web analytics
  

Potensi Furnitur Indonesia di Pasar Global

Selasa, 2 April 2019 10:52 WIB Netizen Netizen
Netizen, Potensi Furnitur Indonesia di Pasar Global, Potensi, Furnitur, furniture, Indonesia, Pasar Global,

Ilustrasi. (Pixabay)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan hutan yang luas. Dilansir dari beritagar.com, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga tahun 2017 luas hutan Indonesia mencapai 125.922.474 hektare.

Memiliki hutan yang luas tentu memberikan manfaat tersendiri bagi Indonesia. Sumber daya alam yang bisa kita dapatkan dari hasil hutan tersebut salah satunya adalah kayu. Hasil olahan kayu yang dapat kita manfaatkan sebagai bahan ekspor adalah furnitur.

Namun, pemanfaatan hasil hutan berupa kayu tersebut tidak bisa dilakukan oleh semua orang, hanya yang memiliki izinlah yang boleh mengambilnya. Seperti yang dikatakan dalam UU No. 41 Tahun 1999 Pasal 28 Poin 2 yang berbunyi, "Pemanfaatan hutan produksi dilaksanakan melalui pemberian izin usaha pemanfaatan kawasan, izin usaha pemanfaatan jasa lingkungan, izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu, izin usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, izin pemungutan hasil hutan kayu, dan izin pemungutan hasil hutan bukan kayu".

Menurut Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita, ketersediaan bahan baku untuk memproduksi furnitur di Indonesia merupakan suatu kelebihan yang kita miliki dan tidak dimiliki oleh negara lain. Menurutnya, kelebihan bahan baku ini harus didukung dengan nilai tambah produk.

Furnitur yang diproduksi oleh Indonesia memiliki perannya tersendiri dalam dunia ekspor Indonesia. Data pada tahun 2017 mencatat nilai ekspor furnitur kayu, rotan, dan bambu sebesar 1,36 miliar dolar AS. Adapun tahun 2018 hingga bulan Agustus, ekspor furnitur tercatat sebesar 1,09 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 2,75 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 (Analisa Medan, 27/10).

AYO BACA : IKEA Bandung Resmi Dibangun di Kota Baru Parahyangan

Selain itu, per tanggal 25 Oktober 2018, dinyatakan bahwa furnitur merupakan produk dengan transaksi terbanyak di urutan ke-11 dengan nilai USD12,26 juta. Negara- negara yang menjadi tujuan utama ekspor furnitur Indoensia ini adalah Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, dan Jerman (Analisa Medan 27/10).

Berdasarkan data tersebut, dapat kita katakan bahwa kegiatan ekspor furnitur Indonesia memiliki potensi tersendiri dalam membangun perekonomian Indonesia. Maka dari itu, pemerintah, badan usaha, serta pihak-pihak yang terkait perlu fokus untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki Indonesia dalam dunia furnitur ini.

Menurut Enggartiasto Lukita dalam pembukaan The International Furniture and Craft Summit 2018 di sela-sela Trade Expo Indonesia 2018 yang dilaksanakan di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang pada Jumat (26/10/2018), Indonesia memiliki kelebihan dalam aspek rasa dan hasil karya perajin Indonesia yang telah diakui oleh dunia.

Tantangan yang Dihadapi

Untuk menjadikan produk furnitur Indonesia merajai bidak ekspor dunia tentu memiliki tantangan tersendiri bagi kita. Selain dibutuhkannya dukungan dari segala pihak, para perajin furnitur harus mengetahui selera pasar internasional.

AYO BACA : Ridwan Kamil: Saya Titipkan Bambu Jadi Produk IKEA

Menteri Perdagangan Indonesia mengatakan, untuk merebut dan memenangkan pasar global produk furnitur, para pengusaha harus mengikuti dan memenuhi selera pasar global. Jika para pengusaha mampu menyesuaikan selera pasar, maka produk-produknya akan banyak diminati para pembeli internasional. (Analisa Medan, 27/10)

Maka dari itu, perajin-perajin furnitur Indonesia perlu mengetahui selera pasar global. Untuk membantu pengrajin Indonesia mengetahui bagaimana selera pasar global maka diperlukan semacam penyuluhan atau sosialisasi dari pemerintah.

Dibutuhkan Peranan Media Massa

Belakangan ini, jika kita perhatikan, pemberitaan di media massa dipenuhi oleh aksi-aksi kriminalitas yang terjadi di sekitar kita. Rasa rindu akan pemberitaan mengenai prestasi-prestasi yang diraih Indonesia serta pemberitaan mengenai potensi yang dimiliki oleh Indonesia pun mulai penulis rasakan.

Adanya pemberitaan secara masif dan berkala mengenai potensi yang dimiliki Indonesia dalam bidang furnitur ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi warga Indonesia. Salah satunya timbulnya semangat untuk memberi dukungan secara penuh untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Selain itu, pemberitaan mengenai potensi furnitur Indonesia juga menimbulkan kesadaran warga Indonesia akan banyaknya potensi yang kita miliki. Maka dari itu, rasa ingin ikut berkontribusi memaksimalkan potensi Indonesia pun akan timbul. Penulis percaya bahwa perekonomian Indonesia ke depannya akan lebih baik lagi dan Indonesia dapat menyatakan dirinya sebagai negara yang maju.

Vichela Regina Aprillia

AYO BACA : Lucunya Lurvig, Furnitur Khusus Kucing dan Anjing

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers