web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bangunan Sejarah di Cimahi: Hoefmidschool, Sekolah Perawat Kuda Zaman Hindia-Belanda

Rabu, 10 April 2019 18:15 WIB Adi Ginanjar Maulana

Hoefmidschool. (Faqih Rohman Syafei/Ayobandung.com) (ist)

CIMAHI TENGAH, AYOBANDUNG.COM--Kota Cimahi memiliki sejumlah bangunan tua yang bernilai sejarah tinggi. Salah satunya, yakni bangunan Hoefmidschool yang terletak di Jalan Terusan Baros, Kota Cimahi.

Bangunan tersebut dahulu difungsikan sebagai sekolah milik pemerintah Hindia-Belanda yang khusus untuk mencetak ahli rawat kuda atau perawat kuda. Sekolah tersebut dibangun sekitar tahun 1930-an untuk memenuhi kebutuhan militer.

"Dulunya sebagai sekolah perawat kuda kalau sekarang dipakai markas Zibangdam (zeni dan bangunan Kodam III Siliwangi)," ujar Pemerhati Sejarah Cimahi sekaligus Ketua Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok kepada Ayobandung.com, Rabu (10/4/2019).

AYO BACA : Tjimahi Heritage, Komunitas Pecinta Sejarah Kota Cimahi

Menurut Machmud, ketika Pemerintah Hindia-Belanda membuat garnizun di Kota Cimahi, mereka membutuhkan orang-orang yang terampil dalam hal merawat kuda sehingga dibangunlah sekolah tersebut.

Keterampilan lulusan dari sekolah tersebut, kemudian diperbantukan untuk menyokong kekuatan kesatuan-kesatuan militer Hindia - Belanda yang ada ketika itu. Dengan merawat kuda-kuda yang milik kesatuan agar tetap bugar saat digunakan.

"Karena ketika itu kan diadakan kesatuan diantaranya Infantri dan Armed (Artileri Medan) membutuhkan kuda untuk menarik meriam-meriam yang sangat berat tidak memungkinkan ditarik oleh manusia sehingga menggunakan kuda yang merawat kudanya adalah prajurit dari hoefmidschool," katanya.

AYO BACA : Terkuak, Ternyata Cimahi Kaya Sejarah Cagar Budaya

Dia menjelaskan siswa - siswa yang bersekolah di hoefmidschool rata-rata berasal dari kalangan pribumi. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pakan kuda dibuatlah Grassland atau kebun rumput.

Sambungnya, kuda-kuda tersebut kemudian ditempat dikandang yang berada di kompleks Basis. Selain sebagai kandang juga, tempat itu juga menjadi tempat tinggal perawat kuda.

"Sebenarnya bangunan sekolah ini cukup luas. Tetapi ketika zaman Jepang bangunan depan dipakai sebagai dapur kamp Baros," sebutnya.

Machmud menambahkan seiring berjalannya waktu hoefmidschool yang merupakan bagian dari Garnizun Tjimahi kemudian tidak dipergunakan lagi. Lalu, dibangun bangunan kios-kios dan warung tetapi kini telah dibongkar sehingga bangunan ini kembali muncul.

"Pembongkaran kios dan warung di tepi jalan Baros seberang Taman Patimura Pusdik Armed membawa hikmah yang lain. Tersingkap bentuk bangunan lama yang dibangun pemerintah Hindia Belanda," pungkasnya.

AYO BACA : Menengok BITC, Tempat Kumpulnya Orang Kreatif di Cimahi

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers