web analytics
  

Nyalakan Kembang Api, Sebuah Bengkel Motor Kebakaran

Senin, 8 April 2019 20:06 WIB Faqih Rohman Syafei
Bandung Raya - Bandung, Nyalakan Kembang Api, Sebuah Bengkel Motor  Kebakaran, kebakaran, Bengkel Sepeda Motor Kebakaran, Kembang Api

Ilustrasi. (pixabay.com)

CIMAHI UTARA,AYOBANDUNG.COM--Sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Sentral, Gang Pamegaran II, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi hangus terbakar, Senin (8/4/2019). Kebakaran diduga berasal dari percikan api yang berasal dari kembang api

Kepala Regu Penyelamatan Damkar Kota Cimahi, Heri Rukmana mengatakan, kebakaran ini berawal dari keteledoran Lufti (30), pemilik bengkel yang dengan sengaja menyalakan kembang api sisa dari membetulkan kaca mata. 

Lutfi lagi betulin kaca mata. Bahan batangnya dari besi kembang api, setelah itu sengaja dengan bercanda dinyalakan karena masih ada mesiu lalu kena bensin dan timbul api, ujarnya kepada ayobandung.com di lokasi, Senin (8/4/2019).

Api kemudian membesar dan melahap dua bangunan yang berada di samping bengkel sepeda motor. Selain itu, Lutfi pun terkena kobaran api yang mengenai beberapa bagian tubuhnya sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. 

Lutfi atau korban yang saya tangi baru satu, korban kena kobaran api di bagian dahi, tangan dan kakinya. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, katanya. 

Damkar Kota Cimahi menurunkan sebanyak sembilan armada yang terdiri atas tujuh unit pancar dan dua mobil rescue. Sedangkan personel dalam upaya pemadaman kebaran sebanyak 15 orang.

Pemadaman sekitar satu jam, kami datang sekitar pukul 15.40 WIB. Sempat terkendala akses jalan yang sempit tapi sumber air dekat jadi bisa cepat, jelas Heri. 

Ditambahkannya, kerugian akibat material dari peristiwa kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta. Dan beberapa barang-barang masih ada yang bisa diselamatkan.

Perkiraan Rp250 juta-Rp300 juta seluruhnya, karena barang-barang pun masih ada yang bisa diselamatkan dari toko souvenir dam salon belum kena semua baru permukaannya saja, pungkasnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

artikel terkait

dewanpers