web analytics
  

Film Asing Mendominasi Bioskop, Film Indonesia Kalah Laris

Sabtu, 13 April 2019 01:05 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, Film Asing Mendominasi Bioskop, Film Indonesia Kalah Laris, Film, Film Asing, Film Lokal, Film Indonesia, Bioskop, Penonton,

Film di Bioskop. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Perkembangan jumlah penonton film Indonesia masih berbanding terbalik dengan jumlah penonton film asing. Penjualan tiket film asing yang diputar di bioskop Indonesia jauh lebih laris dibandingkan film Indonesia.

Hal ini dibuktikan dari hasil survey Pusbangfilm (Pusat Pengembangan Perfilman) Indonesia yang pendataannya berbasis aplikasi daring E-LIP. Data jumlah penonton dan jumlah judul film berdasarkan laporan dari pengusaha bioskop yang diterima Pusbangfilm Kemendikbud.

AYO BACA : Problematika Film Indonesia: Belum Dianggap Produk Ilmu Pengetahuan

Menurut data yang dimiliki Pusbangfilm, jumlah penonton film asing mencapai 64,86 juta pada tahun 2016. Angka ini meningkat terus hingga tahun 2017 mencapai 67,71 juta dan mencapai 82,94 juta penonton pada tahun 2018.

Regulasi distribusi perfilman di Indonesia kurang menguntungkan sineas Indonesia untuk menghasilkan karya film. Regulasi tersebut menyebabkan film asing memiliki jatah layar yang lebih banyak daripada film Indonesia. Akibatnya, pemutaran film Indonesia di bioskop memiliki jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan pemutaran film asing. Jumlah penonton film dipantau berdasarkan pembeli tiket film per harinya. Jika pembeli tiketnya sedikit, semakin cepat film tersebut tutup layar di bioskop. Jarang ada film Indonesia yang diputar di bioskop lebih dari sebulan.

AYO BACA : Bandung Baheula: Bioskop Dian, Bangunan Bersejarah yang Kondisinya Memprihatinkan

Hal ini dikarenakan belum ada bioskop khusus untuk film-film nasional. Belum ada wadah yang layak untuk memutar film festival karya anak bangsa. Para sineas Indonesia pun dituntut lebih untuk menghasilkan film yang 'laris' atau menghasilkan penjualan tiket yang tinggi.

Walau begitu, jumlah penonton film Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dian Srinursih dari Pusbangfilm mengatakan bahwa penonton film Indonesia meningkat signifikan sejak 2016 hingga sekarang. Pada 2015, penonton film Indonesia hanya mencapai 15 juta penonton. Jumlah penonton meningkat drastis menjadi 35,73 juta penonton pada 2016. Pada tahun 2017, jumlah penonton film Indonesia mencapai 40,33 juta penonton dan tahun 2018 menjadi 46,34 juta penonton. Tentu saja ini merupakan kemajuan yang besar untuk perfilman Indonesia.

Ini peningkatan yang perlu kita apresiasi. Walaupun penonton film kita masih jauh di bawah film luar negeri, kita tetap harus bangga dan tidak perlu berkecil hati karena keadaan di luar sana masih sulit untuk perfilman Indonesia. Tapi yang dapat dipastikan, penonton film Indonesia terus meningkat setiap tahun, ujar Dian dalam Bincang-Bincang Film Indonesia di Unpad pada Kamis (11/4/2019).

Melihat kondisi ketimpangan pembangunan bioskop antara pulau Jawa dan daerah, Pusbangfilm memiliki ambisi untuk memperluas akses masyarakat dalam menonton film Indonesia. Beberapa program di antaranya adalah pengadaan alat pemutar film, alat produksi film, dan Bioling. Bioling atau lebih tepatnya bioskop polling merupakan kegiatan yang dilaksanakan Pusbangfilm dengan mengadakan survey keliling ke bioskop di seluruh Indonesia berdasarkan jumlah pembelian tiket filmnya.

Pada tahun 2017 terdapat 11 unit pengadaan bioling, 20 unit pengadaan alat pemutar film, dan 30 unit pengadaan alat produksi film. Pada tahun 2018, angka pengadaan tidak berubah hanya pengadaan alat produksi film saja yang berkurang menjadi 20 unit. (Alya Dinda)

AYO BACA : Bioskop Akan Tetap Eksis Dibanding Platform Digital

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers