web analytics
  

Bandung Baheula: Pesta di Lapang Tegallega, Dulunya Tempat Pacuan Kuda

Sabtu, 13 April 2019 14:21 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Baheula - Baheula, Bandung Baheula: Pesta di Lapang Tegallega, Dulunya Tempat Pacuan Kuda, wisata bandung, tegalega, tegal lega, sejarah bandung, bandoeng baheula

Taman Tegalega, Bandung. (AyoBandung.com/Ananda Muhammad Firdaus)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Salah satu budaya kaum Belanda dan Eropa pada era kolonial di Tanah Priangan adalah berpesta dan bersenang-senang di hari Minggu selepas bekerja. Budaya kumpul-kumpul tersebut dilakukan di sejumlah tempat pertemuan seperti Gedung Concordia yang dahulu masih terletak di Jalan Braga.

Selain kumpul-kumpul, pesta lainnya yang kerap mereka lakukan adalah pertandingan pacuan kuda. Warga pribumi, yang semula hanya memanfaatkan kuda sebagai hewan transportasi, mulai mengenal kultur baru yang dibawa penduduk Eropa.

Berdasarkan keterangan pengamat sejarah Kota Bandung Her Suganda, sebagaimana dimuat dalam salah satu bukunya Kisah Para Preanger Planters, salah satu juragan perkebunan teh (Preanger Planters) yakni keluarga EJ Kerkhoven diceritakan memiliki puluhan ekor kuda terbaik. Empunya Perkebunan Teh Sinagar ini dikenal sebagai pemilik kuda pacu yang seringkali memenangkan pertandingan.

Pesta pacuan kuda yang dinamai Preanger Wedloop Societet tersebut diadakan di Tegallega Raceterrein atau yang sekarang menjadi Lapangan Tegalega. Dalam Bahasa Sunda, Tegallega berarti tegal yang lega atau lapang yang luas. Lahannya berbentuk segi empat, berbatasan dengan Jalan Ciateul (dulu Ciatulweg), Jalan Moh Toha (Oostweg), dan Jalan Otista (Tegallegawestweg), serta Jalan BKR (Tegallega Zuidweg).

Warga sekitar kerap menyebut Preanger Wedloop Societet sebagai 'Pesta Raja'. Pasalnya, pacuan kuda yang berlangsung selama tiga hari tersebut diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina yang jatuh pada 31 Agustus dan hari lahir Ibu Suri Ratu Emma pada 2 Agustus 1858. 

Para peserta pacuan kuda datang dari berbagai daerah di sekitaran Priangan, seperti Bogor (dahulu Buitenzorg), Sukabumi, Batavia, dan kota-kota lainnya. Sejarawan Universitas Padjajaran Sobana Hardjasaputra SS dalam disertasinya 'Perubahan Sosial di Kota Bandung 1810-1906', sebagaimana dituturkan kembali oleh Her Suganda, menyatakan bahwa penyelenggaraan pacuan kuda berlangsung dengan  sangat meriah.

Sebagian besar tamu terdiri dari para pengusaha perkebunan. Sejumlah hotel, terutama Savoy Homann dan Preanger, pun dipenuhi para tamu. Di sepanjang jalan menuju Tegellegea Raceterrein dipasangi umbul-umbul. Kuda-kuda yang akan dipertandingkan terlebih dahulu dipamerkan di area Alun-alun Bandung. Hal tersebut tak jarang menjadi hiburan tersendiri bagi warga. 

Tak hanya sebagai lomba adu cepat kuda, acara tersebut juga kerap menjadi ajang 'lomba' keluarga Eropa yang terlibat untuk saling memamerkan kekayaan mereka. Para wanita diceritakan berlomba-lomba menonjolkan diri.

Oleh karena itulah, dikabarkan banyak rumah tangga keluarga Eropa yang berantakan seusai pacuan kuda terselenggara. Sejarawan Bandung Haryoto Kunto mengungkapkan bahwa setelah acara berakhir, banyak keluarga yang cekcok perihal bangkrut karena kalah judi, istri yang merengek minta dibelikan persiasan lebih, atau masalah perselingkuhan.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an

Baheula Senin, 10 Mei 2021 | 17:35 WIB

Tak jauh dari keramaian Jalan Braga dan Asia Arfrika, di pusat Kota Bandung, tersisa situs sejarah terpencil.

Bandung Baheula - Baheula, Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an, penjara banceuy,Bandung,Tahun 1930-an,Soekarno,Sejarah

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Baheula Kamis, 6 Mei 2021 | 16:25 WIB

Sang jenius berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Bandung, namun gagal.

Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung 

Baheula Rabu, 5 Mei 2021 | 16:40 WIB

Di samping kultur sepak bola yang sudah mendarah daging, Bandung sebetulnya punya klub bisbol legendaris yang layak diba...

Bandung Baheula - Baheula, Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung , Sejarah Bisbol Bandung,Rebocco,Red Fox,Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia,Perbasasi Bandung

Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung

Baheula Selasa, 4 Mei 2021 | 15:00 WIB

Namanya berubah-ubah, dari Insulindepark sampai Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, begitu pula fungsinya.

Bandung Baheula - Baheula, Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Insulinde,Insulindepark,Taman Lalu Lintas,Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution,Taman Nusantara,Bandung,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia Belanda

Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 15:20 WIB

Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Bandung Baheula - Baheula, Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis, Bandung,1961,Piala Davis,Tenis,Indonesia,Petenis Indonesia,Tan Liep Tjiauw,Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI)

Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 11:00 WIB

Mengenang Kejayaan Radio Unasko era Orde Baru di Cimahi

Bandung Baheula - Baheula, Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru, Radio Unasko,Radio bersejarah Cimahi,Radio Cimahi,Radio bersejarah Bandung

Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia

Baheula Jumat, 30 April 2021 | 22:00 WIB

Annie Salamun, perwakilan atlet dari Bandung, merajai cabang olahraga lempar cakram putri tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia, Tegalega,Bahder Djohan,Dimas Wahyu Indrajaya,Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),Annie Salamun,cabang olahraga lempar cakram,Bandung,atlet dari Bandung

Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung

Baheula Kamis, 29 April 2021 | 20:50 WIB

Stadion Siliwangi mulai dibangun pada 1 Januari 1954 dan biaya pembangunannya mencapai Rp6 juta pada tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung, Peresmian Stadion Siliwangi,Stadion Siliwangi,Bandung,Stadion Terbagus Pertama di Bandung,Komando Daerah Militer (Kodam),Jawa Barat

artikel terkait

dewanpers