web analytics
  

Sekda Jabar Dorong Pemerintah Daerah Manfaatkan KPBU

Jumat, 5 April 2019 12:35 WIB Nur Khansa Ranawati

Sekretaris Daerah Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Sekretaris Daerah Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa mendorong para kepala daerah di lingkungan pemerintahan Provinsi Jabar untuk proaktif memanfaatkan dana alternatif pembangunan non-APBD dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis daerah. Iwa mengatakan, bila hanya mengandalkan APBD atau ABPN, pertumbuhan ekonomi Jabar akan sulit melesat.

Salah satu sumber pendanaan alternatif yang disarankan adalah skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Kerjasama ini memungkinkan pihak swasta untuk berkontribusi dalam pembiayaan untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan proyek-proyek infrastruktur.

AYO BACA : Densus 88 Tangkap Teroris di Jabar-Jateng-Jatim

Iwa mengatakan, saat ini sejumlah proyek pembangunan di level provinsi pun akan diupayakan memakai skema ini. Cara ini dianggap mampu menjadi alternatif untuk memperlancar proyek pembangunan infrastruktur yang nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

"Jika kita hanya mengandalkan APBN dan APBD, sebagaimana statistik menunjukan, itu hanya berperan 9% dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Iwa ketika ditemui selepas memberi sambutan pada workshop Skema Alternatif Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur di Jabar di Hotel Trans Luxury Bandung, Jumat (5/4/2019).

AYO BACA : Tahun Ini Jabar Bentuk Badan Ekonomi Kreatif Daerah

Untuk dapat memulainya, Iwa menyarankan kepala daerah untuk mulai menyisihkan ABPD untuk membuat rancangan pra-studi kelayakan atau pra-Feasibility Study (FS). Sehingga, pemerintah daerah dapat memiliki gambaran jelas mengenai proyek mana-mana saja yang memungkinkan untuk dikolaborasikan dengan pihak swasta.

"Sisihkan sebagian APBD untuk membuat pra-FS, identifikasi proyek-proyek mana yang memungkinkan untuk KPBU. Ini bisa jadi langkah awal kita jualan," ujarnya.
Dengan pra-FS, Iwa mengatakan, nantinya akan diketahui berapa kebutuhan modal proyek infrastruktur yang bersangkutan, berapa tingkat pengembalian investasinya, dan lain sebagainya.

"Sementara ini kan belum ada daerah yang melakukan itu, ataupun kalau ada, jumlahnya kurang," jelas Iwa.

Adapun proyek-proyek infrastruktur yang memungkinkan untuk didanai dengan skema KPBU menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meliputi infrastruktur kepelabuhan, penerangan jalan umum (PJU), transportasi perkotaan, IT, air minum, persampahan, pengolahan air limbah, perumahan, pasar umum, gedung olah raga, pembangunan infrastrktur kawasan, pariwisata, pendidikan, pemasyarakatan, hingga rumah sakit.

AYO BACA : Ridwan Kamil: Visi Misi Jabar Terinsipirasi Isra Mikraj

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers