web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cerita di Bilik Suara, Kebingungan Pilih Calon Anggota DPD RI Hingga Andalkan Intuisi

Rabu, 17 April 2019 18:30 WIB Erika Lia

Warga sedang menggunakan hak pilihnya di TPS 57 Kampung Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (17/4/2019). Tak sedikit warga yang masih kebingungan saat menentukan pilihan, terutama calon anggota DPD RI yang dinilai tak familiar karena minim sosialisasi. (Erika Lia/ayocirebon)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Menentukan pilihan untuk calon anggota DPD RI menjadi kebingungan terbesar sebagian pemilih di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon pada Pemilu 2019 ini. Tak sedikit warga mengaku asing dengan para calon anggota DPD RI. Para calon dinilai kurang bersosialisasi ke tengah masyarakat.

"Begitu sampai di bilik suara, yang paling bingung saat akan mencoblos calon anggota DPD RI. Saya tidak kenal satupun para calonnya," ungkap Dela, seorang warga Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, seusai menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, dari beragam alat peraga kampanye (APK) yang pernah bertebaran selama masa kampanye, dia belum pernah melihat satu pun calon anggota DPD RI. APK yang banyak ditemuinya rata-rata milik calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten Cirebon, selain tentu saja APK calon presiden dan wakil presiden.

Meski dirinya bisa melihat setiap gambar calon anggota DPD RI yang dipasang di sekitar TPS, kebingungan tetap melandanya. Persoalannya, imbuh dia, bukan hanya pada wajah-wajah para calon yang tak familiar saja, sepak terjangnya saja dia tak tahu.

"Saya tidak tahu sepak terjang setiap calon. Wajahnya saja asing semua," cetusnya.

Namun begitu, dia memastikan tetap menggunakan hak pilihnya. Dengan ringan Dela mengemukakan, upayanya memilih salah satu calon anggota DPD yang tak dikenalnya dengan berdoa di dalam hati.

"Bismillah saja akhirnya, semoga kalau terpilih amanah," tuturnya.

Tak ubahnya Dela, seorang warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Akbar, juga menyebut tak mengenal setiap anggota calon DPD RI. Akbar bahkan tak hanya asing dengan calon anggota DPD RI, calon anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Barat pun tak banyak dikenalnya.

"Saat paling jelas menentukan pilihan adalah ketika mencoblos capres dan calon anggota DPRD Kota Cirebon. Lainnya (DPR RI, DPRD Provinsi Jabar, dan DPD RI) asing," ungkapnya.

Hanya, dia pun tetap menentukan pilihan sebagaimana intuisi menuntunnya. Akbar mengaku, ekspektasinya tak terlalu tinggi untuk caleg-caleg yang dia pilih dengan mengikuti intuisi.

Warga Kesambi lainnya, Euis juga mengaku dilanda kebingungan saat berada di balik bilik suara. Untuk pemilihan dengan calon yang tak dikenalnya, perempuan beranak satu ini mengatakan, hanya mencoblos pada lambang partai.

"Pilih gambar partai untuk dicoblos karena tak kenal nama calonnya," cetusnya.

Persoalan di dalam bilik suara bukan saja tak kenal dengan calon yang akan dipilih, yang rata-rata dialami saat harus memilih calon anggota legislatif, melainkan pula pada ukuran surat suara. Euis tak menampik butuh waktu lebih lama di bilik suara pada pemilu kali ini dibanding momentum yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

artikel lainnya

dewanpers