web analytics
  

Angka Partisipasi Pemilu Meningkat, Uu Apresiasi Bupati/Wali Kota di Jabar

Kamis, 18 April 2019 16:49 WIB Fira Nursyabani

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (Irpan Wahab Muslim/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum memberikan apresiasi kepada bupati dan wali kota di Jabar karena telah berhasil meningkatkan kesadaran politik rakyat. Tingkat partisipasi pemilih di berbagai kabupaten/kota di Jabar pada Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 relatif mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah saya bangga karena penyelenggaraan pemilu se-Jawa Barat secara umum sukses. Ada kenaikan angka partisipasi pemilih hampir di seluruh daerah, kenaikan paling kecil lima persen yang paling besar 16 persen," kata Wagub Jabar saat memimpin konferensi video atau video conference di Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate Bandung, Kamis (16/4/2019).

AYO BACA : Ketua KPPS di Tasikmalaya Meninggal Usai Perhitungan Suara

Didampingi anggota Bawaslu, KPU Jabar, TNI/ Polri serta unsur Forkopimda yang lain, Uu mengatakan hal tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat untuk berpolitik telah meningkat. Terlebih ada peran dari kepala daerah dan jajarannya.

Apresiasi terutama diberikan kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial yang berhasil meningkatkan angka partisipasi pemilih dari sebelumnya 77 persen menjadi 86,5 persen. "Dari laporan Kota Bandung, angka partisipasinya meningkat luar biasa. Penyelenggaraannya juga sangat kondusif dan jurdil. Memang ini yang kita harapkan," kata Uu.

AYO BACA : Bima Arya tak akan Tinggalkan PAN

Dalam konferensi video, Uu memang menanyakan kepada para bupati dan wali kota jalannya pemilu di daerah masing-masing. Hasilnya, kata dia, penyelenggaraan pemilu di Jabar secara umum berjalan kondusif dan aman meski ada kendala teknis seperti keterlambatan kotak suara, kertas suara yang tertukar dan kurang, serta mati listrik, namun hal itu cepat ditangani.

"Dari pantauan kami dan laporan masuk tidak ada masalah yang krusial seperti ada warga yang belum dapat C6 tapi tetap bisa mencoblos karena menggunakan KTP. Ada juga di Pangandaran yang sempat mati lampu saat perhitungan suara dan sedikit kertas yang tertukar di Cianjur tapi semua ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu," kata Uu.

Meskipun begitu, Wagub tetap mengimbau khususnya kepada aparat untuk lebih fokus pada pengamanan pergeseran kertas suara karena proses tahapan pemilu masih belum berakhir. Hal itu agar tidak merusak suasana Jabar yang sudah kondusif dan lancar.

"Karena proses tahapan pemilu belum selesai, saya minta kepala daerah bersama TNI-Polri untuk fokus perhatiannya pada pergeseran kotak suara agar tidak ada hal yang dapat merusak suasana yang sudah kondusif ini," katanya.

AYO BACA : Diduga Ada pelanggaran Pemilu, Bawaslu Purwakarta Rekomendasikan Pungutan Suara Ulang

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers