web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Gojek Jadi Perusahaan Rintisan Indonesia Pertama dengan Status Decacorn

Rabu, 10 April 2019 06:30 WIB Fira Nursyabani

Menkominfo Rudiantara menjadi pembicara dalam diskusi di Gedung Binagraha Jakarta, Jumat (29/3/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PANGANDARAN, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan bangga atas capaian perusahaan rintisan (startup) Indonesia yang berhasil meraih status decacorn tahun ini.

AYO BACA : Gojek Luncurkan Layanan Ambulans 24 Jam dan Pelatihan P3K

"Alhamdullilah dan saya rasa kita turut bangga. Mengapa? karena bukan hanya jadi milestone bagi nasional, tetapi, juga regional," kata Rudiantara saat ditemui di Pangandaran, Selasa (9/4/2019).

AYO BACA : Jadi Pahlawan Ruang Publik, GOJEK Edukasi Mitra Sadar Kekerasan Seksual

CB Insights dalam daftar The Global Unicorn Club memuat nama Gojek di urutan ke-19 startup dunia yang menembus status decacorn. Gojek seperti dikutip dari situs CB Insights, memiliki valuasi sebesar 10 miliar dolar AS.

Gojek saat ini tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara di Asia Tenggara antara lain Singapura, Vietnam, dan Thailand. Kehadiran aplikasi tersebut di Asia Tenggara, menurut Rudiantara merupakan bukti kepercayaan masyarakat dan investor dalam negeri maupun asing.

"Kepercayaan investor untuk senantiasa berinvestasi dengan model bisnis baru yang bukan bisnis brick and mortar, bukan bisnis biasa. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia," katanya.

Kehadiran startup di Indonesia yang berstatus unicorn, bahkan decacorn dirasa tidak akan mengganggu perusahaan kecil karena perkembangannya berada dalam satu ekosistem. Kominfo saat ini menjadi regulator dan fasilitator untuk startup, salah satunya dengan memangkas perizinan mendirikan perusahaan rintisan agar terus bertumbuh.

AYO BACA : Minimalisasi Kekhawatiran, GOJEK Luncurkan Fitur Share Trip

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers