA : Wisata Edukasi Baru, Museum Pertanian Segera Hadir di Kota Bogor

"Bagi yang suka keindahan curug, di sini juga ada curug alami. Selain itu, ada kolam-kolam ikan yang sengaja dibuat untuk memanjakan mata para pengunjung," tambah Totong.

Ditambahkan Totong, konsep pembangunan objek wisata Batu Mampar lebih kepada wisata keluarga. Di setiap sudut disediakan beberapa tempat makan bersama atau botram dan tempat swafoto. Untuk menikmati semua keindahan dan kesejukan alam serta wisata sejarah, pengunjung cukup membayar tiket Rp10.000 per orang.

"Kita sediakan spot selfie yang setiap 6 bulan kita ubah agar pengunjung tidak bosan. Kita juga siapkan bumi perkemahan, arena beristirahat berupa saung dan saung botram," kata Totong.

Mempromosikan objek wisata batu Mampar, lanjut Totong, mengandalkan sosial media. Tidak sedikit pula masyarakat yang berswafoto dan mengunggah hasil foto ke media sosial miliknya. Kuatnya media sosial dalam promosi membuat pengunjung datang dari berbagai daerah.

"Paling jauh itu dari Lampung dan Malang. Mereka tahu dari media sosial. Paling ramai kunjungan itu kalau weekend. Kita buka ini dari jam delapan pagi hingga pukul lima sore," pungkas Totong.

AYO BACA : 8 Tempat Wisata Belanja Bandung Favorit Pelancong

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers