web analytics
  

Wisata Situ Gede dan Mitos Larangan bagi Warga Sumedang

Kamis, 11 April 2019 16:26 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Wisata Situ Gede dan Mitos Larangan bagi Warga Sumedang, Wisata, Situ Gede, Mitos, Larangan, Warga, Sumedang,

Objek wisata Situ Gede. (Irpan Wahab/Ayobandung.com)

MANGKUBUMI, AYOBANDUNG.COM–Selain memiliki keindahan dan kesejukan, Situ Gede yang berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, menyimpan mitos, yakni warga yang berasal dari Kabupaten Sumedang dilarang untuk berkunjung, apalagi bermain air di Situ Gede.

Mitos itu berkembang bukan tanpa alasan. Area Situ Gede yang luasnya 47 Haktare terdapat makam Eyang Prabudilaya yang merupakan salah satu keluarga kerajaan Sumedang Larang. Makam tersebut diyakini masyarakat berada di tengah bukit rimbun di Situ Gede.

Nandang Suherman, kuncen atau sesepuh Situ Gede, mengatakan, Eyang Prabudilaya merupakan sosok penyebar Islam di Tasikmalaya. Dia mengembara dan keluar dari lingkungan kerajaan untuk mencari dan mendalami ilmu ke Tasikmalaya.

“Beliau itu berasal dari Sumedang, beliau ngalalana (mengembara) untuk mencari dan mendalami ilmu di Tasikmalaya,” papar Nandang, Kamis (11/4/2019).

Dalam mencari dan mendalami ilmu tersebut, lanjut Nandang, Eyang Prabudilaya sering melakukan tapa atau mati geni. Suatu ketika, keberadaannya tidak diketahui oleh kedua istrinya, Sekar Karembong dan Sembahdalem.

“Muncul kecurigaan dari kedua istrinya itu, saat keberadaan Prabudilaya diketahui, keduanya sepakat untuk membunuhnya. Dan terjadi pembunuhan itu hingga Prabudiyala meninggal dunia,” papar Nandang.

Setelah meninggal, istri pertamanya, Sekar Karembong, berniat menguburkan jenazah Eyang Prabudilaya dibantu dua murid atau pengawalnya. Mereka kebingungan mencari tempat penguburan hingga melewati beberapa daerah di Tasikmalaya. Tempat-tempat yang pernah disinggahi oleh Sekar Karembong dan dua murid Eyang Prabudilaya itupun dijadikan nama wilayah di Kota Tasikmalaya.

“Nah, melihat satu bukit di wilayah Situ Gede ini, akhirnya diputuskan untuk menguburkan jenazah eyang di sini. Tetapi kemudian, Sekar Karembong khawatir dua murid eyang membocorkan pembunuhan ke pihak kerajaan dan akhirnya dua murid itu dibunuh juga,” papar Nandang.

Dari cerita itu, lanjut Nandang, muncul mitos yang kini diyakini masyarakat sekitar.

Nandang menceritakan, mitos itu pernah menjadi kenyataan sekitar tahun 1990-an. Saat itu, perahu rakit yang membawa rombongan terbalik di tengah Situ karena angin kencang.

Rakit yang terbuat dari bambu itu ditumpangi tiga orang, beruntung semua penumpang berhasil diselamatkan.

“Waktu ditanya asal, ada satu penumpang bilang dari Sumedang. Mitos itu sudah berkembang di masyarakat. Percaya atau tidaknya ya kembali ke diri masing-masing saja. Tetapi dari kejadian itu jadi sebuah kebiasaan kalau ada yang ingin menaiki perahu, pemilik suka menanyakan tempat asal,” pungkas Nandang.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Puluhan Miras Diduga Milik Tukang Parkir Diamankan Polisi

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 11:47 WIB

Polsek Tawang Polresta Tasikmalaya mengamankan puluhan plastik bening minuman keras (miras) jenis tuak dari halaman gedu...

Umum - Regional, Puluhan Miras Diduga Milik Tukang Parkir Diamankan Polisi, miras,Miras Tasikmalaya,tasikmalaya,polsek tawang,alun-alun kota tasikmalaya

Jawa Barat Sudah Punya 26 Pengurus Cabang Esport

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 11:34 WIB

Tersisa satu pengcab esport di Jawa Barat yang belum diresmikan. Rencananya pekan depan.

Umum - Regional, Jawa Barat Sudah Punya 26 Pengurus Cabang Esport, esport,esport jawa barat,Priangan Timur,tasikmalaya,Garut,banjar,Pangandaran,ciamis,KONI,KNPI

Lagi, Pergeseran Tanah di Cibalong Tasik Paksa Warga Mengungsi

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 11:15 WIB

Bencana di Kampung Cianteg ini menyebabkan tujuh rumah warga rusak, tiga di antaranya rusak berat dan empat rumah rusak...

Umum - Regional, Lagi, Pergeseran Tanah di Cibalong Tasik Paksa Warga Mengungsi, pergeseran tanah,tasikmalaya,Tagana Kabupaten Tasikmalaya,bencana Tasikmalaya

Vaksinasi Pedagang Pasar di Bandung Dilanjut Pekan Depan

Regional Minggu, 28 Februari 2021 | 07:23 WIB

Sejuh ini sudah ada 102 pedagang yang menerima vaksin dari target vaksinasi Covid-19 tahap dua sekitar 1.700 orang.

Umum - Regional, Vaksinasi Pedagang Pasar di Bandung Dilanjut Pekan Depan, Vaksinasi Pedagang Pasar,pedagang pasar bandung,Dinas Kesehatan Kota Bandung

Proyek KCIC Kurang Menyerap Tenaga Kerja Warga Setempat

Regional Sabtu, 27 Februari 2021 | 18:41 WIB

"Ada. Cuma sedikit. Bisa dihitung dengan jari. Saya juga awalnya berniat kerja di sana, tapi susah," ungkap salah seoran...

Umum - Regional, Proyek KCIC Kurang Menyerap Tenaga Kerja Warga Setempat, Proyek KCIC,Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC),Proyek Kereta Cepat,Pekerja PT KCIC

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Wakilnya Positif Covid-19

Regional Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:50 WIB

Herdiat memohon doa dari seluruh masyarakat Tatar Galuh Ciamis untuk kesembuhan dirinya, wakilnya, dan keluarga

Umum - Regional, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Wakilnya Positif Covid-19, Bupati Ciamis positif Covid-19,Bupati Ciamis Herdiat Sunarya,Yana D. Putra wakil bupati ciamis,Ridwan Kamil,pandemi Covid-19 di Kabupaten Ciamis

Vaksinasi Guru, Harapan Baru Belajar Tatap Muka

Regional Sabtu, 27 Februari 2021 | 16:13 WIB

Di Kabupaten Tasikmalaya, vaksinasi untuk guru rencananya akan dimulai pada awal Maret mendatang, berbarengan dengan TNI...

Umum - Regional, Vaksinasi Guru, Harapan Baru Belajar Tatap Muka, vaksinasi untuk guru di Tasikmalaya,vaksinasi guru,Belajar Daring,Belajar Tatap Muka,DKPP Kabupaten Tasikmalaya dr. Hj Reti Zia Dewi

Rugikan Warga! Proyek KCIC Rusak Jalan di Purwakarta

Regional Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:22 WIB

Badan jalan bergelombang dan terdapat kubangan besar yang tak terhitung jari.

Umum - Regional, Rugikan Warga! Proyek KCIC Rusak Jalan di Purwakarta, Proyek KCIC Rusak Jalan,proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC),Kabupaten Purwakarta,badan jalan bergelombang,Kerusakan Jalan,kendaraan besar,kubangan besar tak terhitung jari,roda perekonomian,jaminan dari KCIC,Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC)

artikel terkait

dewanpers